2018
Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Perjalanan Blogging Saya Belum Selesai

dee nutrition blogging


Sudah lebih dari  6 (enam) bulan sejak saya kembali memulai blogging lagi. Saya memutuskan menjadi Blogger untuk beberapa alasan dan target, yang mana saya mulai capai satu per satu hingga saat ini. Banyak hal yang melatarbelakangi saya menjadi Blogger lagi, namun ada beberapa alasan besar kenapa saya memutuskan untuk kembali menjaid penulis blog. Dibawah ini, adalah 3 (tiga) alasan utama kenapa saya memutuskan untuk menjadi seorang Blogger lagi.

SAYA INGIN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SAYA

Mungkin ini alasan paling kuat saya kenapa saya memutuskan untuk aktif blogging lagi. Saya ingin meningkatkan kemampuan menulis saya. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran saya akan kemampuan menulis saya ketika saya selesai kuliah dan merampungkan penelitian dan karya tulis ilmiah (skripsi) saya. Saya merasakan bahwa saya masih benar – benar bodoh dalam hal menulis. Apalagi dalam kemampuan menulis akademik, saya masih cukup payah dan kewalahan untuk bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah saya. Hasilnya? Ya Karya tulis ilmiah saya untuk tugas akhir kuliah saya agar bisa lulus selesai, namun menyisakan stress berat dan ‘sadar’ bahwa kemampuan menulis saya masih jauh dari kata sempurna.

Jika saya benar – benar ingin menggapai cita – cita saya menjadi seorang Dosen/Pengajar yang hebat di masa depan nanti, maka saya harus mengasah dan meningkatkan kemampuan menulis saya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk aktif kembali menjadi seorang Blogger. Saya menjadi blogger lagi untuk terus melatih kemampuan menulis saya. Di blog ini, Dee Nutrition’s Blog, saya akan terus mengasah kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

SAYA INGIN MENGEMBANGKAN USAHA & BRAND SENDIRI
Ketika tahun pertama di semester kedua saya kuliah, saya menyadari sesuatu. Saya ingin memiliki usaha dan ‘brand’ saya sendiri. Mimpi yang besar? Tentu saja, mengembangkan dan melahirkan sebuah personal Brand itu memang tidak mudah. Banyak hal yang perlu saya persiapkan untuk bisa menciptakan brand saya sendiri. ketika saya sadar akan hal itu hal pertama yang saya lakukan adalah membuat Avatar dan Brand yang sesuai dengan bidang dan kemampuan saya. Beberapa bulan saya mempersiapkannya, akhirnya lahirlah brand Dee Nutrition, sebuah brand yang nama awalnya berasal dari  2 huruf depan nama asli saya. Tujuan awal? Tujuan awal saya adalah sedikit demi sedikit membuat basis brand saya. Pertama membuat nama brand yang unik dan cukup eye catching¸kedua membuat avatar brand agar orang – orang lebih tertarik, ketiga membuat blog/web dan social media untuk bisa memperkenalkan dan memperluas jangkauan brand saya.

Semua target sudah saya lakukan dan selesaikan di tahun kedua saya kuliah, namun karena kendala saya dalam mengatur waktu akhirnya, projek memperkenalkan brand saya ‘mandek’. Bagaimana tidak, tahun ketiga dan keempat adalah tahun – tahun yang (menurut saya) sangat sulit, Jam kuliah yang semakin meningkat, organisasi, kepanitiaan, tugas semakin meumpuk, studi lapangan, praktikum laboratorium serta laporannya, persiapan penelitian dan tugas akhir/skripsi. Semua itu membuat saya akhirnya harus ‘berhenti sejenak’ dalam mengembangkan brand Dee Nutrition.

SAYA INGIN SERIUS MENJADI BLOGGER DAN MEMILIKI PENGHASILAN

Ketika kita lulus kuliah, pasti ada hal selanjutnya yang harus kita lakukan bukan? Mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai seorang Fresh Graduate pasti itu ada dipikirannya, apalagi orang – orang disekitar pasti akan menanyakan juga apa yang kita lakukan selanjutnya setelah lulus ini. Saya sendiri karena cita – cita saya adalah menjadi seorang Pengajar/Dosen saya sudah merencanakan untuk melanjutkan kuliah. Berarti saya tidak bekerja dan menganggur dong? Bisa dikatakan tidak, saya masih mengikuti beberapa pekerjaan ‘sementara’ yang saya lakukan, Saya memang tidak memiliki main job, namun saya sudah banyak melakukan part time job dari kuliah dulu.

Saya memutuskan untuk menjadi Blogger, selain dua alasan diatas adalah saya ingin bisa memonetisasi blog saya dan dapat menghasilkan uang dari blog yang saya miliki. Ketika dulu, saya sudah mengenal yang namanya Google AdSense, sebuah layanan iklan web yang dikelola Google. Jika kita (blog kita) diterima oleh AdSense, maka kita bisa mendapatkan pundi – pundi dari iklan yang kita sematkan di blog yang kita miliki (dan daftarkan tadi). Inilah alasan lain kenapa saya ingin aktif Blogger lagi, saya ingin menghasilkan uang dari blog saya dan menjadikan kegiatan menulis blog sebagai part time job saya selanjutnya, dan mungkin seterusnya.

PENCAPAIAN TARGET SELAMA 6 BULAN MENJADI BLOGGER

Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger, tentu saja ada target – target yang harus saya capai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dibawah ini adalah target – target saya dalam Blogging

Posting Artikel Secara Konsisten Setiap Harinya

Untuk terus melatih kemampuan menulis saya sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung harian blog saya, maka salah satu cara terbaik yaitu merilis artikel di blog setiap harinya. Hal ini akan membuat saya akan terus melatih kemampuan menulis saya setiap hari, bagaimana saya harus membuat sebuah artikel yang baik dalam waktu satu hari. Kualitas blog salah satunya ditentukan dari jumlah posting artikel yang ada di blog tersebut, semakin banyak maka semakin bagus. Tentunya kuantitas jumlah posting juga harus dibarengi dengan Kualitas artikel yang baik pula. Selama sekitar 3 bulan saya terus menulis artikel setiap harinya, membaca referensi – referensi supaya artikel yang saya buat tetap berkualitas.

Membuat Target Menulis Artikel dalam Sebulan

Ketika saya selesai dalam mempersiapkan dan menyelesaikan template blog saya, kemudian hal lain yang saya lakukan adalah mentargetkan berapa banyak artikel minimal yang harus saya buat dalam satu bulan. Saya mentargetkan minimal 20 artikel yang saya rilis selama 3 bulan (September – November). Hasilnya? 3 (Tiga) bulan tersebut saya berhasil membuat cukup banyak artikel dan melebihi target saya. Dikarenakan saya juga saat itu mentargetkan untuk bisa diterima Google Adsense, saya pun akhirnya berusaha untuk konsisten menulis artikel setiap hari dan mencapai target bulanan saya.

Memiliki Jadwal Blog yang Teratur

Sekarang ini, saya sudah mulai membuat jadwal teratur dan tema mingguan untuk blog saya. Saya memutuskan untuk merilis 5 artikel dalam seminggu, dengan sabtu dan minggu adalah hari libur untuk saya sekalian menyiapkan tema artikel untuk minggu depan. Hal ini lebih memudahkan saya karena dengan adanya tema mingguan, akan membuat saya fokus untuk mencari referensi dan membuat artikel dengan tema yang sama dan (mungkin) berkesinambungan. Ini tentunya lebih banyak menghemat waktu saya dalam membuat artikel karena pencarian/riset karena saya tak harus membaca banyak tema tulisan dalam satu minggu. Anda tidak percaya? Coba saja lakukan, maka anda akan merasakan manfaatnya ketika anda menulis blog. Hal lain yang harus diingat juga adalah jangan lupa untuk memasukkan hari ‘libur’ dalam menulis artikel. Adanya hari libur untuk membuat artikel akan ‘mengistirahatkan’ otak kita sehingga otak kita tidak jenuh dalam menulis.

Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan terus Membuat Artikel

Mungkin ini yang mulai saya rasakan sekarang. Meningkatkan kemampuan menulis saya adalah factor utama kenapa saya aktif blogging lagi. Saat ini mungkin saya sudah bisa merasakan manfaat dari menulis dan membuat artikel blog saya. Dulu, ketika saya ingin membuat artikel, pasti banyak ‘mandek’ atau stuck karena satu dan lain hal. Biasanya yang membuat saya mandek adalah bingung dalam membuat awalan dan akhiran artikel, bingung dalam menentukan kosakata pada artikel, bingung membuat kalimat penyambung dari paragraph sebelum ke selanjutnya, terkadang sering OOT karena membuat banyak artikel dalam sehari dengan tema yang berbeda.
Sekarang, setelah 6 bulan saya mulai bisa merasakan bahwa kemampuan menulis saya mulai meingkat dan lebih baik dari sebelumnya. Sekarang untuk membuat artikel dengan jumlah kata diatas 500 kata tidaklah sulit jika dibandingkan dulu ketika awal – awal menulis. Ketika dulu saya memulai blogging, saya hanya mampu dalam membuat artikel dengan standar 300 kata per artikel. Berdasarkan blog – blog lain yang saya baca, jumlah kata tersebut terlalu kecil dan harus ditingkatkan lagi agar semakin menantang dan melatih kemampuan menulis saya. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai meningkatkan jumlah minimal kata dalam artikel yang saya buat. Saya kemudian mulai meningkatkan jumlah kata minimal dari 500, 600, 1000, 1200, 1500 dan 2000. Saat ini, rentang minimal saya dalam membuat artikel adalah sekitar 500 kata, namun saya bisa dengan mudah membuat artikel dengan jumlah diatas 500 – 1500, untuk artikel diatas 2000 kata biasanya jarang dan akan saya potong menjadi beberapa part artikel.

Kemampuan Manajerial Blog Saya Semakin Baik

Kemampuan manajemen blog saya juga menjadi lebih baik dan semakin memudahkan saya dalam menulis. Saya mulai teratur dan terjadwal dalam menulis artikel, dan sekarang saya mulai menerapkan peraturan satu tema per minggu untuk membuat fokus dan mudah dalam menulis artikel.

Memonetisasi Blog, dan Diterima oleh Google Adsense

Bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang kita lakukan dan senangi adalah salahsatu ‘kebahagiaan yang haqiqi’. Bagaimana tidak? Kita melakukan sebuah pekerjaan/kegiatan yang memang kita suka dan ditambah bisa menghasilkan uang dari itu, tentu saja sangat menyenangkan dan itulah yang saat ini ingin saya capai. Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger lagi, saya pun akhirnya juga memutuskan untuk bisa diterima Google AdSense, sebuah layanan iklan dari Google yang intinya jika kita diterima maka kita bisa menayangkan iklan di blog kita dan kita bisa dibayar. Menjadi Blogger/penulis blog tidaklah mudah, jujur dibutuhkan semangat yang tinggi untuk tetap terus menulis artikel dan mem-posting­-nya di blog setiap harinya.

Jika menjadi blogger tidak mudah, tunggu sampai anda berusaha untuk diterima Google Adsense, jauh lebih sulit. Selama 6 bulan saya blogging, sudah 10 kali saya mendaftarkan blog saya agar diterima oleh Google Adsense. Hasilnya? Saya mengalami 9 kali tolakan, menyakitkan bukan? Tentu saja sakit, dan lelah, dan terkadang merasa putus asa karena terus ditolak, namun saya terus tetap berpegang teguh untuk terus meningkatkan kualitas blog saya agar dapat diterima Google Adsense. Akhirnya? saya di terima oleh Google Adsense pada minggu terakhir dibulan januari 2018, sebuah pencapaian yang saya tunggu tunggu sejak saya memulai menjadi penulis blog di pertengahan 2017. Akhirnya semua yang saya lakukan untuk dapat diterima oleh Google Adsense tidak sia – sia.

Also Read
Fakta Tentang Blog Saya Dee Nutrition’s Blog yang Diterima Google Adsense

PERJALANAN BLOGGING SAYA MASIH TERUS BERLANJUT


Setelah saya diterima oleh Google Adsense, secara resmi berarti saya bisa memonetisasi blog saya. Ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan saya dan saya akan terus meningkatkan blog saya agar blog saya semakin ramai dan menarik pengunjung untuk datang ke blog saya dan membaca tulisan – tulisan saya. Masih terdapat banyak tantangan yang harus saya lewati, masih banyak target yang harus saya capai. Saya harus tetap semangat dalam kegiatan Blogging dan meningkatkan kualitas artikel blog dan kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan keras dan tidak menyerah. Doa, Semangat, Kerja Keras dan Kesungguhan adalah sesuatu yang harus kita pegang agar saya bisa sukses dalam berkarir menjadi seorang Blogger. Semoga saja, doakan saya.



Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih


Author of Dee Nutrition's Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

Senin, 12 Februari 2018

Dee Nutrition’s Blog Finally Got Approved by Google AdSense


diterima google adsense


FINALLY, FOLKS, IT HAPPENED… I am so thrilled about this… Finally, after everything that I have been through, Google AdSense approved my application to become Publisher of Google AdSense. It is official, I am partnering with Google AdSense now, and I can monetize my blog at last. It’s one of the target that I want since last year and now I can start my career as Blogger. It’s not an easy journey, it’s not an easy task to get approved by Google AdSense. Nowadays, it is really so hard to get approved by Google AdSense, the Standard of Google AdSense for the website or blog that want to be monetized is getting more complex and harder to get. Of course, for me to get approved by Google AdSense, is one of the best thing that happened in my life.

ONE GOAL HAS BEEN ACCOMPLISHED… Finally, I accomplished another thing that I want in 2018 though honestly, I want this thing to happen in 2017, but nah, it was worth the wait. I have to wait for almost 6 (six) month for Google AdSense. Six months of waiting anxiously, stressfully, patiently, just for Google AdSense. Now I can monetize my blog with AdSense, the most powerful and popular Ads Network provided by Google. It is a dream comes true. Now I believe that Hard work will never betray us. In the end, if we keep continue and keep our spirit high, trust me, you will get what you want. So, don’t give up on something that you want, OKAY?

What Is Google AdSense?
Do you know about Google AdSense? If you’re a Blogger, then you must be already known. (I have a faith in you that you know about Google AdSense). Basically, Google AdSense is the most powerful Ads Network. AdSense is provided by Google to ‘monetize’ website, so the blogger or the owner of the website can get paid from his blog.


10x APPLIED FOR GOOGLE ADSENSE, 9X REJECTED… These past six months is one of the hardest time for me, I have applied 10x times for Google AdSense and got 9x times rejection. It was so frustrating, I almost lost my hope to get approved by Google AdSense when I got the 8th rejection. I ‘postponed’ myself for 2 weeks before I continue to tweak my blog again. Rejection is always hurt everyone (including me of course) deeply, and I hate being rejected (you must be understood my feeling, right?). So, every time I got rejection from Google AdSense, it was like my spirit to get approve by AdSense was getting bigger. I kept continue to tweak my blog, edit its template, change its template code, post an article regularly until I got approved by Google AdSense.
IT’S NOT THE END, IT IS JUST THE BEGINNING… I know that I still have so many things to do, to learn, and to keep going so I will become a successful Blogger in the future. I will never stop until I can be a great Blogger. I will continue to write and improve the quality of every article that I made by myself. There will be many obstacles ahead, but I know if I keep going through, then I will be success…

So That’s it for right now, I hope that I can keep posting the story about how I can be approved by Google AdSense in the Future. Stay tune to my blog, Dee Nutrition’s Blog, share this article if you found it interesting.


You have any question? Feel free to ask in the comment below… Thank you and see you next time.
Share:

Kamis, 08 Februari 2018

Terimakasih Google Adsense, Impian Saya Tercapai

diterima google adsense


Akhirnya saya diterima Google Adsense. Sebuah pencapaian yang sebenarnya saya sangat ingin capai di akhir tahun 2017, namun baru kesampaian di awal 2018. Intinya yang saya rasakan sekarang adalah saya sangat senang dan bahagia bisa membuat target dan tujuan saya menjadi kenyataan. Saya bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang saya senang melakukannya.

Terimakasih saya ucapkan kepada Google dan Google Adsense yang telah menerima saya sebagai mitra Google Adsense dan mewujudkan keinginan saya menjadi nyata. Sungguh ini adalah sebuah pencapaian yang sangat penting dan bermakna bagi saya. Saya tidak akan melupannya dan semoga saya bisa terus menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi seterusnya.

Karena kejadian ini membuat saya untuk terus sabar dan tidak menyerah dengan apa yang terjadi, karena jika kita menyerah padahal kita sudah ditengah jalan (atau bahkan hampir sedikit lagi mendapatkan apa yang kita inginkan) maka kita akan kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Memang bukan kapasitas saya yang hanya seseorang biasa dan bukan siapa – siapa, namun hal inilah yang terjadi pada diri saya. Jika waktu itu saya sudah memutuskan untuk menyerah dan tidak mendafar lagi dan lagi ke Google Adsense serta perbaiki masalah – masalah yang harus diperbaiki agar bisa diterima oleh Google Adsense, pasti saya tidak akan pernah di TERIMA Google Adsense (dan tentunya saya tidak akan membuat artikel ini, bukan?) Terimakasih Google telah menerima saya.

Banyak hal yang saya pelajari dari kejadian ini, dan tentunya saya menjadi semakin bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada saya karena pada akhirnya doa saya terkabul berkat kerja keras dan rasa pantang menyerah saya. Jika kita tetap teguh pendirian, terus kerja keras dan tidak menyerah lalu disertai dengan doa yang maksimal, pasti pada akhirnya semua yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Oleh karena itu jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan ya...

Saya sadar saya harus terus berusaha keras dan melakukannya sampai apa yang saya inginkan bisa saya dapatkan. Tidak ada cara mudah untuk bisa menggapai sesuatu yang kita inginkan, apalagi jika apa yang kita inginkan adalah sesuatu yang besar, maka akan banyak tantangan dan rintangan yang menghadang didepan anda.

Menjaga semangat, kesungguhan dan keteguhan hati itu memang sulit. Kita harus me-recharge semua itu agar kita tidak kehilangan keiginan untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Selama 6 bulan ini saya mengalami pasang surut, pernah hampir menyerah, tidak ada semangat untuk membuat artikel, hingga stop selama satu bulan jarang menulis karena banyak hal.

Ternyata, setelah saya menginvestasikan banyak waktu (serta uang) untuk blog saya, ada secercah harapan bahwa saya bisa menghasilkan uang dari blog saya. Saya tahu kedepannya akan masih banyak tantangan yang harus saya lewati, namun saya telah membuka pintu baru untuk menggapai kesuksesan yang saya inginkan di masa depan nanti. Semoga saya selalu bisa mengembangkan dan meningkatkan kualitas blog saya dan artikel blog saya. Saya menemukan semangat baru untuk terus berjuang untuk dapatkan apa yang saya inginkan dan saya tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Kejadian ini membuat saya harus terus berjuang pantang menyerah, dan terus berdoa karena pasti pada akhrinya apa yang kita inginkan akan jadi kenyataan.


Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Rabu, 07 Februari 2018

Dee’s Journey: Saya akan Terus (Konsisten) Menulis




Satu lagi penyamangat saya untuk terus menulis, saya akhirnya secara resmi bisa menjadi mitra Google Adsense dan dapat menghasilkan uang dari Blog saya. Saya harus terus meningkatkan kualitas blog saya dan artikel blog saya. Saya akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas artikel blog saya agar kalian para pembaca blog saya nyaman untuk membaca artikel dan berada di blog saya.

Menulis adalah sesuatu yang sangat saya senangi sejak kecil, dan sekarang saya bisa menghasilkan uang dari sesuatu yang saya senangi, tentu saja saya bertambah senang. Bulan Desember 2017 dan Januari 2018 adalah bulan dimana keinginan saya untuk mengurus blog saya menurun, dapat anda lihat sendiri kalau jumlah artikel di kedua bulan tersebut menurun. hal itu karena saat itu saya merasa sedikit putus asa karena tak kunjung datang email dari Google Adsense. Sekarang? Ini tentunya berbeda 180 derajat dari bulan sebelumnya karena saya sudah diterima oleh Google Adsense. Saya punya alasan lain untuk terus menulis dan mengurus blog saya lagi.

Jujur saja, kita sebagai manusia pasti akan menambah semangat jika apa yang kita senangi itu dapat menghasilkan uang pada akhirnya bukan? Itulah yang terjadi sekarang pada saya, saya mencoba untuk semangat lagi dalam menulis dan membuat blog saya semakin bagus dan berkualitas. Saya akan terus menulis sampai saya benar – benar bisa menjadi seorang penulis yang handal dan kemampuan menulis saya menjadi sangat baik.

Beberapa cara dibawah ini yang saya lakukan agar saya bisa konsisten dalam menulis di Blog:

Menentukan Jadwal Posting Artikel di Blog


Ini adalah salahsatu cara agar saya bisa selalu konsisten untuk bisa menulis, saya membuat jadwal rutin harian saya untuk bisa menulis. Biasanya setiap hari saya menyisihkan waktu saya sekitar 1 – 2 jam digunakan untuk menulis artikel di Blog. Saya juga sudah membuat jadwal kapan saya harus posting artikel. Sebelumnya saya menjadwalkan untuk bisa mem-posting artikel di blog saya setiap hari namun karena target 100 artikel saya sudah tercapai (dan saya sudah tidak libur lagi dan harus mengurus berkas – berkas untuk keperluan S2 saya) maka jadwal satu artikel satu hari menjadi tidak memungkinkan, ditambah dengan fakta bahwa satu artikel satu hari dapat membuat kita bosan dan stuck malah dapat membuat kita jenuh dan akhirnya malah tidak menulis artikel sama sekali. Oleh karena itu, saya harus membuat jadwal posting artikel di blog saya. Saya merencanakan untuk mem-posting ­artikel di blog saya 3 – 5 artikel setiap minggunya dengan 2 hari libur. Menurut saya itu adalah jadwal paling ideal, karena banyak juga media – media atau blog baik dalam negeri ataupun luar negeri yang juga akan libur tidak menerbitkan artikel di hari sabtu dan minggu. Semoga dengan jadwal baru ini saya bisa konsisten untuk terus menulis.


Disiplin dengan Jadwal Posting


Jika saya sudah membuat Jadwal posting artikel di blog, maka saya harus mematuhinya dan disiplin dalam melakukannya. Jika saya ingin konsisten dalam menulis artikel untuk blog saya maka saya harus menjadi lebih disiplin. Sejujurnya, kedisiplinan untuk tetap melaksanakan jadwal posting itu agak sulit, apalagi kalau ternyata tugas – tugas lain yang juga muncul dan harus segera diselesaikan, maka biasanya saya akan mengorbankan waktu menulis saya. Saya harus terus melatih kedisiplinan saya agar saya bisa konsisten dalam menulis. Disiplin itu sangat penting bukan? Orang – orang yang bisa mendisiplinkan dirinya pasti akan jauh lebih baik dalam mengatur hidupnya ketimbang yang tidak? Selain itu juga, orang – orang yang disiplin juga cenderung sedikit mengalami stress karena Ia konsisten dalam mengerjakan tugas – tugasnya dan ia dapat menyelesaikan semua tugasnya dengan baik. Saya membaca banyak orang – orang sukses yang disiplin akan jadwal kegiatannya sehari – hari. Tidak ada orang sukses yang tidak disiplin akan jadwal yang ia miliki. Disiplin akan jadwal adalah sebuah tanggung jawab dan jika kita ingin sukses maka kita mau tidak mau harus disiplin akan hal itu. Ayo menjadi lebih disiplin agar dapat terus menulis.

Tetap Semangat dan Bersungguh - Sungguh


Mempertahankan semangat  dan kesungguhan hati itu sulit, kita harus bisa mencari pijakan atau alasan yang kuat agar kita tetap ‘stay on track’ dalam menjalani apa yang kita lakukan. Oh menjaga semangat dan kesungguhan itu sangat sulit lho, saya saja (selama ini) masih sering hilang semangat. Semangat dan kesungguhan hati kita harus terus dijaga dan di recharge agar tetap tinggi. Tanpa kedua hal tersebut maka kita akan mudah untuk bosan dan meninggalkan suatu pekerjaan. Alasan pertama saya untuk tetap semangat menulis adalah saya ingin menurunkan level stress yang ada pada diri saya, saya sangat mudah stress dan menulis dapat menurunkan dan menjaga level stress pada diri kita. Alasan kedua adalah saya ingin meningkatkan kemampuan menulis saya menjadi lebih baik lagi, setelah saya sadar kalau kemampuan menulis saya masih jauh dari kata ‘BAIK’ maka saya harus melatihnya, ditambah dengan cita – cita saya untuk menjadi seorang dosen/tenaga pengajar maka mau tidak mau saya harus melatih dan meningkatkan kemampuan menulis saya demi masa depan saya. dan  alasan (baru) ketiga dan yang terakhir, sekarang ada alasan ketiga yaitu saya ingin menghasilkan uang dari kegiatan yang saya sukai. Karena saya sudah secara resmi menjadi seorang pengiklan, saya bisa mendapatkan penghasilan dari blog saya.

Bagaimana menurut kalian? Ketiga hal diatas adalah cara – cara yang saya lakukan untuk terus bisa menulis lagi dan semakin meningkatkan kualitas blog serta artikel blog saya. Semoga kedepannya blog saya dapat menjadi semakin baik dan terus berkembang menjadi sebuah media baca yang memiliki kualitas yang baik.


Jika ada pertanyaan silahkan kirimkan pertanyaan anda melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa share artikel ini untuk membantu saya mengembangkan blog saya menjadi lebih baik lagi. Terimakasih.


Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Rabu, 17 Januari 2018

Dee's Journey: Menyerah itu (Harusnya) Tidak Ada Dalam Kamus Saya

jangan menyerah

Apakah saya orang yang mudah menyerah? Saya pribadi merasa bahwa saya bukanlah orang yang mudah menyerah. Dulu ketika saya SMA, saya  berlomba dan terus kalah berkali – kali, saya tetap tidak menyerah dan malah lebih giat berlatih (dan berdoa) dan akhirnya bisa menang. Ketika kuliah, saya juga terus berharap untuk bisa mendapatkan nilai bagus dan bisa dapat gelar cum laude ketika saya lulus, pada awal semester saya masih berantakan dalam mengatur jadwal dan beradaptasi dengan dunia perkuliahan (dan merantau), namun pada akhirnya saya bisa mengatasinya dan saya mendapatkan predikat cum laude ketika saya lulus kemarin.

(Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu)

Mungkin bersikap realistis dan mudah menyerah itu sering dikatakan sama, padahal menurut saya keduanya berbeda. Saya adalah orang yang realistis, jika dipikiran saya saya tidak bisa mendapatkan atau melakukannya, maka saya akan langsung katakan tidak atau saya langsung tidak ingin melakukannya atau mendapatkannya. Jika analisis saya mengatakan itu adalah hal yang sulit untuk dicapai dan digapai, maka saya akan langsung menyerah. Maksud saya, untuk apa saya bersikap optimis jika pada akhirnya saya tahu bahwa saya tidak akan mendapatkan atau bisa melakukannya? Hal itu hanya buang – buang energi saja bagi saya.

Jika saya mudah menyerah, mungkin saya tidak akan bisa menyelesaikan kuliah saya tepat pada waktunya. Saya mungkin cukup bangga dengan diri saya, saya adalah orang yang sering sakit dan menderita berbagai macam penyakit, namun saya masih bisa lulus dengan masa waktu normal 4 tahun, yang bahkan orang – orang normal dan sehatpun belum bisa mencapainya. Mungkin jika saya mudah menyerah, saya akan menerima keadaan, terus mengeluh dan akhirnya saya terlambat untuk bisa lulus tepat waktu.

Saya memiliki berbagai macam penyakit yang membuat saya mudah untuk menjadi malas. Penyakit – penyakit yang saya derita membuat saya mudah sekali untuk bermalas – malasan seharian dan tidak melakukan kegiatan berarti atau bahkan malah tidak melakukan apa – apa sama sekali. Ketika saya benar – benar malas, saya sangat membenci diri saya, namun saya tidak bisa melakukan apa – apa. Saya akan terus malas sampai saya menemukan suatu cara atau motivasi untuk membuat saya lebih semangat lagi dan bisa kembali aktif untuk melakukan sesuatu. Hal yang sangat gila bukan? Mungkin sebagian dari kalian juga mengalami nasib yang sama dengan saya? Welcome to the club, eh?

Akhir – akhir ini saya terus berpikir apakah doktrin tidak menyerah dalam diri saya ini mulai berkurang atau kendor? Saya terus bertanya akan hal itu karena akhir – akhir ini saya menjaid lebih pesimis dan mudah menyerah. Saya juga masih berusaha untuk melawan kemalasan saya yang terus – menerus menyerang saya dan membuat saya jadi malas dan tidak melakukan apa – apa. Kenapa saya jadi malas – malasan untuk menggapai cita – cita saya?

Saya harus bisa berubah demi diri saya sendiri. tidak akan ada orang yang dapat merubah diri saya jika saya sendirilah yang membuat saya malas. Mungkin kata – kata ini benar “musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.”, kata – kata tersebut terus terngiang dalam pikiran saya. Saya terus mencari cara untuk bisa memperbaiki diri saya agar saya tidak mudah untuk menyerah lagi, tidak malas – malasan dan tetap semangat dalam menggapai dan melakukan apa yang saya inginkan dan lakukan. Saya HARUS BERUBAH DAN MENJADI LEBIH BAIK LAGI. DOAKAN SAYA.  


Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih

Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Selasa, 16 Januari 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

enaknya di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.


Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.

Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Kamis, 11 Januari 2018

Dee Nutrition: Projek Membuat Komik Strip Gizi Dimulai

Siapa yang Tidak Suka Komik?


Komik? Siapa diantara kalian yang tidak suka membaca komik? Pasti mayoritas anak – anak muda jaman sekarang suka membaca komik, apalagi komik strip. Siapa yang tidak kenal dengan komik strip? Komik strip dapat dikatakan sebagai komik pendek karena hanya memuat beberapa gambar dan scene cerita. Saat ini komik strip sedang booming (naik pamor) di social media. Banyak creator – creator yang meluncurkan komik strip dengan keunikannya masing – masing. Hal inilah yang mendorong saya juga ingin sekali membuat komik strip saya sendiri.

dee nutrition comicRencananya bulan ini saya akan membuat dan mendesain karakter dan settingan untuk projek komik saya. Saya tidak serta merta ingin membuat komik strip, sebenarnya sudah sejak dulu saya ingin membuat dan menjadi seorang creator Comic Strip namun belum kesampaian. Saat ini saya sedang mempersiapakan untuk bisa meluncurkan komik strip Gizi.Sebelum itu saya akan menjelaskan beberapa alasan kenapa saya ingin membuat komik strip. Dibawah ini merupakan beberapa alasan yang membuat saya ingin menjadi seorang creator komik strip.

Saya Ingin Mengedukasi melalui Komik Strip Gizi
Saya adalah seorang sarjana gizi dan kesehatan, tentunya kita sebagai seorang sarjana dalam bidang kesehatan mempunyai tugas (atau mungkin andil) dalam mengedukasi masyarakat. Dimana lagi tempat mengedukasi dengan mudahnya kalau bukan di social media? Social media sekarang ini bisa menjadi sarana atau tempat kita bisa memberikan edukasi gizi, dan untuk membuat edukasi gizi lebih menarik maka kita juga harus menyesuaikan dengan trend – trend yang ada pada saat ini, salah satunya adalah Komik Strip.


Saya Suka Desain
Saya bisa dikatakan suka mendesain vector. Saya sejak dulu sangat suka bermain komputer/laptop. Ketika saya bermain dengan laptop saya, saya banyak mengeksplorasi berbagai macam software yang ada di laptop saya dari game, software office, software desain bahkan sampai pemrograman pernah saya pelajari dan saya latih. Untuk masalah kreativitas, mungkin saya tidak kalah dengan para creator – creator atau mahasiswa jurusan desain (walaupun saya bukan berasal dari jurusan komputer ataupun DKV). Saya menguasai beberapa software desain grafis. Sudah terdapat banyak media yang saya buat dari poster, leaflet, brosur, booklet, cover halaman, banner, serta animasi. Saya juga ketika kuliah mengikuti himpunan mahasiswa yang berada dalam bidang media dan informasi, jadi media bukanlah sesuatu yang asing bagi saya.

Saya Ingin Memperluas Jangkauan Brand Dee Nutrition
Saya memiliki Brand yang saya buat sendiri yaitu Dee Nutrition. Saya sejak dulu ingin memiliki brand sendiri dan ketika saya kuliah saya memutuskan untuk membuat brand Dee Nutrition. Tadinya saya hanya ingin membuat brand Dee Nutrition untuk blog saya, namun kemudian brand Dee Nutrition  ingin terus saya perluas dan merambah ke sector lainnya, salah satunya adalah komik strip.

Komik Strip yang Semakin Diminati
Kenapa banyak orang suka dan membaca komik strip? Jawabannya menurut saya (sudut pandang pribadi) adalah karena komik strip itu ceritanya pendek, namun ada esensi yang terdapat didalam cerita komik strip tersebut. Kita tidak perlu membaca terlalu lama dan membuang waktu kita untuk mengetahui tujuan komik strip itu dibuat, terkadang ada maksud menghibur, memberi informasi terkait suatu informasi, mengkritik, ataupun pengingat akan kehidupan sehari – hari . Tentunya jika kita membaca komik biasa, kita harus berlama – lama membaca komik dan membuang waktu bukan?



Sekian untuk artikel kali ini, selanjutnya saya akan terus memposting mengenai projek komik strip saya di blog ini. Jika ada kritik ataupun saran saya sangat mengharapkannya untuk membuat saya menjadi lebih baik. Sekian dan terimakasih.

Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih
 Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Selasa, 09 Januari 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip

pekerjaan


Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?


Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.


Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.


Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

Change Language