Journey
Showing posts with label Journey. Show all posts
Showing posts with label Journey. Show all posts

Tuesday, January 16, 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

Dee Nutrition - makan di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.

Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.


Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Monday, January 15, 2018

Ayo Semangat Lagi, Tio!

dee nutrition - semangat

























Malas adalah Sumber Masalah 

Malas mungkin adalah satu kata yang sangat pantas dalam menggambarkan diri saya saat ini. Saya benar – benar malas dan membuat banyak hal yang harusnya saya lakukan menjadi terbengkalai, salah satunya adalah blog saya. Sudah beberapa minggu ini saya kehilangan semangat saya untuk menulis. Saya terus menunggu sampai saya bisa semangat lagi dan tidak ‘ogah-ogahan’ dalam menulis. Lagipula saya juga harus terus membuat blog saya terus aktif agar postingan artikel di blog saya semakin bertambah dan (semoga) saya bisa diterima sebagai publisher Google Adsense.

Beberapa minggu ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan untuk mempersiapkan diri saya dalam ujian TOEFL dan IELTS untuk keperluan studi lanjut saya pada jenjang S2 atau Master. Ya, saya telah menentukan target saya untuk bisa mendapatkan beasiswa dan bisa berkuliah di luar negeri. Bisa hidup dan berkuliah di luar negeri adalah salah satu cita – cita atau keinginan saya sejak dulu, dan setelah saya menyelesaikan jenjang S1 saya, saya benar – benar ingin mewujudkannya. Dikarenakan tanggal test TOEFL dan IELTS yang semakin dekat, tentu saja akhirnya membuat kegiatan menulis dan projek saya yang lain saya tunda.

Saya masih belum bisa membagi waktu saya dengan latihan TOEFL/IELTS, Essay, blog dan projek komik strip saya karena beberapa alasan, salah satunya adalah manajemen waktu. Jujur, saya masih belum bisa ‘disiplin’ dalam rencana harian saya setiap hari. Sebenarnya saya telah membuat jadwal waktu kegiatan apa – apa saja yang harus saya lakukan setiap hari, namun lagi-lagi, factor kemalasan membuat saya masih belum bisa benar – benar 100% sukses mentaati jadwal kegiatan saya. Saat ini saya terus berlatih untuk bisa mentaati jadwal yang sudah saya buat, karena pada akhirnya jadwal tersebut membantu saya dalam menyusun kegiatan – kegiatan apa saja yang harus saya lakukan setiap hari dan mempermudah saya. Doakan Saya Semoga Saya bisa melakukannya

Saya masih belum bisa berkomitmen penuh dengan apa yang sudah saya buat. Saya masih memiliki masalah dalam memecahkan hal tersebut, bagaimana cara saya untuk bisa semangat dan serius untuk menjalani apa yang telah saya buat. Bukankah pada akhirnya semua ini untuk mencapai cita – cita saya? Bukankan semua ini untuk kebaikan saya sendiri? namun kenapa saya masih malas dan memiliki masalah untuk melakukan hal – hal yang baik untuk saya? Apakah saya kurang tekad? Mungkin saya kurang tekad.

Sejak dulu mungkin tekad adalah salah satu hal yang belum bisa saya lakukan sejak dulu. Saya sebenarnya adalah orang yang mudah untuk menyerah jika saya tidak menemukan jalan keluar dari suatu masalah, dan ditambah dengan kemalasan saya, maka pada akhirnya saya akan meninggalkan suatu kegiatan tersebut sampai saya memiliki alasan ataupun keinginan untuk melakukannya. Hal tersebut bermasalah bukan? Tentu saja bermasalah karena ini berarti saya menunda – nunda kegiatan dan menunda saya untuk menggapai apa yang saya inginkan, dan itu tidak baik untuk saya.


Saya harus terus berlatih sampai saya bisa mengalahkan factor kemalasan saya, saya harus terus memperbaiki dan meningkatkan tekad saya karena pada akhirnya semua inilah yang akan menentukan bisa tidaknya saya untuk menggapai semua cita – cita yang ingin saya gapai dan jadikan kenyataan. Tidak ada cara lain dan tidak ada cara mudah untuk bisa menggapai semua ini. Saya juga harus berusaha realistis dan tidak terbawa dengan angan – angan saya dan terus berpegang teguh dengan semua tujuan – tujuan saya. 
Share:

Tuesday, January 9, 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip

dee nutrition - works


Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?

Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.

Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

Saturday, December 30, 2017

Sebelum Tahun Baru 2018, Mari Review Pencapaian Tahun 2017

dee nutrition - goals 2017
Apa Goalsmu di Tahun 2017 Tercapai?

Happy New Year 2018 Everyone, Selamat Tahun Baru 2018 semuanya, sebentar lagi tahun baru bukan? Semoga di tahun yang baru nanti kita semua menjadi lebih baik lagi. Apa yang anda lakukan ketika tahun baru tiba? Apakah anda senang dengan tahun baru? Apakah anda menuliskan target – target anda untuk setiap tahun baru yang akan tiba? Jika ia, mungkin kita memiliki hal yang sama. Sebentar lagi adalah tahun baru, tahun 2018 akan segera datang dan menggantikan tahun 2017. Pasti banyak dari kalian yang menginginkan sesuatu di tahun 2018 bukan? Begitupun dengan saya, terdapat banyak hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan di tahun 2018 ini.

Rasanya aneh jika kita membahas tahun baru 2018 tanpa merefleksikan diri ke tahun sebelumnya, oleh karena itu sebelum tahun 2017 selesai, saya ingin me-review target – target apa saja yang saya dapatkan di tahun 2017 ini. Setiap tahunnya saya selalu menuliskan baik itu di laptop, di smartphone pribadi, ataupun di buku jurnal saya. Sebagian besar ada yang tercapai, dan hanya sebagian kecil yang belum bisa saya capai ketika saya membuat target atau goal – goal saya setiap tahunnya.

Target – Target Tahun 2017

Ketika saya menuliskannya di akhir tahun 2016, saya menuliskan beberapa target – target yang ingin saya capai dan dapatkan di tahun 2017. Dibawah ini merupakan target – target tahun 2017, bisa dibilang target – target yang ingin saya capai di 2017 ini hampir sama dengan target 5 tahun saya yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu.

Lulus dengan IPK diatas 3.5 dan Predikat Cumlaude

Seperti yang sudah dibilang, target – target di tahun 2017 itu kebanyakan adalah target – target dari target jangka menengah 5 tahun yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu. Satu hal yang selalu saya pantau adalah nilai dan IPK akademik saya. Sejak awal saya kuliah, target saya adalah mendapatkan IPK diatas  3.5 dan predikat Cumlaude saat lulus. Saya sangat bersyukur saya bisa mendapatkan IPK akhir diatas 3.5 dan mendapatkan predikat Cumlaude setelah lulus dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) kemarin.

Banyak orang bilang bahwa nilai IPK itu tidak terlalu penting, yang penting adalah pembentukan karakter dan aktif dalam berorganisasi. Hmm…Menurut saya nilai IPK itu tak kalah penting juga. Jika IPK kita terlalu rendah maka kita harus mengulang mata kuliah agar nilai kita bisa naik dan memenuhi syarat lulus dan imbasnya akan memperlama masa studi kuliah kita, bahkan lebih parahya lagi kita bisa di  Drop Out. Nilai IPK juga disyaratkan jika kita ingin daftar kerja, dan ada syarat minimalnya. Jadi IPK menurut saya adalah hal yang sangat penting. Selain itu saya juga seorang mahasiswa perantauan dan untuk apa saya kuliah jauh – jauh jika saya hanya menjadi seorang yang biasa – biasa saja, dan tidak ada apa – apa yang membanggakan  untuk orangtua dan keluarga saya ketika saya kuliah jauh dari kampung halaman saya.

Saya tentu saja memikirkan prestasi akademik saya, dan karena saya tidak ikut lomba – lomba lagi jadinya hal  yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan prestasi akademik saya adalah melalui nilai IPK. Saya juga pernah mengikuti seminar – seminar dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan saya, serta lomba – lomba baik lomba karya tulis ataupun lomba poster namun ya masih belum beruntung, tetapi setidaknya saya mencoba.

Tetapi jangan salah, walaupun saya sangat fokus dengan akademik saya bukan berarti kegiatan non – akademik saya tidak saya pikirkan. Saya cukup banyak mengikuti organisasi kampus seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi selama 2 tahun dan juga Lembaga Pers Fakultas Kedokteran Undip selama 1 tahun.

Lulus dengan Masa Studi 3.5 – 4 Tahun

Untuk target yang kedua ini sebenarnya saya turunkan. Target awal saya ketika saya membuat target jangka menengah 5 tahun adalah saya bisa lulus dengan predikat Cumlaude dan masa studi 3.5 tahun, namun ternyata Tuhan berkehendak lain dan saya juga tidak sanggup. Banyak kendala yang saya alami ketika saya mencoba untuk mengejar target 3.5 tahun. Kendala yang saya alami utamanya adalah dari segi kesehatan.

Entah apa yang terjadi dengan saya dan tubuh saya, setiap saya melakukan kegiatan besar dan lama pasti setelah selesai kegiatan tersebut, saya langsung jatuh sakit. Ada saja saya terkena sakit setelah saya melakukan sebuah kegiatan besar, apakah saya terlalu memaksakan diri dan berakhir tepar lalu terkena penyakit? Entahlah, saya masih belum mendapatkan jawabannya sampai sekarang. Mungkin hikmah yang bisa saya ambil dari sini adalah untuk tidak terus – terusan memaksakan diri, jangan lupa bersenang – senang dan jangan lupa untuk makan tiga kali sehari karena hal – hal tadi adalah hal – hal yang sering saya lupakan ketika saya memaksakan diri saya untuk menyelesaikan sesuatu.

Setelah kendala – kendala yang saya hadapi, saya merendahkan target saya menajdi 3.75 tahun namun ternyata masih belum bisa sampai pada akhirnya saya baru bisa selesai kuliah terhitung 3 tahun 11 bulan. Ya mungkin ini sudah takdirnya, dan sisi positif yang bisa saya ambil adalah saya masih lulus di kitaran 3 tahun-an (agak maksa ya… :’D) dan dibawah 4 tahun. Saya tetap bersyukur akan hal itu.

Mendapatkan IP 4 di Satu atau Beberapa Semester

Mungkin saya terlalu percaya diri dan belum sadar bahwa kuliah itu jauh lebih sulit dan lebih padat dibandingkan waktu sekolah di SMA dulu. Saya diawal – awal kuliah masih optimis untuk bisa mendapatkan IP yang tinggi dan yakin bisa dapat IP 4. Saya begitu naif dan terlalu berkekspektasi tinggi, dan hasilnya semester 1 – 4 saya berakhir dengan IP dikisaran 3 – 3.5. setelah itu saya tetap berharap namun tidak terlalu tinggi, hasilnya di semester 5 IP saya naik menjadi 3.79 dan di 3 semester akhir IP saya semunya 4.

Satu hal yang menarik dari cerita yang saya miliki adalah ketika di semester 6. Semester 6 menurut saya adalah semester yang sangat padat karena banyak sekali tugas, presentasi, laporan, kerja kelompok, praktikum, ambil data lapangan, dan persiapan proposal penelitian untuk tugas akhir dan agar bisa lulus. Selain itu saya mengambil 24 sks di semester 6 itu, yang tentunya  membuat saya khawatir IP saya akan jatuh dibawah 3.5 lagi, saya juga masih aktif di organisasi himpunan jurusan dan organisasi fakultas.

Semester 6 saya sudah pasrah jika nilai saya tidak begitu tinggi, namun ending-nya saya malah mendapatkan IP 4 di semester yang menurut saya semester paling padat yang pernah saya jalani, lalu setelah itu semester – semester berikutnya saya terus mendapatkan IP 4 sampai saya lulus. Hal ini tentunya mempengaruhi IPK akhir saya dan saya bisa mendapatkan predikat Cumlaude saat saya lulus dulu dan saya bahagia dengan pencapaian ini.

Aktif Blogging lagi dan membuat Personal Blog

Saya sudah mengenal Blog sejak saya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ketika saya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memutuskan untuk membuat blog saya sendiri. Bisa dibilang saya masih kurang serius waktu itu dan blog saya masih kurang terurus.

Awal kuliah pun juga begitu, saya ingin membuat sebuah personal brand milik saya sendiri (ceritanya ada dibawah) yaitu Dee Nutrition. Setelah saya memutuskan untuk membuat personal brand saya memutuskan untuk membuat sebuah personal blog dengan nama yang sama yaitu Dee Nutrition pada tahun 2014 kemarin. Selesai membuat sebuah blog, ternyata blog saya masih belum terurus dengan benar dan saya masih belum bisa konsisten untuk posting di blog saya. Akhirnya saya tidak aktif untuk Blogging sampai pada akhir 2016 dan merencanakan lagi dari awal agar blog saya bisa terurus dengan baik dan saya bisa konsisten Blogging  lagi dan semua itu pada Agustus 2017 tercapai. Saya aktif menulis di blog lagi dan menjadi lebih serius lagi. Saya membeli top level domain (dotcom), memperindah dan memper-simple tampilan blog saya, mulai belajar Search Engine Optimization (SEO) lagi, dan mencoba peruntungan menjadi publisher Google Adsense. Semoga seterusnya saya bisa konsisten dan lebih serius lagi dalam Blogging dan membuat brand milik saya Dee Nutrition jadi lebih terkenal.

Memperkenalkan Personal Brand

Ini mungkin cita – cita saya yang dari dulu saya ingin lakukan namun belum kesampaian dan saya masih belum bisa terlalu serius dengan ini. Sejak saya di SMA dulu, saya ingin membuat sebuah personal brand sendiri. waktu di SMA dulu saya bercita – cita ingin memiliki personal brand dan personal blog sendiri, namun ternyata belum kesampaian.

Progress yang saya lakukan untuk memperkenalkan personal brand saya terhitung lambat dan lama. Jujur, satu hal yang membuat saya tidak dapat mempercepatnya adalah factor kemalasan saya yang begitu tinggi. Ketika saya sudah malas dan benar – benar malas, sangat sulit bagi saya untuk bisa melakukan sesuatu dengan serius dan akhirnya mengakibatkan sebagian target – target saya belum tercapai dan salah satunya adalah personal brand ini.

Saya sudah membuat personal brand saya bernama Dee Nutrition. Saat ini, saya sudah lulus dan target target ini masuk ke target tahun depan yang benar – benar ingin saya capai dan wujudkan. Semoga tahun depan saya bisa lebih memperkenalkan personal brand saya lebih baik lagi, sukses dan bisa di kenal banyak orang.

Itu adalah target – target di tahun 2017 yang saya capai tahun ini,bagaimana dengan anda sendiri? apakah anda memiliki target – target yang anda buat untuk tahun 2017 ini? Apakah tercapai semua? Atau ada yang tidak tercapai? Ceritakan cerita anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada komentar, pertanyaan, kritik ataupun saran, silahkan kirim juga melalui kolom komentar yang ada dibawah.
Jangan lupa like fanspage Dee Nutrition’s Blog di Facebook dan subscribe melalui email. Share post ini melalui social media yang anda punya jika berkenan. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Friday, December 1, 2017

Manusia Itu Bukanlah Makhluk Sempurna

Manusia Itu Bukanlah Makhluk Sempurna


Saya dan Kalian adalah Manusia Biasa

Harusnya saya sadar bahwa saya memang tidak akan pernah bisa sempurna. Kesempurnaan hanya untuk Tuhan dan Tuhan semata. Saya bukan Tuhan, bukan juga anak Tuhan (karena Tuhan tidak memiliki anak), saya hanyalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Saya dan anda adalah manusia biasa yang pasti ada kekurangan dan kelebihan masing - masing dan kita tidak akan pernah bisa sempurna. 

"Mengejar Kesempurnaan itu Seperti Mengejar Sesuatu yang Sudah Kita Tahu Tidak Akan Pernah Kita Dapatkan"

Saya bukanlah orang bijak dan beragama, saya masih jauh dari hal tersebut. Masih terlalu banyak hal, kegiatan yang saya lakukan yang menimbulkan banyak kesalahan dan dosa di kehidupan saya. Saya penuh dengan dosa yang mungkin jika saya dapat mengetahui jumlah dosa yang saya miliki maka saya akan terkejut dan takut dengan banyaknya catatan kesalahan dan dosa yang saya lakukan. 

Tuhan menciptakan setiap manusia dengan kelebihan dan kelemahannya masing - masing, dan kita diciptakan untuk tidak selalu melakukan semuanya dengan benar, pasti kita pernah melakukan kesalahan. Entah itu kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.

"Kesempurnaan hanya Milik Tuhan Semata"

Sangat gilanya saya bahwa saya terus mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa saya dapatkan, yaitu mengejar sebuah kesempurnaan yang dimana kesempurnaan itu (haqiqi) hanya milik Tuhan. Saya mencoba untuk mengubah diri saya dan pandangan saya namun pasti masih saja saya tetap mengincar sebuah kesempurnaan.

Tuhan, Tolong Berikan Jawaban

Ya mungkin karena hidup saya banyak kekurangan dan masalah makanya saya benar - benar sangat ingin merasakan sebuah kesempurnaan. Saya lahir dengan kondisi membawa sebuah penyakit yang membuat saya berbeda dan tidak normal, selain itu penyakit tersebut jugalah yang membuat saya menjadi lemah dan merupakan awala mula kenapa saya memiliki banyak masalah seperti sekarang. Sampai sekarang saya masih berharap dari lubuk hati yang paling dalam, berharap Tuhan memberikan alasan atau jawabannya ke saya melalui cara apapun kenapa Tuhan memberikan penyakit tersebut kepada saya. Saya masih terus menyalahkan diri saya untuk semua masalah yang terjadi pada diri saya, apakah semuanya memang kesalahan saya? apa memang ini jalan yang harus saya lalui? saya sangat berharap Tuhan akan memberikan jawaban atas doa dan pertanyaan saya agar saya bisa hidup sedikit lebih tenang.

Dulu (dan mungkin sampai saat ini) saya sangat benci bahwa Tuhan memberikan penyakit tersebut ke saya, saya sangat membencinya sampai - sampai saya banyak melupakan masa - masa kecil saya dan memang saya ingin melupakannya karena masa kecil saya benar - benar penuh dengan masalah. masa kecil sayalah yang membuat saya memiliki banyak masalah dan penyakit sekarang ini. Saya benar - benar frustasi dan ingin mendapatkan Jawaban dari-Nya

Penantian saya menanti jawaban tersebut terus saya tanyakan kepada-Nya sejak dulu, sejak kecil dan sampai sekarang pun saya masih belum menyerah untuk supaya Tuhan memberikan jawabannya kepada saya. Apa yang sudah saya lakukan sampai saat ini? Jawabannya sudah sangat banyak, saya sudah berusaha untuk mendekatkan diri kepadanya, sudah pernah melakukan hal - hal buruk dan mengumpat bahwa Tuhan mungkin tidak akan pernah memberikan Jawaban terhadap apa yang saya doakana dan harapkan (walaupun setelah itu saya menyesal dan memohon ampun).

Banyak orang yang menganggap apa yang saya lakukan itu salah, itulah anggapan orang - orang normal. Masalahnya saya bukanlah orang normal, masalah - masalah, penyakit - penyakit yang saya derita membuat saya menjadi bukan seseorang yang normal. Jika orang - orang tersebut menganggap saya normal hal tersebut karena saya 'berpura - pura' untuk menjadi normal dan menjadi seperti mereka.

Saat ini saya benar - benar tidak tahu harus apalagi, bagaimana saya bisa mendapatkan Jawaban darinya. Hal ini membuat kepercayaa

Saya tahu saya tidaklah sempurna dan tidak akan pernah sempurna. Saya hanyalah seseorang yang bodoh yang berharap kepada Tuhan agar Ia memberikan jawaban untuk semua masalah yang saya hadapi dan semua pertanyaan yang saya terus tanyakan kepada-Nya.

Dee Nutrition's Blog
Share:

Thursday, November 30, 2017

We Will Never Be Perfect (E)


Dee Nutrition No One Perfect

"We are not Perfect and will never be" 

We Are Human Who Sometime Will Make a Mistake

I am not perfect, so do you. You are not perfect, we are not perfect, are we? We can never be perfect, no matter how much and how hard we try, there is no way that we can achieve 100% perfection. We are a human who makes a mistake, we are full of mistakes. We are not God. 

We are Human, and we will always be making mistakes no matter what. Perfection is only god God, and of course, you and I are not God, we are Human. You want a perfect outcome, huh? You expect a perfection? Trust me, you will never get it. When your expectation is too high or what you want is a perfection, be ready to receive a big disappointment in the future. I tried that before, and now my life is full of disappointment. I got so much stress, and I depressed myself when I do that. 

"Perfection is only for God"

We are human and human makes a mistake, but God gave us something that we can do when we made a mistake, and that is learning from our mistakes. When we made a mistake, remember one thing, learn something from the mistake that we made. If you made a mistake in your life? That's okay, but don't forget to learn from it and keep improving yourself.

I am not a brave person, and sometimes I will avoid so many things. It is because I am afraid that I will fail or make a mistake. But if I don't take the chance and take the risk, then I will never be improving myself. Right now, I realized that I have to take the risk and it is okay if I make a mistake. I am still not a brave person, but I am trying to be because failure and mistake will make us great if we can learn something from it.

"Try to learn from the mistake and failure that we made"

We can become a great person, but we will never be perfect. We will make a mistake, so many mistakes and failures in the future, but don't forget to learn from it and be better. We can be better if we learn from the mistake and failure that we make.

It is okay to make a mistake, we are a human being with so much flaw

Dee Nutrition's Blog
Share:

Tuesday, November 28, 2017

Searching For Happiness (E)

Search of Happiness

I am Searching for Happiness


What is Happiness? What is that thing? How can I get it? Until now, I am still wondering about it and still searching for Happiness. I want to know what Happiness is. Do I happy? Maybe, sometimes I get happy when I see and talk to my family or someone that I love, sometimes I get happy when I doing something that I like, or even sometimes I get happy but I don't know the reason why I am happy. But, behind all of that, I have more problems and burdens that I got in this life. All of those things make me unhappy, and I am having a hard time with that.


"I Don't Know What Happiness Is"


The pain, the burden and the problem that I have is really stressing me out. I think I will become bald in my mid -twenty, and that is not a good thing for me. I realized that if I stay like this and remain unchanged then I will be dead in my thirties because of the stress and depression that I will get because of it. 

I must search the happiness, I have to find it before it's too late for me to find. I should find my own happiness. I can't stay like this and remain unchanged. I can't keep holding the stress and the burden that I got from my problem. 

If I can't find my own happiness then my life will be in peril and I will be dead in the next few years from now. Do I want to die? Of course not, there are just so many things that I want to do and i want to get. There are just so many goals that I have not achieved yet. 

"My Life is Hard so I have to Find the Happiness"

My life is really hard, sometimes I just want to die because of my problem, but I can't give up and I won't give up. There is one thing that I want to do before I die, I want to make my mother happy, and always smile and laugh without any problem. My mother is everything to me and I can't give up yet, not until I give everything that I got.



I hope that God will answer my questions and my prayer. I still have so many things that I don't know. Why he gives me so many problems, why he gave me so many diseases that can not be cured, I really want an answer from God.

"I am Still Searching For my Own Happiness"

I have to find my own happiness because it is the thing that can make me get through every problem, stress, and burden that I got. I will not give up myself until I find it, I will do everything and anything to get my own happiness. Let the journey begin.

Dee Nutrition's Blog
Share:

Wednesday, November 22, 2017

Kenapa Kimia itu Sangat Menyenangkan Dan Penting Untuk Saya ?



"Saya sangat menyukai Pelajaran Kimia Sampai sekarang"

Pelajaran Kimia ? Apakah kalian menyukai Kimia ? Pelajaran Kimia merupakan salah satu pelajaran yang sangat saya sukai dan saya bisa ketika di SMA dahulu, bahkan Kesukaan saya terhadap Kimia juga salah satu alasan yang menuntun saya bisa menjadi seorang Sarjana Gizi seperti sekarang. Kimia sangatlah mudah dan menyenangkan bukan ? Haha

Saya sangat suka pelajaran kimia, menurut saya kimia itu mudah dan menyenangkan ? bukankah memang begitu ? (Haha). Alasan non-sense (It’s so ridiculous) kenapa saya menyukai Kimia adalah karena dalam Kimia terdapat nama saya di sebuah senyawa, terdapat nama Tio di senyawa tersebut. Ketika saya menemukan hal tersebut, damn, I’m shocked, I feel famous (Hyperbolic phrasing haha). Maksudku bagaimana bisa ada nama Tio di senyawa kimia dan saya baru tahu ketika saya belajar kimia di SMA. Ternyata selain Tio atau Theo yang berarti berkah Tuhan, ternyata nama saya juga mempunyai arti lain dalam Bahasa Yunani yaitu theion yang berarti Sulfur (One of the coolest fact that I ever got)


Alasan pribadi saya kenapa saya menyukai Kimia adalah karena menurut saya Kimia itu tidak seperti Matematika yang isinya hanya perhitungan saja atau seperti biologi yang hanya hafalan saja,. Pada waktu itu Kimia dan Fisika merupakan dua pelajaran IPA yang saya sukai dan saya bisa,namun jika harus memilih maka saya lebih menyukai Kimia. Memang Fisika dan Kimia adalah pelajaran yang saya sukai dan saya lebih bisa pada pelajaran tersebut dibandingkan pelajaran Matematika, namun tetap saja menurut saya dulu Fisika itu lebih sulit dibandingkan Kimia karena Fisika harus lebih bermain logika dan pemikiran dan pemahaman yang lebih dalam.

"Kimia itu mudah dan menyenangkan, Haha"


Jika harus diranking pelajaran – pelajaran yang saya bisa kerjakan dengan mudah waktu SMA dahulu maka Kimia (dan Bahasa Inggris & Indonesia) menempati ranking paling atas, kemudian dilanjutkan Fisika, lalu Biologi dan Matematika. Entah bagaimana bisa, mungkin karena jika saya sudah senang dengan suatu hal maka saya akan dengan mudah untuk mempelajarinya dan mengerjakan soal – soal dari pelajaran tersebut.

Kesukaan saya terhadap kimia juga merupakan salah satu alasan besar yang menuntun saya mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, ya bisa dibilang masih terdapat sangkut paut antara kimia dengan Ilmu Gizi yaitu tentang Kimia Makanan. Ilmu Gizi juga diharuskan mengetahui senyawa – senyawa organic zat gizi, kita harus mempelajari dan mengetahui teori – teori kimia dasar, serta terdapat praktikum yang menantang dan sangat menyenangkan (and tiring too) yang harus diikuti.

Waktu dahulu saya mendaftar SBMPTN tedapat 3 jurusan yang sebenarnya sangat berbeda namun jika dianalisis lebih dalam lagi maka kalian akan mendapatkan benang merah antara ketiganya. Ketika itu, saya mendaftarkan diri ke tiga jurusan dan perguruan tinggi yang berbeda. Saya memilih jurusan Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD) , Ilmu Gizi  Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pendidikan Kimia Universitas Lampung (UNILA). Terlihat benang merahnya ? Ya benang merahnya adalah Kimia, Teknik Geologi mempunyai dasar Kimia Tanah, Ilmu Gizi mempunyai dasar Kimia Makanan dan Organik, serta Pendidikan Kimia (Obvious jadi Guru). Waktu dulu sebenarnya Passing Grade Ilmu Gizi UNDIP dan Kedokteran Gigi UNPAD hampir sama (sama – sama 34 – 35 % kalau saya tidak salah ingat) dan ibu saya menyarankan saya untuk mengambilnya, namun karena saya sudah memilih Teknik geologi UNPAD jadi saya tidak mendaftar Kedokteran Gigi UNPAD (there’s a bit regret but that’s okay).


Alasan saya juga tidak mengambil Kedokteran Gigi UNPAD adalah karena ekonomi keluarga (My Mother is Single Parent with Three Kids) dan karena Pendidikan Kedokteran Gigi itu membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 7 tahun untuk bisa selesai dan mendapatkankan gelar drg. jadi saya memilih Ilmu Gizi UNDIP. Waktu terus berlalu dan tes SBMPTN di mulai dan mulai menunggu pengumuman SBMPTN 2013. Singkat cerita ketika hari H pengumuman datang, ternyata saya ditolak Teknik Geologi UNPAD sebagai pilihan pertama saya, namun saya diterima di pilihan ke dua saya di Ilmu Gizi UNDIP. I’m happy of course, because I learn so many things in Nutrition Science, so regret aside.


So that’s it, that’s one of my journey. Pelajaran Kimia merupakan pelajaran yang saya sukai sejak dulu, hanya karena alasan yang tidak jelas dan sangat non-sense saya sangat menyukai kimia. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isikan di boks komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari Blog ini. Sekian dan Terimakasih



Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Tuesday, November 21, 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4)

Kehidupan Perkuliahan di Universitas Diponegoro

Untuk part 4 kali ini akan masuk membahas cerita saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal dan keren di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro

sumber : akreditasi.net

Akhirnya Menjadi Mahasiswa di Universitas Ternama di Kota Semarang

Menjadi Salah Satu Mahasiswa di salah satu Universitas Besar di Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya dan keluarga. Saya diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro atau yang sering disingkat dan dipanggil Undip merupakan salah satu Universitas besar negeri di Indonesia. Undip merupakan salah satu universitas negeri yang menduduki posisi 6 sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, ya terkadang naik turun namun 5 besar dan 6 besar, namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Diponegoro  adalah salah satu universitas ternama, terbaik dan hebat di Indonesia.

Saya diterima di Universitas Diponegoro ? tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangatlah bangga karena bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia dan terfavorit di Kota Semarang tersebut. Saya sebagai orang Lampung bisa kuliah di luar ‘negeri’ sendiri itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi saya. Menjadi salah satu siswa yang diterima di salah satu universitas besar adalah hal yang membanggakan, karena di Lampung tidaklah banyak orang – orang yang diterima di universitas – universitas besar di Jawa. Selain itu ada mindset bahwa lebih baik kuliah di yang dekat saja atau di Lampung saja. Saya tidak ingin mengikuti mindset tersebut dan tidak ingin kuliah di Lampung.

Lampung memiliki satu universitas negeri yaitu Universitas Lampung (Unila) (oh sekarang ada 3 yaitu ditambah UIN Radin Intan dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)), namun saya tidak ingin kuliah disana karena Unila memiliki peringkat universitas yang jauh dari peringkat 10 besar, sepertinya saat itu berada di posisi 20an dan saya tidak ingin kuliah disana. Alasan lainnya juga karena saya ingin merasakan hidup sendiri dan merantau, merasakan bagaimana hidup sendiri dan jauh dari keluarga yang selalu membantu.

Sejak dahulu terdapat banyak hal yang membuat saya diremehkan oleh banyak orang,  ya saya bukanlah siswa yang genius dan banyak yang merendahkan dan mengatakan bahwa saya tidak akan mungkin bisa kuliah di universitas besar. Ya mungkin mereka benar, saya hanyalah seorang yang biasa – biasa saja, namun ada satu sifat yang dari dahulu saya miliki. Saya adalah orang yang ambisius dan jika saya sudah serius dan benar – benar ingin mendapatkan sesuatu maka saya akan melakukan apapun dan memaksimalkan potensi saya untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika pengumuman SBMPTN keluar, saya mematahkan semua anggapan dan remehan dari orang – orang dan berhasil masuk di Universitas Diponegoro.


Mengenal Beragam Suku & Budaya di Perkuliahan

















Kuliah di salah satu universitas terbesar dan terfavorit se Indonesia berarti juga akan banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia kuliah di Undip bukan ? Di Undip saya mengenal orang – orang yang berasal dari tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti bagian atas Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Di Undiplah saya bisa mengenal beragam suku dan budaya yang dibawa masing – masing orang ketika berkuliah di Undip

Jurusan saya sendiri terdapat mahasiswa berasal dari banyak provinsi. Angkatan saya terdapat mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan juga Sulawesi, bahkan ada juga berasal dari Papua atau Aceh (namun tidak seangkatan dengan saya). Memang kebanyakan yang berkuliah di Undip berasal dari Jawa khususnya Jawa Tengah, namun tidak sedikit pula yang berasal dari provinsi – provinsi lain diluar pulau Jawa.

Masa perkuliahan di Undip membuat saya banyak mengenal budaya – budaya dari beragam suku di Indonesia, walaupun saya belum pernah kesana setidaknya saya dapat mengetahuai atau dapat mengenal berbagai macam kebudayaan dari teman – teman seangkatan dan atau sejurusan dengan saya di Undip. hal ini tentunya semakin memperkaya pengetahuan saya tentang bermacam – macam budaya dari berbagai macam suku di Indonesia. Saya juga bisa mendengarkan beberapa macam logat ataupun Bahasa dari masing – masing suku ketika kuliah di Undip. Semua itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan menjadi nilai tambah kenapa harus kuliah di Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terfavorit dan terbaik se Indonesia.

Kuliah di  Undip membuat saya memiliki banyak teman dari berbagai macam provinsi yang membawa budaya dan Bahasa mereka masing – masing.


Terpisah Jauh dari Kampus Utama

sumber : Kampusundip.com


Undip awalnya berada di tengah Kota Semarang kampus utamanya, namun sekarang kampus undip yang ada ditengah kota yang dulunya menjadi kampus utama sekarang dialihkan untuk program magister dan doctoral undip sedangkan kampus utama pindah ke atas kota semarang, tepatnya di Tembalang. Oleh karena itu, kampus utama sering disebut dengan kampus atas atau tembalang, sedangkan kampus di tengah kota sering disebut dengan kampus bawah atau kampus pleburan atau kampus pascasarjana undip.

Jurusan Ilmu Gizi FK Undip merupakan jurusan yang masih terbilang baru, dari 3 jurusan jurusan Ilmu Gizi merupakan jurusan yang paling ‘muda’ dibandingkan jurusan kedokteran umum dan keperawatan. Karena saat itu belum terdapat lahan dan gedung untuk jurusan Ilmu Gizi di kampus utama Tembalang, Jurusan Ilmu Gizi selama beberapa tahun menempati gedung  Fakultas Kedokteran Lama yang ada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, jadi saya selama 3.5 tahun berkuliah disana dan hidup di tengah Kota Semarang. Sama seperti Undip, karena dulu Undip berada di bawah, Fakultas Kedokteran juga berada dibawah namun tidak berada di areal kampus Pleburan, melainkan berada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi, Selama bertahun – tahun FK Undip berada di bawah dan ketika Undip pindah ke atas, jurusan pertama dari Fakultas Kedokteran Undip yang tinggal diatas terlebih dahulu adalah jurusan Keperawatan, disusul Jurusan Kedokteran Umum pada tahun 2013, dan Jurusan Ilmu Gizi pada tahun 2017 ini. Sekarang karena program S1 sudah harus berada di areal kampus utama tembalang, akhirnya semuanya juga harus pindah keatas.

Jurusan Ilmu Gizi masih baru tinggal di kampus utama Tembalang, baru tahun 2017 awal tahun Ilmu Gizi kuliah di gedung baru yang ada di Tembalang. Tentunya karena semua ini ada satu masalah yang saya dapatkan, yaitu saya tidak begitu mengenal Undip dengan baik karena saya selama kuliah berada jauh dari kampus utama Undip di Tembalang


Tidak Banyak yang Saya Tahu tentang Undip


Sebagai mahasiswa Ilmu Gizi Undip yang 3.5 tahun berkuliah jauh dari kampus utama dan hanya 0.5 atau satu semester kuliah di kampus utama Tembalang, tentu saja banyak hal dan informasi yang dilewatkan. Karena hal tersebut membuat saya tidak mengenal kampus saya sendiri. Jadi Jarak antara kampus utama Tembalang dan kampus saya di RSUP Dr. Kariadi itu cukup jauh dengan perjalanan hingga 30 – 45 menit jika menggunakan kendaraan bermotor, tentunya karena jarak yang jauh mana mungkin saya bisa pergi ke kampus utama, apalagi jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan saya pergi ke kampus utama saya tidak akan pergi ke sana.

Selama 3.5 tahun saya kuliah dibawah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke kampus utama, jawabannya sangat sedikit dan ini tentunya membuat saya tidak tahu banyak hal tentang Undip itu sendiri. Jujur jika saya ditanya tentang Undip saya tidak banyak tahu, karena saya begitu awam dengan Kampus Undip, saya bahkan lebih mengenal Fakultas Kedokteran Lama dan Rumah Sakit Dr. Kariadi dibandingkan Undip karena sangking lamanya kuliah dan hidup dibawah dan berkuliah di RSUP Dr. Kariadi.

Saya baru mengenal Undip setelah perkuliahan Ilmu Gizi pindah ke kampus baru di atas dan bisa merasakan kehidupan di kampus utama selayaknya seperti mahasiswa Undip biasa, saya sudah sedikit mengenal Undip dan beragam lokasi – lokasi baik di Undip maupun disekitarnya, saya sedikit tahu tentang spot – spot atau tempat makanan yang enak dan sering digunakan untuk berkumpul atau bersantai Bersama dan masih banyak hal lain yang saya dapatkan, namun tetap saja itu tidaklah banyak dan saya harus menerima fakta bahwa saya tidak begitu mengenal universitas saya sendiri.Ya, mau bagaimana lagi, karena memang nasibnya begitu, tidak ada yang bisa disalahkan dari semuanya karena semuanya sudah terjadi bukan ?

Sekian untuk part 4 dari Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang. Nantikan part selanjutnya hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan lupa subcribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi dan artikel terbaru dari blog ini.


Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirimkan pertanyaan anda dengan mengisinya dikolom komentar yang ada dibawah. Sekian dan Terimakasih
Share:

Friday, November 17, 2017

Latihan dan Belajar Intensif Untuk Persiapan Test IELTS


Saya sudah lulus dan dinyatakan resmi menjadi seorang sarjana gizi. Rencana saya selanjutnya tentu saja menggapai cita – cita saya sejak dulu yaitu menjadi seorang dosen. Sejak kecil saya memang sudah ingin menjadi seorang guru dan satu – satunya cara saya menjadi seorang guru atau dosen di universitas adalah dengan melanjutkan ke jenjang S2 (Master). Impian saya yang saya selalu inginkan adalah impian bisa melanjutkan studi dan hidup di luar negeri.

"Saya harus bisa menggapai impian saya untuk bisa berkuliah di luar negeri"


Saya harus bisa serius karena ini bersangkutan dengan impian dan cita – cita saya. Saya tidak bisa bermalas- malasan dan membuang semua waktu saya untuk kegiatan – kegiatan yang tidak berguna. Saya harus serius dan bersungguh – sungguh agar saya dapat mencapai cita – cita dan mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dulu.



Salah satu syarat untuk bisa berkuliah di luar negeri adalah memilik kemampuan berbahasa inggris yang baik. Untuk dapat membuktikan apakah kemampuan berbahasa inggris kita baik atau tidak, maka kita membutuhkan sebuah tes, tes yang dapat dilakukan adalah tes TOEFL dan test IELTS
Mulai bulan ini, saya sudah mulai intensif belajar mengenai teori dan tips – tips dalam ujian TOEFL dan IELTS. Saya harus bisa mendapatkan nilai atau band TOEFL dan IELTS setinggi – tingginya dan melewati batas minimal untuk bisa mendaftar beasiswa dan jurusan Master di luar negeri.

"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita kerja keras, rajin belajar dan bersungguh - sungguh"


Jalan untuk menggapai impian tidak akan pernah mudah. Tidak ada seseorang yang mampu menggapai impiannya atau cita – citanya tanpa berkorban banyak hal atau tanpa kerja keras dan bersungguh – sungguh. Semuanya membutuhkan proses yang lama dan untuk mencapainya tidak ada cara yang mudah.

Saya sudah membuat sebuah rutinitas harian saya untuk bisa belajar dan berlatih intensif IELTS/TOEFL. Saya memutuskan untuk berlatih secara otodidak tanpa les karena biaya les yang mahal dan saya bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Biaya tes IELTS dan TOEFL itu mahal dan jika saya tidak bersungguh – sungguh dalam belajar dan latihan maka saya akan membuang waktu dan uang saya dan semakin mempersulit saya untuk bisa menggapai impian saya.

Dibawah ini adalah log aktivitas minggu saya untuk belajar dan latihan intensif TOEFL/IELTS



Terdapat satu kendala yang harus saya kalahkan yaitu kemalasan saya. Saya sangat mudah untuk bermalas – malasan dan menunda – nunda suatu pekerjaan atau kegiatan. Saya sangat mudah untuk tidak melakukan apapun dan bermalas – malasan sepanjang hari. Saya harus bisa melawan kemalasan tersebut dan bersungguh – sungguh dalam belajar. Tidak akan bisa mendapatkann sesuatu yang saya inginkan jika saya bermalas – malasan dan menunda – nunda sesuatu. Kesempatan memang banyak, namun kesempatan itu memiliki batas dan jika kita terus bermalas – malasan maka kita akan terlambat untuk mengambil kesempatan tersebut dan akhirnya kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Hanya terdapat kekecewaan dan penyesalan dari semua itu. Sebuah penyesalan yang akan terus teringat sampai ujung hayat.


Bagaimana dengan anda ? apakah anda juga sama dengan saya sedang mempersiapkan untuk melanjutkan studi s2/master dan sedang latihan intensif TOEFL/IELTS ? ceritakan cerita atau pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika terdapat pertanyaan, kritik dan saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar juga.


Jangan lupa subscribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih


Author of Deenutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki 
Share:

Wednesday, November 15, 2017

Belajar Bahasa Inggris Itu Susah, Susah, Gampang



Apa yang ada dalam benak and ajika mendengar kata Bahasa inggris? Apakah anda menyukai Bahasa inggris ? jika ia berarti anda sama seperti saya. Sejak kecil saya sangat menyukai Bahasa inggris karena menurut saya dulu orang – orang yang bisa berbahasa inggris itu sangat keren (bahkan sampai sekarang saya masih menganggap hal tersebut keren). Ketika seseorang bisa berbahasa inggris (atau Bahasa internasional lainnya) pasti akan ada sebuah kebanggaan tersendiri dalam dirinya.

Bahasa inggris itu keren, benarkan ? Jujur saja ketika saya melihat orang – orang yang sangat lancar dalam berbicara Bahasa inggris benar – benar membuat saya terpana, bukan karena orangnya namun karena kemampuannya dalam berbicara Bahasa inggris. Saya terpana karena sejak dulu saya benar – benar ingin bisa berbahasa inggris dan menguasainya. That’s one of the most coolest thing that I ever see in my life. Melihat seseorang yang bukan native tetapi bisa atau bahkan pintar berbahasa inggris benar – benar yang membua saya tidak pernah bosan untuk melihat dan mendengarnya.

Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Internasional


Bahasa Inggris sebagai salah satu Bahasa Internasional jelas – jelas  saat ini sudah seperti keharusan untuk bisa mempelajarinya.  Sadar tidak sadar, sejak dulu hingga sekarang kita sudah terpapar dengan Bahasa inggris sejak kecil. Sejak bangku sekolah dasar (SD) hingga bangku kuliah kita akan terus bertemu dengan pelajaran Bahasa inggris, benar – benar dapat dilihat bahwa Bahasa inggris memang mau tidak mau adalah sebuah keharusan ketika kita berada di dunia professional atau dunia pekerjaan nantinya. Percayalah, jika anda ingin menjadi seseorang yang hebat maka belajar dan menguasai Bahasa inggris adalah sebuah keharusan.

Cita – Cita Studi dan Hidup di Luar Negeri



Cita – cita atau keinginan saya sejak kecil adalah saya bisa studi dan hidup di luar negeri, merasakan indahnya bisa tinggal disana untuk waktu yang cukup lama. Saya sejak dulu sampai sekarang masih terus membayangkan bagaimana rasanya bisa hidup disana selama kurun waktu tertentu. Keinginan saya untuk bisa studi di luar negeri adalah sebuah keinginan seumur hidup namun ada satu hal yang harus di pahami. Untuk dapat menggapai impian tersebut, ada salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu saya harus bisa dan menguasai Bahasa inggris.

Susahnya untuk bisa Menguasai Bahasa Inggris



Saya benar – benar ingin pintar berbahasa inggris, namun sejak dulu saya tidak bisa ber Bahasa inggris dengan baik, apalagi pada bagian menulis (writing) dan berbicara (speaking) dalam Bahasa inggris. Secara dasar kemampuan Bahasa inggris kita itu dibagi menjadi empat yaitu Mendengarkan (Listening), Membaca (Reading), Menulis (Writing) dan Berbicara (Speaking). Untuk dapat dikatakan bisa berbahasa inggris, seseorang haruslah mampu menguasai semua bagian tersebut. Saya sendiri sampai saat ini memiliki kesusahan dengan bagian Writing dan Speaking.

1. Kemampuan Listening dan Reading


Untuk kemampuan Listening, Saya sejak dulu terus melatih kemampuan Listening saya dengan mendengarkan music atau radio berbahasa inggris, melihat dan mendengarkan serial tv/acara/film yang berbahasa inggris. Sebagai anak yang memang kegiatan menonton tv dan bermain komputer adalah kesehariannya sejak dulu, maka paparan Bahasa inggris untuk bisa melatih Listening saya terus berkembang.

Kemampuan Reading saya asah dan saya latih dengan meningkatkan kegemaran saya membaca buku/novel/majalah/artikel/jurnal berbahasa inggris. Sejak kecil saya sudah menyukai membaca novel atau komik berbahasa inggris ketimbang Indonesia, karena seperti yang sudah saya katakana sebelumnya saya ingin benar – benar bisa menguasai Bahasa inggris dan ingin studi di luar negeri. Sampai sekarang saya tetap terus membaca dalam Bahasa inggris, saya lebih prefer untuk membaca sebuah buku/novel/majalah/artikel/jurnal yang berbahasa inggris.

2. Masalah pada Kemampuan Writing dan Speaking


Sekarang masalah yang saya hadapi adalah masalah pada kemampuan Writing dan Speaking saya. Saya masih sulit untuk bisa meningkatkan kemampuan Writing saya karena memang kemampuan saya dibidang menulis masih sangat terbatas dan saya belum rajin dalam mengasah kemampuan menulis saya. Saya memang sejak dulu sudah suka menulis namun itu menulis bebas, ketika dihadapkan pada menulis dengan cara penulisan yang terstruktur dan formal, otak saya langsung kepanasan dan akhirnya membuat saya menyerah atau putus asa dalam meningkatkan kemampuan writing saya.

Masalah kedua dalam writing adalah masalah Grammar, saya suka Bahasa inggris namun tidak Teori atau Grammar, pelajaran itu sangatlah membosankan. Saya memang benar – benar mudah untuk menjadi bosan pada pelajaran (yang memang membosankan) bersifat teoritis dan menghafal. Belajar sebentar saja sudah membuat saya mengantuk. Sejak dulu mungkin saya tidak benar – benar serius dalam mempelajari grammar. Terdapat satu ungkapan yang sejak saat itu menggugah saya yaitu “Jika kita memang ingin pintah berbahasa inggris maka mempelajari menguasai tata Bahasa inggris/Grammar adalah sebuah keharusan dan hal yang mutlak”. Sejak saat itu saya mulai sampai sekarang saya mulai intensif untuk mempelajari grammar agar bisa saya pahami dan kuasai.

Masalah Vocabulary bukanlah sebuah masalah untuk saya karena saya sejak dulu adalah seorang pemain Scrabble. Tentu saja untuk bisa memenangkan pertandingan saya harus bisa menghafal banyak kosa kata beserta artinya agar bisa memenangi pertandingan yang diikuti. Saya sudah bermain scrabble sejak dulu dan sudah banyak kosa kata – kosa kata dasar yang sudah saya tahu dan mengerti artinya dan yang harus saya kuasai selanjutnya adalah masalah Grammar.

Untuk dapat melatih kemampuan menulis saya baik dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa inggris, saya memutuskan untuk menjadi seorang blogger dan aktif dan rutin menulis sebagai seorang blogger. Saya menganggap menjadi seorang blogger akan terus memotivasi saya untuk terus menulis dan melatih kemampuan saya dalam writing dan semoga saya bisa menjadi lebih baik dalam menulis di masa depan. Menjadi seorang Blogger membantu dan menuntut saya untuk terus menulis secara rutin, disiplin dan konsisten oleh karena itu saya mengganggap keputusan saya menjadi seorang Blogger adalah keputusan yang tepat.

Untuk kemampuan speaking, saya sejak dulu adalah orang – orang yang minder dan kurang percaya diri ketika berbicara di depan. Rasanya ketika saya berbicara di depan umum atau khalayak ramai maka rasa grogi saya akan memuncak dan membuat saya ketakutan untuk bertanya atau berbuat kesalahan sehingga saya tidak berani berbicara di depan. Masalah ini adalah masalah yang benar – benar saya ingin hilangkan hingga saat ini namun masih belum bisa menghilangkannya.
Sampai saaat ini saya masih mencoba untuk membuat saya lebih berani dan berani mengambil risiko, saya harus bisa berbicara di depan public atau khalayak ramai tanpa rasa grogi atau takut salah. Sejak awal kuliah saya mulai memberanikan diri saya untuk bisa melakukan presentasi, bertanya ketika presentasi, berdiskusi di forum, bertanya di seminar dan pelatihan. Semua hal tersebut saya lakukan untuk bisa mengatasi rasa grogi saya dalam berbicara.

Cara lainnya untuk saya bisa mengasah kemampuan berbicara (speaking) baik dalam Bahasa Indonesia ataupun inggir adalah saya memutuskan untuk ingin menjadi seorang Youtuber dan membuat personal vlog channel saya sendiri di Youtube. Saat ini saya sedang mempersiapkan semuanya dan semoga saja bulan ini saya bisa memulainya.

Menguasai Bahasa Inggris Memang Susah



Menguasai Bahasa inggris memang susah, kecuali anda memang merupakan seorang native atau lahir atau tinggal di luar negeri yang menggunakan Bahasa inggris, maka jangan berharap anda bisa ber Bahasa inggris dengan mudah. Terdapat banyak rintangan, tantangan, dan masalah yang menghadang jika kita benar – benar ingin menguasai Bahasa inggris. Tidak ad acara mudah atau jalan pintas untuk bisa berbahasa inggris. Jika kita ingin menguasai suatu kemampuan maka kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan kita akan sangat menentukan apakah kita bisa menguasai kemampuan tersebut atau tidak. Latihlah diri anda untuk bisa melakukan sesuatu dengan kesungguhan dan keseriusan maka anda akan bisa menguasai banyak kemampuan di masa depan. 

Saya harus berjuang keras karena menguasai Bahasa inggris adalah syarat yang harus bisa saya penuhi jika saya benar – benar ingin studi dan hidup di luar negeri. Saya akan berjuang keras dan tidak akan menyerah sampai saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dulu. Gampang berbahasa inggris itu kalau kita berlatih secara rutin dan konsisten setiap hari maka berbahasa inggris akan menjadi lebih gampang.


Sekian untuk artikel kali ini, jika ada pertanyaan, kritik ataupun saran bisa anda kirimkan melalui kolom komentar yang ada di bawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki

Share: