Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Tuesday, January 9, 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip

dee nutrition - works


Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?

Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.

Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

0 Comments:

Post a Comment