Journey
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

enaknya di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.


Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.

Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Sabtu, 30 Desember 2017

Sebelum Tahun Baru 2018, Mari Review Pencapaian Tahun 2017

goals 2017

Happy New Year 2018 Everyone, Selamat Tahun Baru 2018 semuanya, sebentar lagi tahun baru bukan? Semoga di tahun yang baru nanti kita semua menjadi lebih baik lagi. Apa yang anda lakukan ketika tahun baru tiba? Apakah anda senang dengan tahun baru? Apakah anda menuliskan target – target anda untuk setiap tahun baru yang akan tiba? Jika ia, mungkin kita memiliki hal yang sama. Sebentar lagi adalah tahun baru, tahun 2018 akan segera datang dan menggantikan tahun 2017. Pasti banyak dari kalian yang menginginkan sesuatu di tahun 2018 bukan? Begitupun dengan saya, terdapat banyak hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan di tahun 2018 ini.

Rasanya aneh jika kita membahas tahun baru 2018 tanpa merefleksikan diri ke tahun sebelumnya, oleh karena itu sebelum tahun 2017 selesai, saya ingin me-review target – target apa saja yang saya dapatkan di tahun 2017 ini. Setiap tahunnya saya selalu menuliskan baik itu di laptop, di smartphone pribadi, ataupun di buku jurnal saya. Sebagian besar ada yang tercapai, dan hanya sebagian kecil yang belum bisa saya capai ketika saya membuat target atau goal – goal saya setiap tahunnya.

Target – Target Tahun 2017

Ketika saya menuliskannya di akhir tahun 2016, saya menuliskan beberapa target – target yang ingin saya capai dan dapatkan di tahun 2017. Dibawah ini merupakan target – target tahun 2017, bisa dibilang target – target yang ingin saya capai di 2017 ini hampir sama dengan target 5 tahun saya yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu.

Lulus dengan IPK diatas 3.5 dan Predikat Cumlaude

Seperti yang sudah dibilang, target – target di tahun 2017 itu kebanyakan adalah target – target dari target jangka menengah 5 tahun yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu. Satu hal yang selalu saya pantau adalah nilai dan IPK akademik saya. Sejak awal saya kuliah, target saya adalah mendapatkan IPK diatas  3.5 dan predikat Cumlaude saat lulus. Saya sangat bersyukur saya bisa mendapatkan IPK akhir diatas 3.5 dan mendapatkan predikat Cumlaude setelah lulus dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) kemarin.

Banyak orang bilang bahwa nilai IPK itu tidak terlalu penting, yang penting adalah pembentukan karakter dan aktif dalam berorganisasi. Hmm…Menurut saya nilai IPK itu tak kalah penting juga. Jika IPK kita terlalu rendah maka kita harus mengulang mata kuliah agar nilai kita bisa naik dan memenuhi syarat lulus dan imbasnya akan memperlama masa studi kuliah kita, bahkan lebih parahya lagi kita bisa di  Drop Out. Nilai IPK juga disyaratkan jika kita ingin daftar kerja, dan ada syarat minimalnya. Jadi IPK menurut saya adalah hal yang sangat penting. Selain itu saya juga seorang mahasiswa perantauan dan untuk apa saya kuliah jauh – jauh jika saya hanya menjadi seorang yang biasa – biasa saja, dan tidak ada apa – apa yang membanggakan  untuk orangtua dan keluarga saya ketika saya kuliah jauh dari kampung halaman saya.

Saya tentu saja memikirkan prestasi akademik saya, dan karena saya tidak ikut lomba – lomba lagi jadinya hal  yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan prestasi akademik saya adalah melalui nilai IPK. Saya juga pernah mengikuti seminar – seminar dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan saya, serta lomba – lomba baik lomba karya tulis ataupun lomba poster namun ya masih belum beruntung, tetapi setidaknya saya mencoba.

Tetapi jangan salah, walaupun saya sangat fokus dengan akademik saya bukan berarti kegiatan non – akademik saya tidak saya pikirkan. Saya cukup banyak mengikuti organisasi kampus seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi selama 2 tahun dan juga Lembaga Pers Fakultas Kedokteran Undip selama 1 tahun.

Lulus dengan Masa Studi 3.5 – 4 Tahun

Untuk target yang kedua ini sebenarnya saya turunkan. Target awal saya ketika saya membuat target jangka menengah 5 tahun adalah saya bisa lulus dengan predikat Cumlaude dan masa studi 3.5 tahun, namun ternyata Tuhan berkehendak lain dan saya juga tidak sanggup. Banyak kendala yang saya alami ketika saya mencoba untuk mengejar target 3.5 tahun. Kendala yang saya alami utamanya adalah dari segi kesehatan.

Entah apa yang terjadi dengan saya dan tubuh saya, setiap saya melakukan kegiatan besar dan lama pasti setelah selesai kegiatan tersebut, saya langsung jatuh sakit. Ada saja saya terkena sakit setelah saya melakukan sebuah kegiatan besar, apakah saya terlalu memaksakan diri dan berakhir tepar lalu terkena penyakit? Entahlah, saya masih belum mendapatkan jawabannya sampai sekarang. Mungkin hikmah yang bisa saya ambil dari sini adalah untuk tidak terus – terusan memaksakan diri, jangan lupa bersenang – senang dan jangan lupa untuk makan tiga kali sehari karena hal – hal tadi adalah hal – hal yang sering saya lupakan ketika saya memaksakan diri saya untuk menyelesaikan sesuatu.

Setelah kendala – kendala yang saya hadapi, saya merendahkan target saya menajdi 3.75 tahun namun ternyata masih belum bisa sampai pada akhirnya saya baru bisa selesai kuliah terhitung 3 tahun 11 bulan. Ya mungkin ini sudah takdirnya, dan sisi positif yang bisa saya ambil adalah saya masih lulus di kitaran 3 tahun-an (agak maksa ya… :’D) dan dibawah 4 tahun. Saya tetap bersyukur akan hal itu.

Mendapatkan IP 4 di Satu atau Beberapa Semester

Mungkin saya terlalu percaya diri dan belum sadar bahwa kuliah itu jauh lebih sulit dan lebih padat dibandingkan waktu sekolah di SMA dulu. Saya diawal – awal kuliah masih optimis untuk bisa mendapatkan IP yang tinggi dan yakin bisa dapat IP 4. Saya begitu naif dan terlalu berkekspektasi tinggi, dan hasilnya semester 1 – 4 saya berakhir dengan IP dikisaran 3 – 3.5. setelah itu saya tetap berharap namun tidak terlalu tinggi, hasilnya di semester 5 IP saya naik menjadi 3.79 dan di 3 semester akhir IP saya semunya 4.

Satu hal yang menarik dari cerita yang saya miliki adalah ketika di semester 6. Semester 6 menurut saya adalah semester yang sangat padat karena banyak sekali tugas, presentasi, laporan, kerja kelompok, praktikum, ambil data lapangan, dan persiapan proposal penelitian untuk tugas akhir dan agar bisa lulus. Selain itu saya mengambil 24 sks di semester 6 itu, yang tentunya  membuat saya khawatir IP saya akan jatuh dibawah 3.5 lagi, saya juga masih aktif di organisasi himpunan jurusan dan organisasi fakultas.

Semester 6 saya sudah pasrah jika nilai saya tidak begitu tinggi, namun ending-nya saya malah mendapatkan IP 4 di semester yang menurut saya semester paling padat yang pernah saya jalani, lalu setelah itu semester – semester berikutnya saya terus mendapatkan IP 4 sampai saya lulus. Hal ini tentunya mempengaruhi IPK akhir saya dan saya bisa mendapatkan predikat Cumlaude saat saya lulus dulu dan saya bahagia dengan pencapaian ini.

Aktif Blogging lagi dan membuat Personal Blog

Saya sudah mengenal Blog sejak saya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ketika saya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memutuskan untuk membuat blog saya sendiri. Bisa dibilang saya masih kurang serius waktu itu dan blog saya masih kurang terurus.

Awal kuliah pun juga begitu, saya ingin membuat sebuah personal brand milik saya sendiri (ceritanya ada dibawah) yaitu Dee Nutrition. Setelah saya memutuskan untuk membuat personal brand saya memutuskan untuk membuat sebuah personal blog dengan nama yang sama yaitu Dee Nutrition pada tahun 2014 kemarin. Selesai membuat sebuah blog, ternyata blog saya masih belum terurus dengan benar dan saya masih belum bisa konsisten untuk posting di blog saya. Akhirnya saya tidak aktif untuk Blogging sampai pada akhir 2016 dan merencanakan lagi dari awal agar blog saya bisa terurus dengan baik dan saya bisa konsisten Blogging  lagi dan semua itu pada Agustus 2017 tercapai. Saya aktif menulis di blog lagi dan menjadi lebih serius lagi. Saya membeli top level domain (dotcom), memperindah dan memper-simple tampilan blog saya, mulai belajar Search Engine Optimization (SEO) lagi, dan mencoba peruntungan menjadi publisher Google Adsense. Semoga seterusnya saya bisa konsisten dan lebih serius lagi dalam Blogging dan membuat brand milik saya Dee Nutrition jadi lebih terkenal.

Memperkenalkan Personal Brand

Ini mungkin cita – cita saya yang dari dulu saya ingin lakukan namun belum kesampaian dan saya masih belum bisa terlalu serius dengan ini. Sejak saya di SMA dulu, saya ingin membuat sebuah personal brand sendiri. waktu di SMA dulu saya bercita – cita ingin memiliki personal brand dan personal blog sendiri, namun ternyata belum kesampaian.

Progress yang saya lakukan untuk memperkenalkan personal brand saya terhitung lambat dan lama. Jujur, satu hal yang membuat saya tidak dapat mempercepatnya adalah factor kemalasan saya yang begitu tinggi. Ketika saya sudah malas dan benar – benar malas, sangat sulit bagi saya untuk bisa melakukan sesuatu dengan serius dan akhirnya mengakibatkan sebagian target – target saya belum tercapai dan salah satunya adalah personal brand ini.

Saya sudah membuat personal brand saya bernama Dee Nutrition. Saat ini, saya sudah lulus dan target target ini masuk ke target tahun depan yang benar – benar ingin saya capai dan wujudkan. Semoga tahun depan saya bisa lebih memperkenalkan personal brand saya lebih baik lagi, sukses dan bisa di kenal banyak orang.

Itu adalah target – target di tahun 2017 yang saya capai tahun ini,bagaimana dengan anda sendiri? apakah anda memiliki target – target yang anda buat untuk tahun 2017 ini? Apakah tercapai semua? Atau ada yang tidak tercapai? Ceritakan cerita anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada komentar, pertanyaan, kritik ataupun saran, silahkan kirim juga melalui kolom komentar yang ada dibawah.
Jangan lupa like fanspage Dee Nutrition’s Blog di Facebook dan subscribe melalui email. Share post ini melalui social media yang anda punya jika berkenan. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Selasa, 28 November 2017

Searching For Happiness (E)

searching for happiness


I am Searching for Happiness


What is Happiness? What is that thing? How can I get it? Until now, I am still wondering about it and still searching for Happiness. I want to know what Happiness is. Do I happy? Maybe, sometimes I get happy when I see and talk to my family or someone that I love, sometimes I get happy when I doing something that I like, or even sometimes I get happy but I don't know the reason why I am happy. But, behind all of that, I have more problems and burdens that I got in this life. All of those things make me unhappy, and I am having a hard time with that.


"I Don't Know What Happiness Is"


The pain, the burden and the problem that I have is really stressing me out. I think I will become bald in my mid -twenty, and that is not a good thing for me. I realized that if I stay like this and remain unchanged then I will be dead in my thirties because of the stress and depression that I will get because of it. 

I must search the happiness, I have to find it before it's too late for me to find. I should find my own happiness. I can't stay like this and remain unchanged. I can't keep holding the stress and the burden that I got from my problem. 

If I can't find my own happiness then my life will be in peril and I will be dead in the next few years from now. Do I want to die? Of course not, there are just so many things that I want to do and i want to get. There are just so many goals that I have not achieved yet. 

"My Life is Hard so I have to Find the Happiness"

My life is really hard, sometimes I just want to die because of my problem, but I can't give up and I won't give up. There is one thing that I want to do before I die, I want to make my mother happy, and always smile and laugh without any problem. My mother is everything to me and I can't give up yet, not until I give everything that I got.



I hope that God will answer my questions and my prayer. I still have so many things that I don't know. Why he gives me so many problems, why he gave me so many diseases that can not be cured, I really want an answer from God.

"I am Still Searching For my Own Happiness"

I have to find my own happiness because it is the thing that can make me get through every problem, stress, and burden that I got. I will not give up myself until I find it, I will do everything and anything to get my own happiness. Let the journey begin.

Dee Nutrition's Blog
Share:

Rabu, 22 November 2017

Kenapa Kimia itu Sangat Menyenangkan Dan Penting Untuk Saya ?



"Saya sangat menyukai Pelajaran Kimia Sampai sekarang"

Pelajaran Kimia ? Apakah kalian menyukai Kimia ? Pelajaran Kimia merupakan salah satu pelajaran yang sangat saya sukai dan saya bisa ketika di SMA dahulu, bahkan Kesukaan saya terhadap Kimia juga salah satu alasan yang menuntun saya bisa menjadi seorang Sarjana Gizi seperti sekarang. Kimia sangatlah mudah dan menyenangkan bukan ? Haha

Saya sangat suka pelajaran kimia, menurut saya kimia itu mudah dan menyenangkan ? bukankah memang begitu ? (Haha). Alasan non-sense (It’s so ridiculous) kenapa saya menyukai Kimia adalah karena dalam Kimia terdapat nama saya di sebuah senyawa, terdapat nama Tio di senyawa tersebut. Ketika saya menemukan hal tersebut, damn, I’m shocked, I feel famous (Hyperbolic phrasing haha). Maksudku bagaimana bisa ada nama Tio di senyawa kimia dan saya baru tahu ketika saya belajar kimia di SMA. Ternyata selain Tio atau Theo yang berarti berkah Tuhan, ternyata nama saya juga mempunyai arti lain dalam Bahasa Yunani yaitu theion yang berarti Sulfur (One of the coolest fact that I ever got)


Alasan pribadi saya kenapa saya menyukai Kimia adalah karena menurut saya Kimia itu tidak seperti Matematika yang isinya hanya perhitungan saja atau seperti biologi yang hanya hafalan saja,. Pada waktu itu Kimia dan Fisika merupakan dua pelajaran IPA yang saya sukai dan saya bisa,namun jika harus memilih maka saya lebih menyukai Kimia. Memang Fisika dan Kimia adalah pelajaran yang saya sukai dan saya lebih bisa pada pelajaran tersebut dibandingkan pelajaran Matematika, namun tetap saja menurut saya dulu Fisika itu lebih sulit dibandingkan Kimia karena Fisika harus lebih bermain logika dan pemikiran dan pemahaman yang lebih dalam.

"Kimia itu mudah dan menyenangkan, Haha"


Jika harus diranking pelajaran – pelajaran yang saya bisa kerjakan dengan mudah waktu SMA dahulu maka Kimia (dan Bahasa Inggris & Indonesia) menempati ranking paling atas, kemudian dilanjutkan Fisika, lalu Biologi dan Matematika. Entah bagaimana bisa, mungkin karena jika saya sudah senang dengan suatu hal maka saya akan dengan mudah untuk mempelajarinya dan mengerjakan soal – soal dari pelajaran tersebut.

Kesukaan saya terhadap kimia juga merupakan salah satu alasan besar yang menuntun saya mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, ya bisa dibilang masih terdapat sangkut paut antara kimia dengan Ilmu Gizi yaitu tentang Kimia Makanan. Ilmu Gizi juga diharuskan mengetahui senyawa – senyawa organic zat gizi, kita harus mempelajari dan mengetahui teori – teori kimia dasar, serta terdapat praktikum yang menantang dan sangat menyenangkan (and tiring too) yang harus diikuti.

Waktu dahulu saya mendaftar SBMPTN tedapat 3 jurusan yang sebenarnya sangat berbeda namun jika dianalisis lebih dalam lagi maka kalian akan mendapatkan benang merah antara ketiganya. Ketika itu, saya mendaftarkan diri ke tiga jurusan dan perguruan tinggi yang berbeda. Saya memilih jurusan Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD) , Ilmu Gizi  Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pendidikan Kimia Universitas Lampung (UNILA). Terlihat benang merahnya ? Ya benang merahnya adalah Kimia, Teknik Geologi mempunyai dasar Kimia Tanah, Ilmu Gizi mempunyai dasar Kimia Makanan dan Organik, serta Pendidikan Kimia (Obvious jadi Guru). Waktu dulu sebenarnya Passing Grade Ilmu Gizi UNDIP dan Kedokteran Gigi UNPAD hampir sama (sama – sama 34 – 35 % kalau saya tidak salah ingat) dan ibu saya menyarankan saya untuk mengambilnya, namun karena saya sudah memilih Teknik geologi UNPAD jadi saya tidak mendaftar Kedokteran Gigi UNPAD (there’s a bit regret but that’s okay).


Alasan saya juga tidak mengambil Kedokteran Gigi UNPAD adalah karena ekonomi keluarga (My Mother is Single Parent with Three Kids) dan karena Pendidikan Kedokteran Gigi itu membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 7 tahun untuk bisa selesai dan mendapatkankan gelar drg. jadi saya memilih Ilmu Gizi UNDIP. Waktu terus berlalu dan tes SBMPTN di mulai dan mulai menunggu pengumuman SBMPTN 2013. Singkat cerita ketika hari H pengumuman datang, ternyata saya ditolak Teknik Geologi UNPAD sebagai pilihan pertama saya, namun saya diterima di pilihan ke dua saya di Ilmu Gizi UNDIP. I’m happy of course, because I learn so many things in Nutrition Science, so regret aside.


So that’s it, that’s one of my journey. Pelajaran Kimia merupakan pelajaran yang saya sukai sejak dulu, hanya karena alasan yang tidak jelas dan sangat non-sense saya sangat menyukai kimia. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isikan di boks komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari Blog ini. Sekian dan Terimakasih



Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Selasa, 21 November 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4)

Kehidupan Perkuliahan di Universitas Diponegoro

Untuk part 4 kali ini akan masuk membahas cerita saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal dan keren di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro

fk undip

Akhirnya Menjadi Mahasiswa di Universitas Ternama di Kota Semarang

Menjadi Salah Satu Mahasiswa di salah satu Universitas Besar di Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya dan keluarga. Saya diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro atau yang sering disingkat dan dipanggil Undip merupakan salah satu Universitas besar negeri di Indonesia. Undip merupakan salah satu universitas negeri yang menduduki posisi 6 sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, ya terkadang naik turun namun 5 besar dan 6 besar, namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Diponegoro  adalah salah satu universitas ternama, terbaik dan hebat di Indonesia.

Saya diterima di Universitas Diponegoro ? tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangatlah bangga karena bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia dan terfavorit di Kota Semarang tersebut. Saya sebagai orang Lampung bisa kuliah di luar ‘negeri’ sendiri itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi saya. Menjadi salah satu siswa yang diterima di salah satu universitas besar adalah hal yang membanggakan, karena di Lampung tidaklah banyak orang – orang yang diterima di universitas – universitas besar di Jawa. Selain itu ada mindset bahwa lebih baik kuliah di yang dekat saja atau di Lampung saja. Saya tidak ingin mengikuti mindset tersebut dan tidak ingin kuliah di Lampung.

Lampung memiliki satu universitas negeri yaitu Universitas Lampung (Unila) (oh sekarang ada 3 yaitu ditambah UIN Radin Intan dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)), namun saya tidak ingin kuliah disana karena Unila memiliki peringkat universitas yang jauh dari peringkat 10 besar, sepertinya saat itu berada di posisi 20an dan saya tidak ingin kuliah disana. Alasan lainnya juga karena saya ingin merasakan hidup sendiri dan merantau, merasakan bagaimana hidup sendiri dan jauh dari keluarga yang selalu membantu.

Sejak dahulu terdapat banyak hal yang membuat saya diremehkan oleh banyak orang,  ya saya bukanlah siswa yang genius dan banyak yang merendahkan dan mengatakan bahwa saya tidak akan mungkin bisa kuliah di universitas besar. Ya mungkin mereka benar, saya hanyalah seorang yang biasa – biasa saja, namun ada satu sifat yang dari dahulu saya miliki. Saya adalah orang yang ambisius dan jika saya sudah serius dan benar – benar ingin mendapatkan sesuatu maka saya akan melakukan apapun dan memaksimalkan potensi saya untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika pengumuman SBMPTN keluar, saya mematahkan semua anggapan dan remehan dari orang – orang dan berhasil masuk di Universitas Diponegoro.


Mengenal Beragam Suku dan Budaya di Perkuliahan

Kuliah di salah satu universitas terbesar dan terfavorit se Indonesia berarti juga akan banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia kuliah di Undip bukan ? Di Undip saya mengenal orang – orang yang berasal dari tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti bagian atas Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Di Undiplah saya bisa mengenal beragam suku dan budaya yang dibawa masing – masing orang ketika berkuliah di Undip

Jurusan saya sendiri terdapat mahasiswa berasal dari banyak provinsi. Angkatan saya terdapat mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan juga Sulawesi, bahkan ada juga berasal dari Papua atau Aceh (namun tidak seangkatan dengan saya). Memang kebanyakan yang berkuliah di Undip berasal dari Jawa khususnya Jawa Tengah, namun tidak sedikit pula yang berasal dari provinsi – provinsi lain diluar pulau Jawa.

Masa perkuliahan di Undip membuat saya banyak mengenal budaya – budaya dari beragam suku di Indonesia, walaupun saya belum pernah kesana setidaknya saya dapat mengetahuai atau dapat mengenal berbagai macam kebudayaan dari teman – teman seangkatan dan atau sejurusan dengan saya di Undip. hal ini tentunya semakin memperkaya pengetahuan saya tentang bermacam – macam budaya dari berbagai macam suku di Indonesia. Saya juga bisa mendengarkan beberapa macam logat ataupun Bahasa dari masing – masing suku ketika kuliah di Undip. Semua itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan menjadi nilai tambah kenapa harus kuliah di Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terfavorit dan terbaik se Indonesia.

Kuliah di  Undip membuat saya memiliki banyak teman dari berbagai macam provinsi yang membawa budaya dan Bahasa mereka masing – masing.


Terpisah Jauh dari Kampus Utama



Undip awalnya berada di tengah Kota Semarang kampus utamanya, namun sekarang kampus undip yang ada ditengah kota yang dulunya menjadi kampus utama sekarang dialihkan untuk program magister dan doctoral undip sedangkan kampus utama pindah ke atas kota semarang, tepatnya di Tembalang. Oleh karena itu, kampus utama sering disebut dengan kampus atas atau tembalang, sedangkan kampus di tengah kota sering disebut dengan kampus bawah atau kampus pleburan atau kampus pascasarjana undip.

Jurusan Ilmu Gizi FK Undip merupakan jurusan yang masih terbilang baru, dari 3 jurusan jurusan Ilmu Gizi merupakan jurusan yang paling ‘muda’ dibandingkan jurusan kedokteran umum dan keperawatan. Karena saat itu belum terdapat lahan dan gedung untuk jurusan Ilmu Gizi di kampus utama Tembalang, Jurusan Ilmu Gizi selama beberapa tahun menempati gedung  Fakultas Kedokteran Lama yang ada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, jadi saya selama 3.5 tahun berkuliah disana dan hidup di tengah Kota Semarang. Sama seperti Undip, karena dulu Undip berada di bawah, Fakultas Kedokteran juga berada dibawah namun tidak berada di areal kampus Pleburan, melainkan berada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi, Selama bertahun – tahun FK Undip berada di bawah dan ketika Undip pindah ke atas, jurusan pertama dari Fakultas Kedokteran Undip yang tinggal diatas terlebih dahulu adalah jurusan Keperawatan, disusul Jurusan Kedokteran Umum pada tahun 2013, dan Jurusan Ilmu Gizi pada tahun 2017 ini. Sekarang karena program S1 sudah harus berada di areal kampus utama tembalang, akhirnya semuanya juga harus pindah keatas.

Jurusan Ilmu Gizi masih baru tinggal di kampus utama Tembalang, baru tahun 2017 awal tahun Ilmu Gizi kuliah di gedung baru yang ada di Tembalang. Tentunya karena semua ini ada satu masalah yang saya dapatkan, yaitu saya tidak begitu mengenal Undip dengan baik karena saya selama kuliah berada jauh dari kampus utama Undip di Tembalang


Tidak Banyak yang Saya Tahu tentang Undip


Sebagai mahasiswa Ilmu Gizi Undip yang 3.5 tahun berkuliah jauh dari kampus utama dan hanya 0.5 atau satu semester kuliah di kampus utama Tembalang, tentu saja banyak hal dan informasi yang dilewatkan. Karena hal tersebut membuat saya tidak mengenal kampus saya sendiri. Jadi Jarak antara kampus utama Tembalang dan kampus saya di RSUP Dr. Kariadi itu cukup jauh dengan perjalanan hingga 30 – 45 menit jika menggunakan kendaraan bermotor, tentunya karena jarak yang jauh mana mungkin saya bisa pergi ke kampus utama, apalagi jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan saya pergi ke kampus utama saya tidak akan pergi ke sana.

Selama 3.5 tahun saya kuliah dibawah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke kampus utama, jawabannya sangat sedikit dan ini tentunya membuat saya tidak tahu banyak hal tentang Undip itu sendiri. Jujur jika saya ditanya tentang Undip saya tidak banyak tahu, karena saya begitu awam dengan Kampus Undip, saya bahkan lebih mengenal Fakultas Kedokteran Lama dan Rumah Sakit Dr. Kariadi dibandingkan Undip karena sangking lamanya kuliah dan hidup dibawah dan berkuliah di RSUP Dr. Kariadi.

Saya baru mengenal Undip setelah perkuliahan Ilmu Gizi pindah ke kampus baru di atas dan bisa merasakan kehidupan di kampus utama selayaknya seperti mahasiswa Undip biasa, saya sudah sedikit mengenal Undip dan beragam lokasi – lokasi baik di Undip maupun disekitarnya, saya sedikit tahu tentang spot – spot atau tempat makanan yang enak dan sering digunakan untuk berkumpul atau bersantai Bersama dan masih banyak hal lain yang saya dapatkan, namun tetap saja itu tidaklah banyak dan saya harus menerima fakta bahwa saya tidak begitu mengenal universitas saya sendiri.Ya, mau bagaimana lagi, karena memang nasibnya begitu, tidak ada yang bisa disalahkan dari semuanya karena semuanya sudah terjadi bukan ?

Sekian untuk part 4 dari Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang. Nantikan part selanjutnya hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan lupa subcribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi dan artikel terbaru dari blog ini.


Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirimkan pertanyaan anda dengan mengisinya dikolom komentar yang ada dibawah. Sekian dan Terimakasih
Share:

Minggu, 12 November 2017

5 (Lima) Hal yang Terjadi Selama 4 Tahun Kuliah

mahasiswa fk undip

Apakah anda sedang kuliah ? atau anda sudah selesai kuliah seperti saya? Anda ingin melanjutkan studi anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau memilih untuk bekerja terlebih dahulu? jika anda sudah lulus dan berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya, maka kita berdua sama. Saya saat ini telah selesai menempuh jenjang Sarjana saya dan sedang bersiap – siap untuk melanjutkan ke jenjang Master tahun 2018 nanti. Akhirnya saya bisa menyelesaikan masa studi sarjana saya selama kurang lebih 4 tahun.

"Menjadi Seorang Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk"


Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai.

Banyak hal yang terjadi ketika saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Banyak kejadian yang terus membuat saya semakin ingin cepat selesai dari kuliah. Tentunya banyak hal dan kejadian yang terjadi dan saya alami ketika 4 tahun kuliah. Terdapat pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, menyedihkan, dan menyakitkan yang tentunya menguras energi dan pikiran saya selama kuliah.


1. Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Selama 4 tahun saya kuliah, saya mengikut berbagai macam kegiatan seperti masuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa, menjadi anggota pers mahasiswa Fakultas, mengikuti berbagai lomba, seminar dan pelatihan, serta merasakan bagaimana menjadi seorang asisten dosen di laboratorium.

2. Menjadi Anggota Himpunan dan Anggota Pers Mahasiswa



Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik).



Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)


3. Mengikuti Berbagai Lomba, Seminar dan Pelatihan



Saya juga pernah mengikuti berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan selama saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi FK Undip. Sebenarnya saya tetap mengikuti lomba – lomba selama saya kuliah, namun frekuensinya jauh lebih menurun dibandingkan dulu ketika saya di SMA dan menjadi seorang pemain Scrabble. Sayangnya, lomba – lomba yang saya ikuti belum pernah berhasil dimenangkan. Ya mungkin belum kesempatan dan belum waktunya dan bukan rezekinya. Oleh karena itu saya tidak begitu kecewa walaupun saya kalah. Saya tetap ambil hikmah dan pelajaran yang saya dapat ketia saya mengikuti lomba.

Sebagai mahasiswa yang cukup kutu buku, tentu saja saya saya sangat suka ikut seminar. Sudah puluhan seminar yang saya ikut selama kurun waktu 4 tahun di bangku perkuliahan. Berbagai macam seminar saya ikut yang tentunya berhubungan dengan program studi keilmuan saya yaitu gizi, makanan dan kesehatan. Terdapat seminar lain yang saya ikuti yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill saya diluar keilmuan saya seperti seminar media dan jurnalistik. Semua seminar yang saya ikuti tentu saja menarik dan juga melatih saya untuk bisa bertanya di depan umum dan membuat saya bisa lebih percaya diri untuk berpendapat atau bertanya di depan khalayak ramai.

Selain seminar saya juga mengikuti berbagai pelatihan- pelatihan yang baik terkait dengan program studi saya maupun diluar program keilmuan saya. Saya pernah mengikuti program pelatihan kepemimpinan ketika awal menjadi mahasiswa dan ketika saya masuk menjadi anggota himpunan, mengikuti program pelatihan Basic Life Support di Rumah Sakit dr. Moewardi ketika saya praktik, mengikuti program pelatihan jaminan sistem halal yang diselenggarakan oleh MUI dan mengikuti program pelatihan media (Penggunaan Corel Draw, Illustator, Adobe Premiere, Adobe After Effect) serta program pelatihan jurnalistik. 

Berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan yang saya ikuti tentunya sangat bermanfaat bagi saya. Selain bisa menambah wawasan saya mengenai program keilmuan saya di bidang gizi dan kesehatan, saya juga bisa melatih dan memiliki kemampuan soft skill dan kemampuan di bidang lain seperti pembuatan media dan juga jurnalistik. Semua hal tersebut sangatlah mengasyikan dan mewarnai kehidupan perkuliahan saya selama 4 tahun saya berkuliah.


4. Menjadi seorang Asisten Dosen di Laboratorium



Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

Pengalaman menjadi seorang asisten laboratorium sangatlah menyenangkan. Saya bisa mengajari mengenai teori dan praktik kepada mahasiswa – mahasiswa angkatan atas dari pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat ketika saya kuliah. Menjadi seorang asisten laboratorium membuat saya sedikit mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang dosen walaupun tidak sepenuhnya menjadi seorang dosen. Mungkin di masa depan nanti memang akan lebih sulit namun dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten membuat saya bisa lebih menyiapkan diri untuk menjadi dosen yang baik dan hebat di masa depan nanti. Saya sangat senang bisa menjadi seorang asisten dosen di laboratorium dan saya tidak menyesali telah menjadi seorang asisten dosen di lab.

5. Merasakan Rasanya Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya



Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang akan terus saya ingat dan terus membuat saya berhati – hati dalam berkendara sampai saya mati nanti. Saya mempunyai beberapa prinsip yang saya pegang yaitu 1) Saya lebih baik melaju menggunakan motor dengan kecepatan pelan dan sampai tujuan dengan selamat namun berangkat lebih awal daripada harus mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tergesa – gesa yang bisa mengancam tubuh atau bahkan nyawa saya. 2) Saya akan selalu mengecek kondisi motor/kendaraan saya sebelum saya berangkat kuliah atau pergi ke suatu tempat untuk melihat apakah kondisinya baik atau tidak dan 3) saya lebih memilih menggunakan angkutan yang aman dan nyaman serta supir yang tidak ugal – ugalan ketika menyetirkan angkutannya ketimbang risiko kecelakaan. Ketiga prinsip tersebut adalah prinsip yang selalu saya pegang sampai saat ini. Sejak kejadian kecelakaan yang saya alami ketika tahun pertama kuliah yang terus membuat saya tetap memegang prinsip saya ini.

Saya mengalami kecelakan yang cukup parah pada hari Jumat, 1 November 2017. Kecelakaan truk yang saya tumpangi yang hendak mengantar saya dan teman – teman saya menuju lokasi Bukit Lerep Indah (BLI) Ungaran Semarang untuk kegiatan latihan kepemimpinan dasar. kecelakaan tersebut benar – benar tetap teringat di pikiran saya. Bahkan sampai sekarang jika saya menaiki kendaraan umum seperti bus dan melewati tanjakan, sensasi tersebut masih ada dan ingatan mengenaik kejadian tersebut muncul kembali.



Saya mungkin adalah seorang mahasiswa biasa dan lebih fokus pada akademik saya, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa – apa selama 4 tahun saya kuliah. Kelima hal diatas adalah beberapa hal yang saya alami dan lakukan ketika saya berkuliah dan tentunya membuat kehidupan perkuliahan saya lebih berwarna dan tidak monoton. Memang terapat hal – hal yang saya sesali, namun tetap terdapat banyak hal, kejadian, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu.

Bagaimana dengan anda ? apakah anda sama seperti saya atau malah berbeda ? ceritakan pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada di bawah ini. Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.



Share:

Sabtu, 11 November 2017

Perjalanan Menggapai Cita – Cita Terus Berlanjut

cita - cita

Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai, akhirnya fase pertama saya dalam meraih mimpi telah saya lewati dan perjalanan meraih mimpi saya terus berlanjut.

Sebelum saya masuk kuliah, saya sudah menetapkan target - target yang harus saya dapatkan ketika saya kuliah nanti. Ada target yang berhasil saya capai dan ada pula yang gagal saya capai. Dibawah ini merupakan beberapa target yang tercapai ketika saya kuliah, yaitu:

1. Berhasil Menyelesaikan Kuliah Selama 4 Tahun



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  

Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik). Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)


Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

2. Mendapatkan Predikat Cum Laude




Mendapatkan predikat cumlaude adalah salah satu target yang ingin saya capai ketika saya masuk kuliah dulu. Mendapatkan predikat cum laude adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Ini menandakan bahwa saya benar – benar bekerja keras dan bertanggung jawab dengan kuliah saya yang membuat saya bisa lulus dengan predikat cum laude. Sebenarnya saya juga mengharapakn bisa mendapatkan predikat mahasiswa terbaik jurusan saya, namun itu tidak terlaksana karena ternyata saingan – saingan saya sangat banyak dan awal – awal semester waktu itu saya tidak fokus dan memiliki masalah dalam belajar yang membuat nilai IP saya ketika awal – awal kuliah tidaklah begitu bagus dan menyenangkan untuk dilihat.

Setelah awal – awal kuliah yang tidak terlalu memuaskan, tentu saja saya mulai merubah strategi saya dan mulai lebih serius dengan kuliah saya. Saya tidak ingin mengecewakan ibu saya yang ada di kampung halaman dan harus membanggakannya oleh karena itu saya harus serius dalam berkuliah.
Mulai dari semester 3 dan 4, ketekunan dan keseriusan saya mulai membuahkan hasil dan saya bisa mendapatkan IP diatas 3.25 di semester 3 dan IP diatas 3.5 di semester 4. Tentu saja saya sangat senang ketika saya mendapatkan IP yang besar dan akhirnya IPK saya terus naik. Saya kemudian terus belajar dengan giat dan rajin dan akhirnya saya bisa mendapatkan IP 4.

3. Mendapatkan IP 4 di Semester 6 yang Paling Berkesan




Mendapatkan IP 4 saya adalah target lain saya yang saya inginkan ketika saya kuliah. Cerita saya mendapatkan IP 4 saya ketika semester 6 benar – benar tidak bisa saya duga. Hal ini dikarenakan ketika semester 6 saya mengambil full 24 sks pada semester tersebut dan banyak praktik, tugas ambil data di lapangan, dan tugas – tugas laporan serta presentasi yang harus saya ikuti dan selesaikan. Saya tidak menyangkan saya bisa mendapatkan IP 4 di semester 6 karena memang sulit, namun ternyata kenyataanya saya bisa. Satu hal yang saya pelajari dari sini adalah jika saya benar- benar serius, rajin belajar dan menyiapkan segala sesuatunya dengan matang maka saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Setelah semester 6 dan lanjut ke semester 7 dan 8 saya juga mendapatkan IP 4 dan akhirnya membuat saya bisa mendapatkan predikat Cum Laude.

4. Melakukan Penelitian yang Anti-Mainstream




Target ini benar – benar tidak terduga dan saya tidak menyangka bahwa saya bisa mewujudkannya. Saya melakukan penelitian yang berbeda dan baru saya saja yang melakukannya di prodi, universitas, bahkan mungkin se-Indonesia. Dosen saya dan teman sesama dosen pembimbing tahu saya bahwa saya bisa membuat media dan bisa membuat game. Akhirnya dosen saya mempersuasikan saya untuk melakukan penelitian yaitu membuat media game dan leaflet untuk dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap gizi pada remaja obesitas di Kota Semarang.

Empat target diatas adalah beberapa target yang saya dapatkan ketika saya kuliah selama 4 tahun di program studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Saya merasa bangga dengan berbagai pencapaian dan target yang saya dapatkan dan wujudkan. Tentunya ini adalah kebanggan untuk diri sendiri dan keluarga saya terutama ibu saya yang selalu mendukung saya dan membantu saya agar saya bisa seperti sekarang, lulus.


"Perjalanan meraih cita - cita saya terus berlanjut dan saya akan terus maju"


Perjalanan saya akan terus berlanjut. Sebuah perjalanan untuk menggapai cita – cita yang saya inginkan sejak dulu. Perjalanan saya berikutnya adalah melanjutkan studi S2 (Master) di Universitas di Luar Negeri dengan menggunakan beasiswa penuh. Memang akan sulit dan banyak tantangan untuk bisa berkuliah di luar negeri dengan menggunakan beasiswa, namun bukan berarti hal tersebut adalah sesuatu yang mustahil. Jika terdapat kerja keras, kesungguhan, keberanian, ketekunan, serta doa maka tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya akan terbayar jika kita serius untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Saya akan terus belajar dan mengasah kemampuan saya sehingga saya bisa mendapatkan beasiswa dan berkesampatan kuliah di luar negeri. Bisa berkuliah dan hidup di luar negeri adalah salah satu keinginan saya yang saya inginkan sejak saya kecil. Saya akan bersungguh – sungguh dan belajar dengan giat dan rajin sampai saya bisa mendapatkan beasiswa dan berkuliah di luar negeri. Saya tidak akan menyerah dan terus berjuang.


Bagaimana dengan anda ? apakah anda juga sama seperti saya ingin melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya ? atau anda ingin bekerja ? Semua pilihan ada pada diri anda. Ceritakan cerita atau pengalaman anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada pertanyaan, kritik ataupun saran dapat anda kirimkan melalui kolom komentar juga. Jangan lupa subscribe dan like fans page Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog
Destio D. Fahrizki 
Share:

Kamis, 09 November 2017

Akhirnya Saya Wisuda dan Menjadi Seorang Sarjana

saya wisuda


Akhirnya hari yang saya tunggu – tunggu datang, akhirnya saya bisa wisuda dan resmi dinyatakan lulus sebagai Sarjana Gizi. Akhirnya semua usaha dan energi yang saya kerahkan selama saya kuliah terbayarkan manis disini, saya akhirnya Wisuda...

Akhirnya Saya Bisa Lulus


Saya sangat bahagia akan semua hal ini karena berkat kerja keras saya, doa saya, ibu saya dan keluarga saya, serta bantuan – bantuan dari banyak orang akhirnya saya dinyatakan lulus dari Universitas Diponegoro (Undip) dan menjadi seorang Sarjana Gizi.

Saya merupakan seorang mahasiswa Undip jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Undip. Saya dinyatakan lulus (belum resmi) pada tanggal 11 Agustus 2017 dan mengikuti Wisuda Undip ke 148. Wisuda Undip ke 148 yang diselenggarakan pada 07 – 10 November 2017 di Gedung Serba Guna (GSG) Imam Barjo Kampus Undip Pleburan akhirnya dilaksanakan. Saya di wisuda di hari pertama yaitu hari Selasa, 07 November 2017 dan saya sangat senang karena akhirnya saya wisuda dan resmi lulus sebagai seorang sarjana Gizi.

Akhirnya saya bisa mencapai target saya yaitu bisa kuliah dan lulus dengan tenggat waktu 4 tahun kuliah (sebenarnya 3 tahun 11 bulan, haha). Saya juga mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dahulu, yaitu menjadi seorang mahasiswa yang lulus dengan predikat Cum Laude. Saya benar – benar bahagia akan hal ini.

Saya mengucapkan syukur yang sebesar – besarnya kepada Tuhan untuk semua yang saya dapatkan saat ini. Tanpa-Nya saya bukanlah apa – apa, saya juga berterimakasih untuk Ibu saya dan keluarga saya yang selalu mendoakan, mendukung dan membantu saya sehingga saya bisa menyelesaikan jenjang kuliah saya di Undip karena tanpa semua itu saya bukanlah dan tidak bisa apa – apa. Saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya untuk semua orang yang membantu dan mendoakan saya sehingga saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan.

Semua ini, semua hal yang saya dapatkan sekarang, saya berikan untuk ibu saya karena tanpa Ibu saya saya tidak akan bisa mendapatkan semua ini. Karena tanpa perjuangan, kerja keras dan pengorbanan ibu saya, saya tidak akan bisa sampai seperti ini dan sukses untuk kuliah. Ibu saya yang memberikan saya semangat dan berbagai bantuan yang ada, ibu saya yang mengajarkan saya untuk bekerja keras dan tidak menyerah walaupun terdapat berbagai macam rintangan yang menghadang. Saya belajar semua itu dari ibu saya, dan saya tidak akan menyerah sampai saya mendaptkan apa yang saya dapatkan dan membahagiakan ibu saya dan keluarga saya.

Terimakasih Untuk Semuanya


Saya berterimakasih juga kepada kakak dan adik saya. Karena kakak sayalah saya tidak ingin kalah dari dia dan saya juga ingin sukses Bersama dengan dia dan membahagiakan ibu kami, kakak saya adalah orang yang hebat dan kuat, dan saya juga ingin menjadi kuat seperti dia dan tidak pernah menyerah. Adik saya membuat saya ingin terus berjuang keras dan melakukan semuanya sekeras dan sebisa yang saya bisa. Karena adik sayalah, saya ingin membuktikan bahwa dengan usaha dan kerja keras, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, karena tanpa belajar yang rajin, keuletan, usaha dan kerja keras maka kita tidak akan bisa mendapatkan apa yang benar – benar kita inginkan. Saya ingin membuktikan ke kakak dan adik saya bahwa saya bisa melakukan semua ini, karena saya ingin menjadi sukses dan juga membahagiakan mereka.

Terimakasih kepada semuanya yang telah membantu saya selama ini, kepada dosen – dosen yang membantu saya, kepada teman – teman saya yang membantu saya selama saya kuliah, karena tanpa kalian juga saya tidak akan bisa selesai dan kehidupan kuliah saya akan jadi hampa (haha). Mohon dimaafkan jika terdapat banyak kesalahan ataupun seuatu yang membuat kalian marah atau jengkel terhadap saya. Saya minta maaf. Sukses selalu untuk kalian semuanya.


Terimakasih untuk seseorang yang sudah sangat membantu dan perhatian selama ini. Kamu  adalah orang yang mencoba mengerti ketika orang lain tidak peduli, kamu selalu membantu ketika saya kesusahan. Kamu adalah seseorang yang membuatku benar – benar takjub. Kamu adalah seseorang yang membuatku tidak bisa berpikir dengan logika, yang membuat jantungku berdetak kencang ketika berada didekatmu. Terimakasih untuk semua bantuan, perhatian, dan saran yang kamu berikan, saya tidak akan melupakannya.

Banyak sekali hal – hal yang saya dapatkan ketika saya kuliah, dan tidak ada hal lain yang membuat saya senang ketika saya bisa mendapatkan target – target yang saya buat dan saya inginkan selama saya kuliah. Banyak kenangan – kenangan, serta hal – hal yang saya dapatkan dan semoga semuanya bisa membuat saya menjadi lebih baik dan sukses untuk kedepannya. Saya akan terus berjuang dan menjadi lebih baik sehingga saya bisa menjadi seseorang yang hebat dan sukses kedepannya. Memori ini adalah memori yang tidak akan saya lupakan sepanjang hidup saya.


Jangan lupa untuk subcribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog. Jika ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada di bawah.
Share:

Senin, 06 November 2017

Wisuda Undip ke 148 : Akhirnya Sebentar Lagi Wisuda

sebentar lagi wisuda

“Yeah, Akhirnya Saya Selesai dan Sebentar Lagi Akan Wisuda”


Tidak terasa 4 tahun sudah berlalu saya berkuliah dan menjadi seorang mahasiswa. Tiba – tiba tanpa disadari saya sudah ada di tahap akhir masa perkuliahan dan lulus dari universitas yang saya masuki. Lalu proses apakah itu ? Yap acara yang harus saya jalani sebelum saya dinyatakan lulus adalah Wisuda.

Menjadi Mahasiswa, Penelitian Dan Akhirnya Lulus




Jika anda belum tahu, saya merupakan salah seorang mahasiwa di salah satu universitas terkenal dan terfavorit di Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro. Saya masuk Universitas Diponegoro (Undip)melalui jalur tulis/tes SBMTPN pada tahun 2013 yang membuat saya merupakan angkatan Undip tahun 2013. Saya di Undip mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, salah satu jurusan dari tiga jurusan (sekarang ada 5) di bawah naungan Fakultas Kedokteran Undip. Tentu saja saya sangat bangga dan merupakan salah satu prestasi tersendiri untuk saya karena bisa masuk Undip melalui jalur tulis, karena jalur tulis atau jalur tes itu sulit apalagi jika kita memilih Universitas – Universitas Favorit di Indonesia. Saya bangga dengan diri saya juga karena tidak banyak orang yang bisa melakukannya, apalagi di daerah saya hanya sedikit orang yang bisa kuliah di luar daerah asal.

Saya masuk kuliah dan resmi menjadi mahasiswa yaitu pada September 2013, dan sekarang adalah 2017. Tahun 2017 adalah tahun saya lulus (tepatnya pada Agustus 2017) dan tahun ini adalah tepat 4 tahun kuliah dan bisa selesai dengan masa kuliah yang pas. Satu tahun terakhir saya melakukan penelitian Karya Tulis Ilmiah untuk Tugas Akhir saya untuk bisa lulus dari Universitas. Berbagai macam sidang sudah saya lalui dan akhirnya saya bisa melewatinya dan sebentar lagi saya akan diwisuda. Tentunya terdapat berbagai macam cobaan dan khalangan selama saya berkuliah dan melakukan penelitian, namun saya coba sekuat dan sekeras mungkin menanganinya hingga saya dapat selesai di tahun 2017 ini.

Saya masuk bulan September 2013, dan saya lulus pada bulan Agustus 2017. Jika dihitung, saya lulus dengan kurun waktu 3 tahun 11 bulan, bukan 4 tahun. Tetapi kalau digenapkan akan jadi sama dan empat tahun juga bukan ? (Jadi tidak masalah, haha). Sebenarnya saya takut waktu dulu saya tidak bisa lulus dalam kurun waktu 4 tahun, namun saya tetap berjuang dan akhirnya goal saya terpenuhi.

Saya sebenarnya sudah lulus sejak 11 Agustus 2017 karena saya selesai sidang akhir dan urus berkas pendaftaran wisuda sejak tanggal tersebut jadi nanti yang tertulis di ijazah saya adalah tanggal tersebut bukan tanggal wisuda. Walaupun begitu, untuk dinyatakan secara resmi lulus dan kita mendapatkan ijazahnya adalah waktu kita wisuda. Saya merupakan calon wisudawan di Wisuda Undip ke 148 dan tentunya saya sangat menunggu – nunggu hari wisuda saya ini

Wisuda Undip ke 148 yang Mengalami Kemunduran 



Sebelum saya secara resmi dinyatakan lulus dari Undip, tentunya saya harus di wisuda terlebih dahulu. Akhirnya sebentar lagi saya akan wisuda. Ketika artikel ini dibuat, wisuda saya tinggal 3 hari lagi dan jika saya tidak salah memperkirakan ketika artikel ini diterbitkan wisuda saya akan berlangsung sehari setelahnya. Saya menjadi tidak sabar untuk segera memakai toga dan di wisuda.

Sebenarnya Wisuda Undip ke 148 di jadwalkan pada bulan Oktober tepatnya pada minggu ke empat di bulan oktober (kalau tidak salah antara tgl 24 – 27 Oktober), namun entah karena alasan yang tidak jelas acara wisuda ke 148 Undip diundur. Hmm, sebenarnya mengambang antara jelas dan tidak jelas, saya mendapatkan beberapa informasi kenapa wisuda ke 148 di undur hingga dua minggu dan diganti pada tanggal 7 – 10 November 2017. Ada yang mengatakan bahwa terjadi kesimpangsiuran gedung yang akan digunakan wisuda, ada yang mengatakan karena ada acara – acara besar di bulan Oktober sehingga Oktober terlalu padat dan acara wisuda terkena imbasnya lalu di undur. Saya tentunya tidak senang akan hal tersebut, dan ditambah dengan tidak ada informasi resmi yang sangat jelas (bahkan sampai sekarang) mengapa wisuda di undur tentunya semakin membuat saya cukup kesal.


Alasan kedua adalah tempat Wisuda Undip ke 148 di pindah yang semula berada di Venue Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di pindah ke GSG Imam Barjo Kampus Lama Undip di Pleburan, Kota Semarang. Bahkan sampai sekarang pun saya tidak mendapatkan alasan yang jelas atau alasan yang sangat jelas yang resmi dikeluarkan oleh pihak kampus. Jika anda belum tahu, GSG Imam Barjo adalah GSG yang terletak di kampus lama Pleburan yang tentunya sudah lama dan ukurannya (menurut saya) sempit untuk dijadikan tempat wisuda. Bayangkan saja untuk satu kali wisuda terdapat sekitar kurang lebih 400an mahasiswa Undip yang diwisuda (terdapat 2 kali wisuda dalam satu hari) lalu ditambah dengan tamu undangan sekitar kurang lebih 800an orang dan coba tebak seberapa penuhnya GSG Imam Barjo.

“Ada Sedikit Kekecewaan, namun semoga acara Wisuda Undip ke 148 tetap Lancar dan Nyaman”


Saya tentunya cukup kecewa dengan dipindahnya tempat wisuda. Kecewanya karena sudah tanggalnya diundur, tempatnya di ganti, dan tempat penggantinya itu (menurut) saya kurang layak dan cukup besar untuk dijadikan tempat wisuda, namun mau bagaimana lagi? Saya sebagai mahasiswa tentunya tidak punya kekuatan untuk mengubahnya dan hanya bisa membiarkan saja dan curhat di blog ini. Saya berharap dari pihak kampus sudah memikirkan matang – matang dan memiliki cara untuk menangani masalah – masalah diatas sehingga ruangan GSG nya cukup dan peserta dan tamu undangan merasa nyaman berada di dalam GSG Imam Barjo. Semoga.

Oh ia kekecewaan saya juga ditambah dengan suatu berita yang dulu mengatakan bahwa Wisuda ke 148 Undip juga tetap akan dilangsungkan di MAJT. Silahkan anda cek beritanya sendiri di Internet. Alasan kenapa wisuda 147 dan (harusnya 148 juga) di pindah ke MAJT karena gedung utama yang biasanya dijadikan tempat wisuda di kampus utama Undip Tembalang sedang di renovasi. Berita tersebut mengatakan bahwa sampai renovasinya selesai, wisuda ke 148 juga tetap dilaksanakan di MAJT tetapi ternyata… ah sudahlah, yang penting sebentar lagi saya akan wisuda dan segera selesai dengan semua ini.

Apa yang Saya Ingin Lakukan Setelah Lulus



Setelah saya wisuda dan dinyatakan secara resmi lulus dari Undip, saya berencana untuk melanjutkan kuliah (lagi) Magister atau S2 di bidang yang saya pilih dan inginkan. Kenapa saya memilih untuk melanjutkan kuliah ? Karena cita – cita saya sejak saya kecil dulu adalah menjadi seorang guru atau penelitia, namun karena saya tidak mengambil jurusan keguruan, tentunya saya ingin menjadi “guru” di perkuliahan yang dinamakan dengan Dosen. Jadi saya sekarang tetap ingin menggapai mimpi saya menjadi guru/dosen sekaligus peneliti di Universitas nanti.  Apakah saya tidak lelah Kuliah terus ? Hmm, pertanyaan yang menarik. Jika dikatakan lelah, mana mungkin saya bohong katakan tidak, tentu saja kuliah itu melelahkan, namun jika semua itu untuk menggapai cita – cita saya, kenapa tidak ? Saya masih muda, dan saya harus menggapai mimpi yang saya impi – impikan sejak dulu. Saya ingin sukses dan menjadi orang hebat dengan menggapai mimpi yang saya inginkan. Saya ingin membahagiakan ibu saya dan keluarga saya dengan menjadi sukses dari apa yang saya impikan. Semua itu harus saya lakukan walaupun banyak cobaan dan rintangan yang membuat perjalanan ini semakin berat, mungkin malahan justru membuat kita bisa menjadi lebih kuat lagi dalam menjalani kehidupan kita dan menjadi sukses dengan mengejar mimpi kita.


Jadi begitulah, sebentar lagi saya akan diwisuda, tinggal beberapa hari lagi sebelum hari wisuda yang saya tunggu – tunggu datang dan saya dinyatakan lulus dari Undip lalu menjadi seorang Sarjana Gizi. Semoga acara wisuda nanti nyaman dan lancar dan semuanya baik – baik saja. Setelah saya wisuda nanti saya akan melanjutkan kuliah untuk menggapai mimpi saya dan menjadi orang sukses dengan mimpi saya sendiri. Saya harus tetap semangat dan berjuang keras untuk dapat menggapainya. Semoga saya Berhasil.

Terimakasih anda telah mengunjungi blog saya dan membaca artikel ini, jika ada yang ingin ditanyakan, atau anda ingin memberikan komentar, kritik atau saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi terbaru dair blog ini. Sekian dan Terimakasih.

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Jumat, 03 November 2017

Buah, Sayur Dan Saya Sebagai Sarjana Gizi

buah dan sayur


Selama Kulaih Di jurusan ilmu Gizi, salah satu hal dari banyak hal yang saya pelajari adalah bahwa Buah dan Sayur adalah jenis makanan yang sangat penting bagi seseorang. Apakah kalian suka buah dan sayur ? apakah kalian mengonsumsinya setiap hari ? atau anda hanya konsumi salah satunya saja dan tidak suka sataunya ? atau bahkan tidak suka keduanya ? jika pilihan anda adalah yang terakhir, berarti anda sama dengan saya ketika saya belum masuk ke jurusan Ilmu Gizi dulu.

Saya Tidak Suka Buah Dan Sayur Sejak Kecil



Saya sejak kecil adalah orang yang suka pilih – pilih makanan, ya walaupun sifat pilih – pilih makanan adalah salah satu sifat yang pasti akan muncul ketika kita masuk ke masa anak – anak, namun jika tidak ditangani maka sifat tersebut akan terbawa hingga kita remaja dan dewasa dan akan mempengaruhi pola makan kita. Hal inilah yang terjadi pada diri saya dulu,  saya benar – benar tidak suka buah dan sayur. Pikiran saya saat itu mungkin sama seperti pikiran anak – anak lainnya yaitu bahwa buah dan sayur tidak enak dan pahit untuk dimakan. Selain itu isu – isu buah dan sayur tidak enak juga berasal dari animasi kartun yang sering kita tonton ketika masa kecil dulu dimana terdapat karakter anak kecil yang juga tidak suka makan buah dan sayur karena buah dan sayur itu tidak enak dan pahit.


Propaganda – propaganda yang kita tonton dari situ mungkin juga mengakibatkan kita jadi tidak suka makan buah dan sayur. Saya sedari kecil tidak suka makan buah dan sayur sama sekali, ya mungkin saya masih suka beberapa buah namun sayur ? saya benar – benar tidak menyukainya sama sekali, karena memang benar sayur tidak ada rasanya dan terkadang pahit. Dulu saya juga pernah dijejali makan pare yang merupakan sayur yang sangat pahit, dari situ saya tidak suka makan sayur, jika tidak dipaksa atau jika ibu saya tidak membuatkan sup ayam dengan taburan – taburan sayur, kemungkinan besar saya tidak akan makan sayur.

Sifat pilih – pilih makanan dan tidak suka makan buah dan sayur terus saya bawa hingga saat sebelum saya kuliah. Saat SMA dulu saya tetap tidak suka makan buah dan sayur, saya bisa menghitung mungkin saya satu minggu mengonsumsi buah hanya 2 – 3 kali seminggu dan sangat jarang konsumsi sayur – sayuran. Saya sangat menyukai makanan instan dan gorengan ketika dulu.

Masuk Ke Jurusan Ilmu Gizi Mengubah Pola Makan Saya



Singkat cerita, saya masuk ke Jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro, dan ketika saya masuk disana banyak hal yang saya dapatkan dan mengubah pola makan saya, salah satunya pola pikir dan pola makan saya terhadap buah dan sayur. Terdapat berbagai macam manfaat buah dan sayur untuk tubuh kita. Singkatnya kita dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit jika kita mengonsumsi buah dan sayur secara banyak dan cukup setiap harinya. Buah dan Sayur merupakan sumber utama serat, serta beberapa vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh kita.

Semua teori – teori yang saya baca dari buku referensi, jurnal dan artikel – artikel ilmiah sudah menjelaskan bahwa buah dan sayur itu sangat baik dan bermanfaat bagi tubuh kita. saya menemukan fakta tersebut tentunya membuat saya berpikir ulang tentang pola makan saya yang selama ini salah bukan ? Dan ketika itu saya sadar dan saya mulai mengubah pola makan saya.

Saat ini saya menyempatkan membeli dan mengonsumsi buah setiap harinya, tidak perlu bervariasi setiap hari namun saya sempatkan untuk membeli buah – buahan yang saya suka seperti pisang, jeruk, apel, pear atau semangka setiap hari. Mungkin agak susah, namun saya berusaha sebisa mungkin untuk konsumsi buah dan sayur setiap hari. Jika dahulu saya sangat tidak suka sayur, saya saat ini mulai makan – makanan dengan sayur – sayuran. Suka tidak suka, mau tidak mau saya harus memaksakan tubuh dan mulut saya untuk terbiasa makan sayur sehingga ini akan menjadi kebiasaan dan saya jadi bisa suka (walaupun terpaksa) untuk makan sayur setiap hari.

Tentu terdapat kesulitan – kesulitan yang saya temukan ketika saya coba konsumsi buah dan sayur setiap hari, namun saya mencoba sebisa saya untuk makan sayur ketika saya makan pagi, siang dan malam. Terkadang masih ada yang bolong- bolong dan saya tidak makan sayur, namun saya menggantinya dengan konsumsi buah yang cukup dan lebih banyak.

Saya juga mulai tidak pilih – pilih makanan lagi, serta menurunkan konsumsi makanan instan seperti mi instan dan gorengan – gorengan lagi. Saya tidak pernah mengonsumsi makanan cepat saji karena memang saya tidak suka, saya tidak mengonsumsi gorengan pinggi jalan lagi dan tidak makan gorengan lebih dari 2 buah setiap harinya karena saya tahu jika saya berlebihan mengonsumsi jenis makanan tersebut saya akan jadi gemuk dan tidak sehat dan saya tidak mau hal tersebut terjadi pada diris saya.

Saya Tidak Suka Makanan Cepat Saji



Saya memiliki masalah hipertensi dan saya tahu bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan tekanan darah saya jika dikonsumsi secara berlebihan oleh karena itu saya menurunkannya dan saya tidak menyukai makan – makanan cepat saji. MAkanan cepat saji merupakan makanan yang memiliki ciri khas dimana memiliki kandungan energi, lemak dan natrium yang tinggi. Konsumsi lemak dan natrium secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada seseorang. Hal inilah kenapa saya tidak suka makan makanan cepat saji karena  berdampak buruk bagi saya sendiri. Saya tetap mengonsumsi makanan cepat saji sesekali, namun dalam sebulan mungkin hanya 3 – 4 kali saya makan – makanan cepat saji. Hal lain yang membuat saya tidak suka makanan cepat saji adalah harganya yang mahal


Logika saya juga lebih bermain disini, apalagi ketika kuliah saya harus menghemat dan tidak boros. Harga makanan cepat saji di Indonesia itu terbalik dengan di luar negeri. Di luar negeri sana, lebih mahal untuk membeli buah dan sayur secara cukup setiap hari ketimbang makan makanan cepat saji. Di Indonesia sendiri makanan cepat saji itu mahal, saya tentunya lebih membeli dan mengonsumsi buah ketimbang saya membeli makanan cepat saji, karena selain mahal juga tidak baik untuk kesehatan saya. Loginya disini adalah konsumsi buah dan sayur jelas – jelas memberikan dampak baik bagi kita dan juga dapat dibeli dengan harga yang murah di Indonesia, jadi kenapa saya harus beli dan makan makanan cepat saji yang harganya lebih mahal dan punya dampak buruk bagi kesehatan ? Jika saya tidak menuruti logika saya, maka saya akan menjadi orang yang bodoh karena sudah sangat jelas buah dan sayur itu baik bagi kita.

Jadi itulah cerita saya antara buah, sayur dan saya. Saya dulu tidak suka konsumsi buah dan sangat jarang sekali makan sayur, namun sekarang saya coba berubah dan menjalani salah satu pola hidup dan makan sehat yaitu konsumsi buah dan sayur secara cukup setiap harinya. Bagaimana dengan anda sendiri ? apakah anda juga tidak suka konsumsi buah dan sayur ? Tuliskan cerita anda di kolom komentar yang ada dibawah.

Jika ada yang ingin ditanyakan atau kalian ingin memberikan kritik dan saran atau koreksi terhadap tulisan saya, silahkan kirimkan dengan mengetiknya di kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terima kasih.

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

Change Language