Journey
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Perjalanan Blogging Saya Belum Selesai

dee nutrition blogging


Sudah lebih dari  6 (enam) bulan sejak saya kembali memulai blogging lagi. Saya memutuskan menjadi Blogger untuk beberapa alasan dan target, yang mana saya mulai capai satu per satu hingga saat ini. Banyak hal yang melatarbelakangi saya menjadi Blogger lagi, namun ada beberapa alasan besar kenapa saya memutuskan untuk kembali menjaid penulis blog. Dibawah ini, adalah 3 (tiga) alasan utama kenapa saya memutuskan untuk menjadi seorang Blogger lagi.

SAYA INGIN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SAYA

Mungkin ini alasan paling kuat saya kenapa saya memutuskan untuk aktif blogging lagi. Saya ingin meningkatkan kemampuan menulis saya. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran saya akan kemampuan menulis saya ketika saya selesai kuliah dan merampungkan penelitian dan karya tulis ilmiah (skripsi) saya. Saya merasakan bahwa saya masih benar – benar bodoh dalam hal menulis. Apalagi dalam kemampuan menulis akademik, saya masih cukup payah dan kewalahan untuk bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah saya. Hasilnya? Ya Karya tulis ilmiah saya untuk tugas akhir kuliah saya agar bisa lulus selesai, namun menyisakan stress berat dan ‘sadar’ bahwa kemampuan menulis saya masih jauh dari kata sempurna.

Jika saya benar – benar ingin menggapai cita – cita saya menjadi seorang Dosen/Pengajar yang hebat di masa depan nanti, maka saya harus mengasah dan meningkatkan kemampuan menulis saya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk aktif kembali menjadi seorang Blogger. Saya menjadi blogger lagi untuk terus melatih kemampuan menulis saya. Di blog ini, Dee Nutrition’s Blog, saya akan terus mengasah kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

SAYA INGIN MENGEMBANGKAN USAHA & BRAND SENDIRI
Ketika tahun pertama di semester kedua saya kuliah, saya menyadari sesuatu. Saya ingin memiliki usaha dan ‘brand’ saya sendiri. Mimpi yang besar? Tentu saja, mengembangkan dan melahirkan sebuah personal Brand itu memang tidak mudah. Banyak hal yang perlu saya persiapkan untuk bisa menciptakan brand saya sendiri. ketika saya sadar akan hal itu hal pertama yang saya lakukan adalah membuat Avatar dan Brand yang sesuai dengan bidang dan kemampuan saya. Beberapa bulan saya mempersiapkannya, akhirnya lahirlah brand Dee Nutrition, sebuah brand yang nama awalnya berasal dari  2 huruf depan nama asli saya. Tujuan awal? Tujuan awal saya adalah sedikit demi sedikit membuat basis brand saya. Pertama membuat nama brand yang unik dan cukup eye catching¸kedua membuat avatar brand agar orang – orang lebih tertarik, ketiga membuat blog/web dan social media untuk bisa memperkenalkan dan memperluas jangkauan brand saya.

Semua target sudah saya lakukan dan selesaikan di tahun kedua saya kuliah, namun karena kendala saya dalam mengatur waktu akhirnya, projek memperkenalkan brand saya ‘mandek’. Bagaimana tidak, tahun ketiga dan keempat adalah tahun – tahun yang (menurut saya) sangat sulit, Jam kuliah yang semakin meningkat, organisasi, kepanitiaan, tugas semakin meumpuk, studi lapangan, praktikum laboratorium serta laporannya, persiapan penelitian dan tugas akhir/skripsi. Semua itu membuat saya akhirnya harus ‘berhenti sejenak’ dalam mengembangkan brand Dee Nutrition.

SAYA INGIN SERIUS MENJADI BLOGGER DAN MEMILIKI PENGHASILAN

Ketika kita lulus kuliah, pasti ada hal selanjutnya yang harus kita lakukan bukan? Mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai seorang Fresh Graduate pasti itu ada dipikirannya, apalagi orang – orang disekitar pasti akan menanyakan juga apa yang kita lakukan selanjutnya setelah lulus ini. Saya sendiri karena cita – cita saya adalah menjadi seorang Pengajar/Dosen saya sudah merencanakan untuk melanjutkan kuliah. Berarti saya tidak bekerja dan menganggur dong? Bisa dikatakan tidak, saya masih mengikuti beberapa pekerjaan ‘sementara’ yang saya lakukan, Saya memang tidak memiliki main job, namun saya sudah banyak melakukan part time job dari kuliah dulu.

Saya memutuskan untuk menjadi Blogger, selain dua alasan diatas adalah saya ingin bisa memonetisasi blog saya dan dapat menghasilkan uang dari blog yang saya miliki. Ketika dulu, saya sudah mengenal yang namanya Google AdSense, sebuah layanan iklan web yang dikelola Google. Jika kita (blog kita) diterima oleh AdSense, maka kita bisa mendapatkan pundi – pundi dari iklan yang kita sematkan di blog yang kita miliki (dan daftarkan tadi). Inilah alasan lain kenapa saya ingin aktif Blogger lagi, saya ingin menghasilkan uang dari blog saya dan menjadikan kegiatan menulis blog sebagai part time job saya selanjutnya, dan mungkin seterusnya.

PENCAPAIAN TARGET SELAMA 6 BULAN MENJADI BLOGGER

Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger, tentu saja ada target – target yang harus saya capai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dibawah ini adalah target – target saya dalam Blogging

Posting Artikel Secara Konsisten Setiap Harinya

Untuk terus melatih kemampuan menulis saya sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung harian blog saya, maka salah satu cara terbaik yaitu merilis artikel di blog setiap harinya. Hal ini akan membuat saya akan terus melatih kemampuan menulis saya setiap hari, bagaimana saya harus membuat sebuah artikel yang baik dalam waktu satu hari. Kualitas blog salah satunya ditentukan dari jumlah posting artikel yang ada di blog tersebut, semakin banyak maka semakin bagus. Tentunya kuantitas jumlah posting juga harus dibarengi dengan Kualitas artikel yang baik pula. Selama sekitar 3 bulan saya terus menulis artikel setiap harinya, membaca referensi – referensi supaya artikel yang saya buat tetap berkualitas.

Membuat Target Menulis Artikel dalam Sebulan

Ketika saya selesai dalam mempersiapkan dan menyelesaikan template blog saya, kemudian hal lain yang saya lakukan adalah mentargetkan berapa banyak artikel minimal yang harus saya buat dalam satu bulan. Saya mentargetkan minimal 20 artikel yang saya rilis selama 3 bulan (September – November). Hasilnya? 3 (Tiga) bulan tersebut saya berhasil membuat cukup banyak artikel dan melebihi target saya. Dikarenakan saya juga saat itu mentargetkan untuk bisa diterima Google Adsense, saya pun akhirnya berusaha untuk konsisten menulis artikel setiap hari dan mencapai target bulanan saya.

Memiliki Jadwal Blog yang Teratur

Sekarang ini, saya sudah mulai membuat jadwal teratur dan tema mingguan untuk blog saya. Saya memutuskan untuk merilis 5 artikel dalam seminggu, dengan sabtu dan minggu adalah hari libur untuk saya sekalian menyiapkan tema artikel untuk minggu depan. Hal ini lebih memudahkan saya karena dengan adanya tema mingguan, akan membuat saya fokus untuk mencari referensi dan membuat artikel dengan tema yang sama dan (mungkin) berkesinambungan. Ini tentunya lebih banyak menghemat waktu saya dalam membuat artikel karena pencarian/riset karena saya tak harus membaca banyak tema tulisan dalam satu minggu. Anda tidak percaya? Coba saja lakukan, maka anda akan merasakan manfaatnya ketika anda menulis blog. Hal lain yang harus diingat juga adalah jangan lupa untuk memasukkan hari ‘libur’ dalam menulis artikel. Adanya hari libur untuk membuat artikel akan ‘mengistirahatkan’ otak kita sehingga otak kita tidak jenuh dalam menulis.

Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan terus Membuat Artikel

Mungkin ini yang mulai saya rasakan sekarang. Meningkatkan kemampuan menulis saya adalah factor utama kenapa saya aktif blogging lagi. Saat ini mungkin saya sudah bisa merasakan manfaat dari menulis dan membuat artikel blog saya. Dulu, ketika saya ingin membuat artikel, pasti banyak ‘mandek’ atau stuck karena satu dan lain hal. Biasanya yang membuat saya mandek adalah bingung dalam membuat awalan dan akhiran artikel, bingung dalam menentukan kosakata pada artikel, bingung membuat kalimat penyambung dari paragraph sebelum ke selanjutnya, terkadang sering OOT karena membuat banyak artikel dalam sehari dengan tema yang berbeda.
Sekarang, setelah 6 bulan saya mulai bisa merasakan bahwa kemampuan menulis saya mulai meingkat dan lebih baik dari sebelumnya. Sekarang untuk membuat artikel dengan jumlah kata diatas 500 kata tidaklah sulit jika dibandingkan dulu ketika awal – awal menulis. Ketika dulu saya memulai blogging, saya hanya mampu dalam membuat artikel dengan standar 300 kata per artikel. Berdasarkan blog – blog lain yang saya baca, jumlah kata tersebut terlalu kecil dan harus ditingkatkan lagi agar semakin menantang dan melatih kemampuan menulis saya. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai meningkatkan jumlah minimal kata dalam artikel yang saya buat. Saya kemudian mulai meningkatkan jumlah kata minimal dari 500, 600, 1000, 1200, 1500 dan 2000. Saat ini, rentang minimal saya dalam membuat artikel adalah sekitar 500 kata, namun saya bisa dengan mudah membuat artikel dengan jumlah diatas 500 – 1500, untuk artikel diatas 2000 kata biasanya jarang dan akan saya potong menjadi beberapa part artikel.

Kemampuan Manajerial Blog Saya Semakin Baik

Kemampuan manajemen blog saya juga menjadi lebih baik dan semakin memudahkan saya dalam menulis. Saya mulai teratur dan terjadwal dalam menulis artikel, dan sekarang saya mulai menerapkan peraturan satu tema per minggu untuk membuat fokus dan mudah dalam menulis artikel.

Memonetisasi Blog, dan Diterima oleh Google Adsense

Bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang kita lakukan dan senangi adalah salahsatu ‘kebahagiaan yang haqiqi’. Bagaimana tidak? Kita melakukan sebuah pekerjaan/kegiatan yang memang kita suka dan ditambah bisa menghasilkan uang dari itu, tentu saja sangat menyenangkan dan itulah yang saat ini ingin saya capai. Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger lagi, saya pun akhirnya juga memutuskan untuk bisa diterima Google AdSense, sebuah layanan iklan dari Google yang intinya jika kita diterima maka kita bisa menayangkan iklan di blog kita dan kita bisa dibayar. Menjadi Blogger/penulis blog tidaklah mudah, jujur dibutuhkan semangat yang tinggi untuk tetap terus menulis artikel dan mem-posting­-nya di blog setiap harinya.

Jika menjadi blogger tidak mudah, tunggu sampai anda berusaha untuk diterima Google Adsense, jauh lebih sulit. Selama 6 bulan saya blogging, sudah 10 kali saya mendaftarkan blog saya agar diterima oleh Google Adsense. Hasilnya? Saya mengalami 9 kali tolakan, menyakitkan bukan? Tentu saja sakit, dan lelah, dan terkadang merasa putus asa karena terus ditolak, namun saya terus tetap berpegang teguh untuk terus meningkatkan kualitas blog saya agar dapat diterima Google Adsense. Akhirnya? saya di terima oleh Google Adsense pada minggu terakhir dibulan januari 2018, sebuah pencapaian yang saya tunggu tunggu sejak saya memulai menjadi penulis blog di pertengahan 2017. Akhirnya semua yang saya lakukan untuk dapat diterima oleh Google Adsense tidak sia – sia.

Also Read
Fakta Tentang Blog Saya Dee Nutrition’s Blog yang Diterima Google Adsense

PERJALANAN BLOGGING SAYA MASIH TERUS BERLANJUT


Setelah saya diterima oleh Google Adsense, secara resmi berarti saya bisa memonetisasi blog saya. Ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan saya dan saya akan terus meningkatkan blog saya agar blog saya semakin ramai dan menarik pengunjung untuk datang ke blog saya dan membaca tulisan – tulisan saya. Masih terdapat banyak tantangan yang harus saya lewati, masih banyak target yang harus saya capai. Saya harus tetap semangat dalam kegiatan Blogging dan meningkatkan kualitas artikel blog dan kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan keras dan tidak menyerah. Doa, Semangat, Kerja Keras dan Kesungguhan adalah sesuatu yang harus kita pegang agar saya bisa sukses dalam berkarir menjadi seorang Blogger. Semoga saja, doakan saya.



Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih


Author of Dee Nutrition's Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

Kamis, 08 Februari 2018

Terimakasih Google Adsense, Impian Saya Tercapai

diterima google adsense


Akhirnya saya diterima Google Adsense. Sebuah pencapaian yang sebenarnya saya sangat ingin capai di akhir tahun 2017, namun baru kesampaian di awal 2018. Intinya yang saya rasakan sekarang adalah saya sangat senang dan bahagia bisa membuat target dan tujuan saya menjadi kenyataan. Saya bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang saya senang melakukannya.

Terimakasih saya ucapkan kepada Google dan Google Adsense yang telah menerima saya sebagai mitra Google Adsense dan mewujudkan keinginan saya menjadi nyata. Sungguh ini adalah sebuah pencapaian yang sangat penting dan bermakna bagi saya. Saya tidak akan melupannya dan semoga saya bisa terus menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi seterusnya.

Karena kejadian ini membuat saya untuk terus sabar dan tidak menyerah dengan apa yang terjadi, karena jika kita menyerah padahal kita sudah ditengah jalan (atau bahkan hampir sedikit lagi mendapatkan apa yang kita inginkan) maka kita akan kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Memang bukan kapasitas saya yang hanya seseorang biasa dan bukan siapa – siapa, namun hal inilah yang terjadi pada diri saya. Jika waktu itu saya sudah memutuskan untuk menyerah dan tidak mendafar lagi dan lagi ke Google Adsense serta perbaiki masalah – masalah yang harus diperbaiki agar bisa diterima oleh Google Adsense, pasti saya tidak akan pernah di TERIMA Google Adsense (dan tentunya saya tidak akan membuat artikel ini, bukan?) Terimakasih Google telah menerima saya.

Banyak hal yang saya pelajari dari kejadian ini, dan tentunya saya menjadi semakin bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada saya karena pada akhirnya doa saya terkabul berkat kerja keras dan rasa pantang menyerah saya. Jika kita tetap teguh pendirian, terus kerja keras dan tidak menyerah lalu disertai dengan doa yang maksimal, pasti pada akhirnya semua yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Oleh karena itu jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan ya...

Saya sadar saya harus terus berusaha keras dan melakukannya sampai apa yang saya inginkan bisa saya dapatkan. Tidak ada cara mudah untuk bisa menggapai sesuatu yang kita inginkan, apalagi jika apa yang kita inginkan adalah sesuatu yang besar, maka akan banyak tantangan dan rintangan yang menghadang didepan anda.

Menjaga semangat, kesungguhan dan keteguhan hati itu memang sulit. Kita harus me-recharge semua itu agar kita tidak kehilangan keiginan untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Selama 6 bulan ini saya mengalami pasang surut, pernah hampir menyerah, tidak ada semangat untuk membuat artikel, hingga stop selama satu bulan jarang menulis karena banyak hal.

Ternyata, setelah saya menginvestasikan banyak waktu (serta uang) untuk blog saya, ada secercah harapan bahwa saya bisa menghasilkan uang dari blog saya. Saya tahu kedepannya akan masih banyak tantangan yang harus saya lewati, namun saya telah membuka pintu baru untuk menggapai kesuksesan yang saya inginkan di masa depan nanti. Semoga saya selalu bisa mengembangkan dan meningkatkan kualitas blog saya dan artikel blog saya. Saya menemukan semangat baru untuk terus berjuang untuk dapatkan apa yang saya inginkan dan saya tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Kejadian ini membuat saya harus terus berjuang pantang menyerah, dan terus berdoa karena pasti pada akhrinya apa yang kita inginkan akan jadi kenyataan.


Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Rabu, 17 Januari 2018

Dee's Journey: Menyerah itu (Harusnya) Tidak Ada Dalam Kamus Saya

jangan menyerah

Apakah saya orang yang mudah menyerah? Saya pribadi merasa bahwa saya bukanlah orang yang mudah menyerah. Dulu ketika saya SMA, saya  berlomba dan terus kalah berkali – kali, saya tetap tidak menyerah dan malah lebih giat berlatih (dan berdoa) dan akhirnya bisa menang. Ketika kuliah, saya juga terus berharap untuk bisa mendapatkan nilai bagus dan bisa dapat gelar cum laude ketika saya lulus, pada awal semester saya masih berantakan dalam mengatur jadwal dan beradaptasi dengan dunia perkuliahan (dan merantau), namun pada akhirnya saya bisa mengatasinya dan saya mendapatkan predikat cum laude ketika saya lulus kemarin.

(Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu)

Mungkin bersikap realistis dan mudah menyerah itu sering dikatakan sama, padahal menurut saya keduanya berbeda. Saya adalah orang yang realistis, jika dipikiran saya saya tidak bisa mendapatkan atau melakukannya, maka saya akan langsung katakan tidak atau saya langsung tidak ingin melakukannya atau mendapatkannya. Jika analisis saya mengatakan itu adalah hal yang sulit untuk dicapai dan digapai, maka saya akan langsung menyerah. Maksud saya, untuk apa saya bersikap optimis jika pada akhirnya saya tahu bahwa saya tidak akan mendapatkan atau bisa melakukannya? Hal itu hanya buang – buang energi saja bagi saya.

Jika saya mudah menyerah, mungkin saya tidak akan bisa menyelesaikan kuliah saya tepat pada waktunya. Saya mungkin cukup bangga dengan diri saya, saya adalah orang yang sering sakit dan menderita berbagai macam penyakit, namun saya masih bisa lulus dengan masa waktu normal 4 tahun, yang bahkan orang – orang normal dan sehatpun belum bisa mencapainya. Mungkin jika saya mudah menyerah, saya akan menerima keadaan, terus mengeluh dan akhirnya saya terlambat untuk bisa lulus tepat waktu.

Saya memiliki berbagai macam penyakit yang membuat saya mudah untuk menjadi malas. Penyakit – penyakit yang saya derita membuat saya mudah sekali untuk bermalas – malasan seharian dan tidak melakukan kegiatan berarti atau bahkan malah tidak melakukan apa – apa sama sekali. Ketika saya benar – benar malas, saya sangat membenci diri saya, namun saya tidak bisa melakukan apa – apa. Saya akan terus malas sampai saya menemukan suatu cara atau motivasi untuk membuat saya lebih semangat lagi dan bisa kembali aktif untuk melakukan sesuatu. Hal yang sangat gila bukan? Mungkin sebagian dari kalian juga mengalami nasib yang sama dengan saya? Welcome to the club, eh?

Akhir – akhir ini saya terus berpikir apakah doktrin tidak menyerah dalam diri saya ini mulai berkurang atau kendor? Saya terus bertanya akan hal itu karena akhir – akhir ini saya menjaid lebih pesimis dan mudah menyerah. Saya juga masih berusaha untuk melawan kemalasan saya yang terus – menerus menyerang saya dan membuat saya jadi malas dan tidak melakukan apa – apa. Kenapa saya jadi malas – malasan untuk menggapai cita – cita saya?

Saya harus bisa berubah demi diri saya sendiri. tidak akan ada orang yang dapat merubah diri saya jika saya sendirilah yang membuat saya malas. Mungkin kata – kata ini benar “musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.”, kata – kata tersebut terus terngiang dalam pikiran saya. Saya terus mencari cara untuk bisa memperbaiki diri saya agar saya tidak mudah untuk menyerah lagi, tidak malas – malasan dan tetap semangat dalam menggapai dan melakukan apa yang saya inginkan dan lakukan. Saya HARUS BERUBAH DAN MENJADI LEBIH BAIK LAGI. DOAKAN SAYA.  


Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih

Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Selasa, 16 Januari 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

enaknya di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.


Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.

Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Selasa, 09 Januari 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip

pekerjaan


Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?


Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.


Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.


Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

Sabtu, 30 Desember 2017

Sebelum Tahun Baru 2018, Mari Review Pencapaian Tahun 2017

goals 2017

Happy New Year 2018 Everyone, Selamat Tahun Baru 2018 semuanya, sebentar lagi tahun baru bukan? Semoga di tahun yang baru nanti kita semua menjadi lebih baik lagi. Apa yang anda lakukan ketika tahun baru tiba? Apakah anda senang dengan tahun baru? Apakah anda menuliskan target – target anda untuk setiap tahun baru yang akan tiba? Jika ia, mungkin kita memiliki hal yang sama. Sebentar lagi adalah tahun baru, tahun 2018 akan segera datang dan menggantikan tahun 2017. Pasti banyak dari kalian yang menginginkan sesuatu di tahun 2018 bukan? Begitupun dengan saya, terdapat banyak hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan di tahun 2018 ini.

Rasanya aneh jika kita membahas tahun baru 2018 tanpa merefleksikan diri ke tahun sebelumnya, oleh karena itu sebelum tahun 2017 selesai, saya ingin me-review target – target apa saja yang saya dapatkan di tahun 2017 ini. Setiap tahunnya saya selalu menuliskan baik itu di laptop, di smartphone pribadi, ataupun di buku jurnal saya. Sebagian besar ada yang tercapai, dan hanya sebagian kecil yang belum bisa saya capai ketika saya membuat target atau goal – goal saya setiap tahunnya.

Target – Target Tahun 2017

Ketika saya menuliskannya di akhir tahun 2016, saya menuliskan beberapa target – target yang ingin saya capai dan dapatkan di tahun 2017. Dibawah ini merupakan target – target tahun 2017, bisa dibilang target – target yang ingin saya capai di 2017 ini hampir sama dengan target 5 tahun saya yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu.

Lulus dengan IPK diatas 3.5 dan Predikat Cumlaude

Seperti yang sudah dibilang, target – target di tahun 2017 itu kebanyakan adalah target – target dari target jangka menengah 5 tahun yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu. Satu hal yang selalu saya pantau adalah nilai dan IPK akademik saya. Sejak awal saya kuliah, target saya adalah mendapatkan IPK diatas  3.5 dan predikat Cumlaude saat lulus. Saya sangat bersyukur saya bisa mendapatkan IPK akhir diatas 3.5 dan mendapatkan predikat Cumlaude setelah lulus dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) kemarin.

Banyak orang bilang bahwa nilai IPK itu tidak terlalu penting, yang penting adalah pembentukan karakter dan aktif dalam berorganisasi. Hmm…Menurut saya nilai IPK itu tak kalah penting juga. Jika IPK kita terlalu rendah maka kita harus mengulang mata kuliah agar nilai kita bisa naik dan memenuhi syarat lulus dan imbasnya akan memperlama masa studi kuliah kita, bahkan lebih parahya lagi kita bisa di  Drop Out. Nilai IPK juga disyaratkan jika kita ingin daftar kerja, dan ada syarat minimalnya. Jadi IPK menurut saya adalah hal yang sangat penting. Selain itu saya juga seorang mahasiswa perantauan dan untuk apa saya kuliah jauh – jauh jika saya hanya menjadi seorang yang biasa – biasa saja, dan tidak ada apa – apa yang membanggakan  untuk orangtua dan keluarga saya ketika saya kuliah jauh dari kampung halaman saya.

Saya tentu saja memikirkan prestasi akademik saya, dan karena saya tidak ikut lomba – lomba lagi jadinya hal  yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan prestasi akademik saya adalah melalui nilai IPK. Saya juga pernah mengikuti seminar – seminar dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan saya, serta lomba – lomba baik lomba karya tulis ataupun lomba poster namun ya masih belum beruntung, tetapi setidaknya saya mencoba.

Tetapi jangan salah, walaupun saya sangat fokus dengan akademik saya bukan berarti kegiatan non – akademik saya tidak saya pikirkan. Saya cukup banyak mengikuti organisasi kampus seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi selama 2 tahun dan juga Lembaga Pers Fakultas Kedokteran Undip selama 1 tahun.

Lulus dengan Masa Studi 3.5 – 4 Tahun

Untuk target yang kedua ini sebenarnya saya turunkan. Target awal saya ketika saya membuat target jangka menengah 5 tahun adalah saya bisa lulus dengan predikat Cumlaude dan masa studi 3.5 tahun, namun ternyata Tuhan berkehendak lain dan saya juga tidak sanggup. Banyak kendala yang saya alami ketika saya mencoba untuk mengejar target 3.5 tahun. Kendala yang saya alami utamanya adalah dari segi kesehatan.

Entah apa yang terjadi dengan saya dan tubuh saya, setiap saya melakukan kegiatan besar dan lama pasti setelah selesai kegiatan tersebut, saya langsung jatuh sakit. Ada saja saya terkena sakit setelah saya melakukan sebuah kegiatan besar, apakah saya terlalu memaksakan diri dan berakhir tepar lalu terkena penyakit? Entahlah, saya masih belum mendapatkan jawabannya sampai sekarang. Mungkin hikmah yang bisa saya ambil dari sini adalah untuk tidak terus – terusan memaksakan diri, jangan lupa bersenang – senang dan jangan lupa untuk makan tiga kali sehari karena hal – hal tadi adalah hal – hal yang sering saya lupakan ketika saya memaksakan diri saya untuk menyelesaikan sesuatu.

Setelah kendala – kendala yang saya hadapi, saya merendahkan target saya menajdi 3.75 tahun namun ternyata masih belum bisa sampai pada akhirnya saya baru bisa selesai kuliah terhitung 3 tahun 11 bulan. Ya mungkin ini sudah takdirnya, dan sisi positif yang bisa saya ambil adalah saya masih lulus di kitaran 3 tahun-an (agak maksa ya… :’D) dan dibawah 4 tahun. Saya tetap bersyukur akan hal itu.

Mendapatkan IP 4 di Satu atau Beberapa Semester

Mungkin saya terlalu percaya diri dan belum sadar bahwa kuliah itu jauh lebih sulit dan lebih padat dibandingkan waktu sekolah di SMA dulu. Saya diawal – awal kuliah masih optimis untuk bisa mendapatkan IP yang tinggi dan yakin bisa dapat IP 4. Saya begitu naif dan terlalu berkekspektasi tinggi, dan hasilnya semester 1 – 4 saya berakhir dengan IP dikisaran 3 – 3.5. setelah itu saya tetap berharap namun tidak terlalu tinggi, hasilnya di semester 5 IP saya naik menjadi 3.79 dan di 3 semester akhir IP saya semunya 4.

Satu hal yang menarik dari cerita yang saya miliki adalah ketika di semester 6. Semester 6 menurut saya adalah semester yang sangat padat karena banyak sekali tugas, presentasi, laporan, kerja kelompok, praktikum, ambil data lapangan, dan persiapan proposal penelitian untuk tugas akhir dan agar bisa lulus. Selain itu saya mengambil 24 sks di semester 6 itu, yang tentunya  membuat saya khawatir IP saya akan jatuh dibawah 3.5 lagi, saya juga masih aktif di organisasi himpunan jurusan dan organisasi fakultas.

Semester 6 saya sudah pasrah jika nilai saya tidak begitu tinggi, namun ending-nya saya malah mendapatkan IP 4 di semester yang menurut saya semester paling padat yang pernah saya jalani, lalu setelah itu semester – semester berikutnya saya terus mendapatkan IP 4 sampai saya lulus. Hal ini tentunya mempengaruhi IPK akhir saya dan saya bisa mendapatkan predikat Cumlaude saat saya lulus dulu dan saya bahagia dengan pencapaian ini.

Aktif Blogging lagi dan membuat Personal Blog

Saya sudah mengenal Blog sejak saya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ketika saya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memutuskan untuk membuat blog saya sendiri. Bisa dibilang saya masih kurang serius waktu itu dan blog saya masih kurang terurus.

Awal kuliah pun juga begitu, saya ingin membuat sebuah personal brand milik saya sendiri (ceritanya ada dibawah) yaitu Dee Nutrition. Setelah saya memutuskan untuk membuat personal brand saya memutuskan untuk membuat sebuah personal blog dengan nama yang sama yaitu Dee Nutrition pada tahun 2014 kemarin. Selesai membuat sebuah blog, ternyata blog saya masih belum terurus dengan benar dan saya masih belum bisa konsisten untuk posting di blog saya. Akhirnya saya tidak aktif untuk Blogging sampai pada akhir 2016 dan merencanakan lagi dari awal agar blog saya bisa terurus dengan baik dan saya bisa konsisten Blogging  lagi dan semua itu pada Agustus 2017 tercapai. Saya aktif menulis di blog lagi dan menjadi lebih serius lagi. Saya membeli top level domain (dotcom), memperindah dan memper-simple tampilan blog saya, mulai belajar Search Engine Optimization (SEO) lagi, dan mencoba peruntungan menjadi publisher Google Adsense. Semoga seterusnya saya bisa konsisten dan lebih serius lagi dalam Blogging dan membuat brand milik saya Dee Nutrition jadi lebih terkenal.

Memperkenalkan Personal Brand

Ini mungkin cita – cita saya yang dari dulu saya ingin lakukan namun belum kesampaian dan saya masih belum bisa terlalu serius dengan ini. Sejak saya di SMA dulu, saya ingin membuat sebuah personal brand sendiri. waktu di SMA dulu saya bercita – cita ingin memiliki personal brand dan personal blog sendiri, namun ternyata belum kesampaian.

Progress yang saya lakukan untuk memperkenalkan personal brand saya terhitung lambat dan lama. Jujur, satu hal yang membuat saya tidak dapat mempercepatnya adalah factor kemalasan saya yang begitu tinggi. Ketika saya sudah malas dan benar – benar malas, sangat sulit bagi saya untuk bisa melakukan sesuatu dengan serius dan akhirnya mengakibatkan sebagian target – target saya belum tercapai dan salah satunya adalah personal brand ini.

Saya sudah membuat personal brand saya bernama Dee Nutrition. Saat ini, saya sudah lulus dan target target ini masuk ke target tahun depan yang benar – benar ingin saya capai dan wujudkan. Semoga tahun depan saya bisa lebih memperkenalkan personal brand saya lebih baik lagi, sukses dan bisa di kenal banyak orang.

Itu adalah target – target di tahun 2017 yang saya capai tahun ini,bagaimana dengan anda sendiri? apakah anda memiliki target – target yang anda buat untuk tahun 2017 ini? Apakah tercapai semua? Atau ada yang tidak tercapai? Ceritakan cerita anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada komentar, pertanyaan, kritik ataupun saran, silahkan kirim juga melalui kolom komentar yang ada dibawah.
Jangan lupa like fanspage Dee Nutrition’s Blog di Facebook dan subscribe melalui email. Share post ini melalui social media yang anda punya jika berkenan. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Selasa, 28 November 2017

Searching For Happiness (E)

searching for happiness


I am Searching for Happiness


What is Happiness? What is that thing? How can I get it? Until now, I am still wondering about it and still searching for Happiness. I want to know what Happiness is. Do I happy? Maybe, sometimes I get happy when I see and talk to my family or someone that I love, sometimes I get happy when I doing something that I like, or even sometimes I get happy but I don't know the reason why I am happy. But, behind all of that, I have more problems and burdens that I got in this life. All of those things make me unhappy, and I am having a hard time with that.


"I Don't Know What Happiness Is"


The pain, the burden and the problem that I have is really stressing me out. I think I will become bald in my mid -twenty, and that is not a good thing for me. I realized that if I stay like this and remain unchanged then I will be dead in my thirties because of the stress and depression that I will get because of it. 

I must search the happiness, I have to find it before it's too late for me to find. I should find my own happiness. I can't stay like this and remain unchanged. I can't keep holding the stress and the burden that I got from my problem. 

If I can't find my own happiness then my life will be in peril and I will be dead in the next few years from now. Do I want to die? Of course not, there are just so many things that I want to do and i want to get. There are just so many goals that I have not achieved yet. 

"My Life is Hard so I have to Find the Happiness"

My life is really hard, sometimes I just want to die because of my problem, but I can't give up and I won't give up. There is one thing that I want to do before I die, I want to make my mother happy, and always smile and laugh without any problem. My mother is everything to me and I can't give up yet, not until I give everything that I got.



I hope that God will answer my questions and my prayer. I still have so many things that I don't know. Why he gives me so many problems, why he gave me so many diseases that can not be cured, I really want an answer from God.

"I am Still Searching For my Own Happiness"

I have to find my own happiness because it is the thing that can make me get through every problem, stress, and burden that I got. I will not give up myself until I find it, I will do everything and anything to get my own happiness. Let the journey begin.

Dee Nutrition's Blog
Share:

Rabu, 22 November 2017

Kenapa Kimia itu Sangat Menyenangkan Dan Penting Untuk Saya ?



"Saya sangat menyukai Pelajaran Kimia Sampai sekarang"

Pelajaran Kimia ? Apakah kalian menyukai Kimia ? Pelajaran Kimia merupakan salah satu pelajaran yang sangat saya sukai dan saya bisa ketika di SMA dahulu, bahkan Kesukaan saya terhadap Kimia juga salah satu alasan yang menuntun saya bisa menjadi seorang Sarjana Gizi seperti sekarang. Kimia sangatlah mudah dan menyenangkan bukan ? Haha

Saya sangat suka pelajaran kimia, menurut saya kimia itu mudah dan menyenangkan ? bukankah memang begitu ? (Haha). Alasan non-sense (It’s so ridiculous) kenapa saya menyukai Kimia adalah karena dalam Kimia terdapat nama saya di sebuah senyawa, terdapat nama Tio di senyawa tersebut. Ketika saya menemukan hal tersebut, damn, I’m shocked, I feel famous (Hyperbolic phrasing haha). Maksudku bagaimana bisa ada nama Tio di senyawa kimia dan saya baru tahu ketika saya belajar kimia di SMA. Ternyata selain Tio atau Theo yang berarti berkah Tuhan, ternyata nama saya juga mempunyai arti lain dalam Bahasa Yunani yaitu theion yang berarti Sulfur (One of the coolest fact that I ever got)


Alasan pribadi saya kenapa saya menyukai Kimia adalah karena menurut saya Kimia itu tidak seperti Matematika yang isinya hanya perhitungan saja atau seperti biologi yang hanya hafalan saja,. Pada waktu itu Kimia dan Fisika merupakan dua pelajaran IPA yang saya sukai dan saya bisa,namun jika harus memilih maka saya lebih menyukai Kimia. Memang Fisika dan Kimia adalah pelajaran yang saya sukai dan saya lebih bisa pada pelajaran tersebut dibandingkan pelajaran Matematika, namun tetap saja menurut saya dulu Fisika itu lebih sulit dibandingkan Kimia karena Fisika harus lebih bermain logika dan pemikiran dan pemahaman yang lebih dalam.

"Kimia itu mudah dan menyenangkan, Haha"


Jika harus diranking pelajaran – pelajaran yang saya bisa kerjakan dengan mudah waktu SMA dahulu maka Kimia (dan Bahasa Inggris & Indonesia) menempati ranking paling atas, kemudian dilanjutkan Fisika, lalu Biologi dan Matematika. Entah bagaimana bisa, mungkin karena jika saya sudah senang dengan suatu hal maka saya akan dengan mudah untuk mempelajarinya dan mengerjakan soal – soal dari pelajaran tersebut.

Kesukaan saya terhadap kimia juga merupakan salah satu alasan besar yang menuntun saya mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, ya bisa dibilang masih terdapat sangkut paut antara kimia dengan Ilmu Gizi yaitu tentang Kimia Makanan. Ilmu Gizi juga diharuskan mengetahui senyawa – senyawa organic zat gizi, kita harus mempelajari dan mengetahui teori – teori kimia dasar, serta terdapat praktikum yang menantang dan sangat menyenangkan (and tiring too) yang harus diikuti.

Waktu dahulu saya mendaftar SBMPTN tedapat 3 jurusan yang sebenarnya sangat berbeda namun jika dianalisis lebih dalam lagi maka kalian akan mendapatkan benang merah antara ketiganya. Ketika itu, saya mendaftarkan diri ke tiga jurusan dan perguruan tinggi yang berbeda. Saya memilih jurusan Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD) , Ilmu Gizi  Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pendidikan Kimia Universitas Lampung (UNILA). Terlihat benang merahnya ? Ya benang merahnya adalah Kimia, Teknik Geologi mempunyai dasar Kimia Tanah, Ilmu Gizi mempunyai dasar Kimia Makanan dan Organik, serta Pendidikan Kimia (Obvious jadi Guru). Waktu dulu sebenarnya Passing Grade Ilmu Gizi UNDIP dan Kedokteran Gigi UNPAD hampir sama (sama – sama 34 – 35 % kalau saya tidak salah ingat) dan ibu saya menyarankan saya untuk mengambilnya, namun karena saya sudah memilih Teknik geologi UNPAD jadi saya tidak mendaftar Kedokteran Gigi UNPAD (there’s a bit regret but that’s okay).


Alasan saya juga tidak mengambil Kedokteran Gigi UNPAD adalah karena ekonomi keluarga (My Mother is Single Parent with Three Kids) dan karena Pendidikan Kedokteran Gigi itu membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 7 tahun untuk bisa selesai dan mendapatkankan gelar drg. jadi saya memilih Ilmu Gizi UNDIP. Waktu terus berlalu dan tes SBMPTN di mulai dan mulai menunggu pengumuman SBMPTN 2013. Singkat cerita ketika hari H pengumuman datang, ternyata saya ditolak Teknik Geologi UNPAD sebagai pilihan pertama saya, namun saya diterima di pilihan ke dua saya di Ilmu Gizi UNDIP. I’m happy of course, because I learn so many things in Nutrition Science, so regret aside.


So that’s it, that’s one of my journey. Pelajaran Kimia merupakan pelajaran yang saya sukai sejak dulu, hanya karena alasan yang tidak jelas dan sangat non-sense saya sangat menyukai kimia. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isikan di boks komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari Blog ini. Sekian dan Terimakasih



Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Selasa, 21 November 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4)

Kehidupan Perkuliahan di Universitas Diponegoro

Untuk part 4 kali ini akan masuk membahas cerita saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal dan keren di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro

fk undip

Akhirnya Menjadi Mahasiswa di Universitas Ternama di Kota Semarang

Menjadi Salah Satu Mahasiswa di salah satu Universitas Besar di Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya dan keluarga. Saya diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro atau yang sering disingkat dan dipanggil Undip merupakan salah satu Universitas besar negeri di Indonesia. Undip merupakan salah satu universitas negeri yang menduduki posisi 6 sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, ya terkadang naik turun namun 5 besar dan 6 besar, namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Diponegoro  adalah salah satu universitas ternama, terbaik dan hebat di Indonesia.

Saya diterima di Universitas Diponegoro ? tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangatlah bangga karena bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia dan terfavorit di Kota Semarang tersebut. Saya sebagai orang Lampung bisa kuliah di luar ‘negeri’ sendiri itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi saya. Menjadi salah satu siswa yang diterima di salah satu universitas besar adalah hal yang membanggakan, karena di Lampung tidaklah banyak orang – orang yang diterima di universitas – universitas besar di Jawa. Selain itu ada mindset bahwa lebih baik kuliah di yang dekat saja atau di Lampung saja. Saya tidak ingin mengikuti mindset tersebut dan tidak ingin kuliah di Lampung.

Lampung memiliki satu universitas negeri yaitu Universitas Lampung (Unila) (oh sekarang ada 3 yaitu ditambah UIN Radin Intan dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)), namun saya tidak ingin kuliah disana karena Unila memiliki peringkat universitas yang jauh dari peringkat 10 besar, sepertinya saat itu berada di posisi 20an dan saya tidak ingin kuliah disana. Alasan lainnya juga karena saya ingin merasakan hidup sendiri dan merantau, merasakan bagaimana hidup sendiri dan jauh dari keluarga yang selalu membantu.

Sejak dahulu terdapat banyak hal yang membuat saya diremehkan oleh banyak orang,  ya saya bukanlah siswa yang genius dan banyak yang merendahkan dan mengatakan bahwa saya tidak akan mungkin bisa kuliah di universitas besar. Ya mungkin mereka benar, saya hanyalah seorang yang biasa – biasa saja, namun ada satu sifat yang dari dahulu saya miliki. Saya adalah orang yang ambisius dan jika saya sudah serius dan benar – benar ingin mendapatkan sesuatu maka saya akan melakukan apapun dan memaksimalkan potensi saya untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika pengumuman SBMPTN keluar, saya mematahkan semua anggapan dan remehan dari orang – orang dan berhasil masuk di Universitas Diponegoro.


Mengenal Beragam Suku dan Budaya di Perkuliahan

Kuliah di salah satu universitas terbesar dan terfavorit se Indonesia berarti juga akan banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia kuliah di Undip bukan ? Di Undip saya mengenal orang – orang yang berasal dari tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti bagian atas Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Di Undiplah saya bisa mengenal beragam suku dan budaya yang dibawa masing – masing orang ketika berkuliah di Undip

Jurusan saya sendiri terdapat mahasiswa berasal dari banyak provinsi. Angkatan saya terdapat mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan juga Sulawesi, bahkan ada juga berasal dari Papua atau Aceh (namun tidak seangkatan dengan saya). Memang kebanyakan yang berkuliah di Undip berasal dari Jawa khususnya Jawa Tengah, namun tidak sedikit pula yang berasal dari provinsi – provinsi lain diluar pulau Jawa.

Masa perkuliahan di Undip membuat saya banyak mengenal budaya – budaya dari beragam suku di Indonesia, walaupun saya belum pernah kesana setidaknya saya dapat mengetahuai atau dapat mengenal berbagai macam kebudayaan dari teman – teman seangkatan dan atau sejurusan dengan saya di Undip. hal ini tentunya semakin memperkaya pengetahuan saya tentang bermacam – macam budaya dari berbagai macam suku di Indonesia. Saya juga bisa mendengarkan beberapa macam logat ataupun Bahasa dari masing – masing suku ketika kuliah di Undip. Semua itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan menjadi nilai tambah kenapa harus kuliah di Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terfavorit dan terbaik se Indonesia.

Kuliah di  Undip membuat saya memiliki banyak teman dari berbagai macam provinsi yang membawa budaya dan Bahasa mereka masing – masing.


Terpisah Jauh dari Kampus Utama



Undip awalnya berada di tengah Kota Semarang kampus utamanya, namun sekarang kampus undip yang ada ditengah kota yang dulunya menjadi kampus utama sekarang dialihkan untuk program magister dan doctoral undip sedangkan kampus utama pindah ke atas kota semarang, tepatnya di Tembalang. Oleh karena itu, kampus utama sering disebut dengan kampus atas atau tembalang, sedangkan kampus di tengah kota sering disebut dengan kampus bawah atau kampus pleburan atau kampus pascasarjana undip.

Jurusan Ilmu Gizi FK Undip merupakan jurusan yang masih terbilang baru, dari 3 jurusan jurusan Ilmu Gizi merupakan jurusan yang paling ‘muda’ dibandingkan jurusan kedokteran umum dan keperawatan. Karena saat itu belum terdapat lahan dan gedung untuk jurusan Ilmu Gizi di kampus utama Tembalang, Jurusan Ilmu Gizi selama beberapa tahun menempati gedung  Fakultas Kedokteran Lama yang ada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, jadi saya selama 3.5 tahun berkuliah disana dan hidup di tengah Kota Semarang. Sama seperti Undip, karena dulu Undip berada di bawah, Fakultas Kedokteran juga berada dibawah namun tidak berada di areal kampus Pleburan, melainkan berada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi, Selama bertahun – tahun FK Undip berada di bawah dan ketika Undip pindah ke atas, jurusan pertama dari Fakultas Kedokteran Undip yang tinggal diatas terlebih dahulu adalah jurusan Keperawatan, disusul Jurusan Kedokteran Umum pada tahun 2013, dan Jurusan Ilmu Gizi pada tahun 2017 ini. Sekarang karena program S1 sudah harus berada di areal kampus utama tembalang, akhirnya semuanya juga harus pindah keatas.

Jurusan Ilmu Gizi masih baru tinggal di kampus utama Tembalang, baru tahun 2017 awal tahun Ilmu Gizi kuliah di gedung baru yang ada di Tembalang. Tentunya karena semua ini ada satu masalah yang saya dapatkan, yaitu saya tidak begitu mengenal Undip dengan baik karena saya selama kuliah berada jauh dari kampus utama Undip di Tembalang


Tidak Banyak yang Saya Tahu tentang Undip


Sebagai mahasiswa Ilmu Gizi Undip yang 3.5 tahun berkuliah jauh dari kampus utama dan hanya 0.5 atau satu semester kuliah di kampus utama Tembalang, tentu saja banyak hal dan informasi yang dilewatkan. Karena hal tersebut membuat saya tidak mengenal kampus saya sendiri. Jadi Jarak antara kampus utama Tembalang dan kampus saya di RSUP Dr. Kariadi itu cukup jauh dengan perjalanan hingga 30 – 45 menit jika menggunakan kendaraan bermotor, tentunya karena jarak yang jauh mana mungkin saya bisa pergi ke kampus utama, apalagi jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan saya pergi ke kampus utama saya tidak akan pergi ke sana.

Selama 3.5 tahun saya kuliah dibawah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke kampus utama, jawabannya sangat sedikit dan ini tentunya membuat saya tidak tahu banyak hal tentang Undip itu sendiri. Jujur jika saya ditanya tentang Undip saya tidak banyak tahu, karena saya begitu awam dengan Kampus Undip, saya bahkan lebih mengenal Fakultas Kedokteran Lama dan Rumah Sakit Dr. Kariadi dibandingkan Undip karena sangking lamanya kuliah dan hidup dibawah dan berkuliah di RSUP Dr. Kariadi.

Saya baru mengenal Undip setelah perkuliahan Ilmu Gizi pindah ke kampus baru di atas dan bisa merasakan kehidupan di kampus utama selayaknya seperti mahasiswa Undip biasa, saya sudah sedikit mengenal Undip dan beragam lokasi – lokasi baik di Undip maupun disekitarnya, saya sedikit tahu tentang spot – spot atau tempat makanan yang enak dan sering digunakan untuk berkumpul atau bersantai Bersama dan masih banyak hal lain yang saya dapatkan, namun tetap saja itu tidaklah banyak dan saya harus menerima fakta bahwa saya tidak begitu mengenal universitas saya sendiri.Ya, mau bagaimana lagi, karena memang nasibnya begitu, tidak ada yang bisa disalahkan dari semuanya karena semuanya sudah terjadi bukan ?

Sekian untuk part 4 dari Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang. Nantikan part selanjutnya hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan lupa subcribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi dan artikel terbaru dari blog ini.


Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirimkan pertanyaan anda dengan mengisinya dikolom komentar yang ada dibawah. Sekian dan Terimakasih
Share:

Minggu, 12 November 2017

5 (Lima) Hal yang Terjadi Selama 4 Tahun Kuliah

mahasiswa fk undip

Apakah anda sedang kuliah ? atau anda sudah selesai kuliah seperti saya? Anda ingin melanjutkan studi anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau memilih untuk bekerja terlebih dahulu? jika anda sudah lulus dan berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya, maka kita berdua sama. Saya saat ini telah selesai menempuh jenjang Sarjana saya dan sedang bersiap – siap untuk melanjutkan ke jenjang Master tahun 2018 nanti. Akhirnya saya bisa menyelesaikan masa studi sarjana saya selama kurang lebih 4 tahun.

"Menjadi Seorang Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk"


Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai.

Banyak hal yang terjadi ketika saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Banyak kejadian yang terus membuat saya semakin ingin cepat selesai dari kuliah. Tentunya banyak hal dan kejadian yang terjadi dan saya alami ketika 4 tahun kuliah. Terdapat pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, menyedihkan, dan menyakitkan yang tentunya menguras energi dan pikiran saya selama kuliah.


1. Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Selama 4 tahun saya kuliah, saya mengikut berbagai macam kegiatan seperti masuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa, menjadi anggota pers mahasiswa Fakultas, mengikuti berbagai lomba, seminar dan pelatihan, serta merasakan bagaimana menjadi seorang asisten dosen di laboratorium.

2. Menjadi Anggota Himpunan dan Anggota Pers Mahasiswa



Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik).



Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)


3. Mengikuti Berbagai Lomba, Seminar dan Pelatihan



Saya juga pernah mengikuti berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan selama saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi FK Undip. Sebenarnya saya tetap mengikuti lomba – lomba selama saya kuliah, namun frekuensinya jauh lebih menurun dibandingkan dulu ketika saya di SMA dan menjadi seorang pemain Scrabble. Sayangnya, lomba – lomba yang saya ikuti belum pernah berhasil dimenangkan. Ya mungkin belum kesempatan dan belum waktunya dan bukan rezekinya. Oleh karena itu saya tidak begitu kecewa walaupun saya kalah. Saya tetap ambil hikmah dan pelajaran yang saya dapat ketia saya mengikuti lomba.

Sebagai mahasiswa yang cukup kutu buku, tentu saja saya saya sangat suka ikut seminar. Sudah puluhan seminar yang saya ikut selama kurun waktu 4 tahun di bangku perkuliahan. Berbagai macam seminar saya ikut yang tentunya berhubungan dengan program studi keilmuan saya yaitu gizi, makanan dan kesehatan. Terdapat seminar lain yang saya ikuti yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill saya diluar keilmuan saya seperti seminar media dan jurnalistik. Semua seminar yang saya ikuti tentu saja menarik dan juga melatih saya untuk bisa bertanya di depan umum dan membuat saya bisa lebih percaya diri untuk berpendapat atau bertanya di depan khalayak ramai.

Selain seminar saya juga mengikuti berbagai pelatihan- pelatihan yang baik terkait dengan program studi saya maupun diluar program keilmuan saya. Saya pernah mengikuti program pelatihan kepemimpinan ketika awal menjadi mahasiswa dan ketika saya masuk menjadi anggota himpunan, mengikuti program pelatihan Basic Life Support di Rumah Sakit dr. Moewardi ketika saya praktik, mengikuti program pelatihan jaminan sistem halal yang diselenggarakan oleh MUI dan mengikuti program pelatihan media (Penggunaan Corel Draw, Illustator, Adobe Premiere, Adobe After Effect) serta program pelatihan jurnalistik. 

Berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan yang saya ikuti tentunya sangat bermanfaat bagi saya. Selain bisa menambah wawasan saya mengenai program keilmuan saya di bidang gizi dan kesehatan, saya juga bisa melatih dan memiliki kemampuan soft skill dan kemampuan di bidang lain seperti pembuatan media dan juga jurnalistik. Semua hal tersebut sangatlah mengasyikan dan mewarnai kehidupan perkuliahan saya selama 4 tahun saya berkuliah.


4. Menjadi seorang Asisten Dosen di Laboratorium



Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

Pengalaman menjadi seorang asisten laboratorium sangatlah menyenangkan. Saya bisa mengajari mengenai teori dan praktik kepada mahasiswa – mahasiswa angkatan atas dari pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat ketika saya kuliah. Menjadi seorang asisten laboratorium membuat saya sedikit mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang dosen walaupun tidak sepenuhnya menjadi seorang dosen. Mungkin di masa depan nanti memang akan lebih sulit namun dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten membuat saya bisa lebih menyiapkan diri untuk menjadi dosen yang baik dan hebat di masa depan nanti. Saya sangat senang bisa menjadi seorang asisten dosen di laboratorium dan saya tidak menyesali telah menjadi seorang asisten dosen di lab.

5. Merasakan Rasanya Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya



Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang akan terus saya ingat dan terus membuat saya berhati – hati dalam berkendara sampai saya mati nanti. Saya mempunyai beberapa prinsip yang saya pegang yaitu 1) Saya lebih baik melaju menggunakan motor dengan kecepatan pelan dan sampai tujuan dengan selamat namun berangkat lebih awal daripada harus mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tergesa – gesa yang bisa mengancam tubuh atau bahkan nyawa saya. 2) Saya akan selalu mengecek kondisi motor/kendaraan saya sebelum saya berangkat kuliah atau pergi ke suatu tempat untuk melihat apakah kondisinya baik atau tidak dan 3) saya lebih memilih menggunakan angkutan yang aman dan nyaman serta supir yang tidak ugal – ugalan ketika menyetirkan angkutannya ketimbang risiko kecelakaan. Ketiga prinsip tersebut adalah prinsip yang selalu saya pegang sampai saat ini. Sejak kejadian kecelakaan yang saya alami ketika tahun pertama kuliah yang terus membuat saya tetap memegang prinsip saya ini.

Saya mengalami kecelakan yang cukup parah pada hari Jumat, 1 November 2017. Kecelakaan truk yang saya tumpangi yang hendak mengantar saya dan teman – teman saya menuju lokasi Bukit Lerep Indah (BLI) Ungaran Semarang untuk kegiatan latihan kepemimpinan dasar. kecelakaan tersebut benar – benar tetap teringat di pikiran saya. Bahkan sampai sekarang jika saya menaiki kendaraan umum seperti bus dan melewati tanjakan, sensasi tersebut masih ada dan ingatan mengenaik kejadian tersebut muncul kembali.



Saya mungkin adalah seorang mahasiswa biasa dan lebih fokus pada akademik saya, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa – apa selama 4 tahun saya kuliah. Kelima hal diatas adalah beberapa hal yang saya alami dan lakukan ketika saya berkuliah dan tentunya membuat kehidupan perkuliahan saya lebih berwarna dan tidak monoton. Memang terapat hal – hal yang saya sesali, namun tetap terdapat banyak hal, kejadian, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu.

Bagaimana dengan anda ? apakah anda sama seperti saya atau malah berbeda ? ceritakan pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada di bawah ini. Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.



Share:

Change Language