Dee Nutrition's Health: Stress Berlebihan Berbanding Lurus Dengan Kebotakan Dini (Part 1) ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Senin, 18 Desember 2017

Dee Nutrition's Health: Stress Berlebihan Berbanding Lurus Dengan Kebotakan Dini (Part 1)

stress dan botak


Anda Pernah Mengalami Stress?

Anda pernah mengalami stress? Atau saat ini anda sedang mengalami stress? Apakah stress anda cukup parah dan masih terus berlanjut sampai sekarang? Jika jawabannya ia, maka kita mengalami hal yang sama. Stress bagi saya merupakan sebuah hal yang selalu ada setiap hari, tentunya ini menjadi masalah bagi saya. Satu hal yang benar – benar menjadi perhatian saya adalah jika saya stress maka rambut saya akan rontok. Apakah kalian juga mengalami hal yang serupa?

Stress Dulu dan Stress Sekarang

Saya sering mengalami stress berat ketika saya kuliah. Saya sudah mengalami stress sejak dulu karena masalah dan penyakit yang saya derita, namun sebelum saya kuliah saya tidak merasakan atau terlalu merasakan stress seperti yang saya rasakan saat ini dan dampaknya juga tidak ada, paling ketika dulu stress saya akan bermain games seharian, atau menonton televisi atau film, atau membaca buku dan novel. Setelah saya melakukan semua itu stress saya langsung berkurang dan bisa hilang.

“Kehidupan mahasiswa saya penuh dengan tekanan dan stress berlebih”

Beranjak menjadi mahasiswa, semua itu sirna dan susah saya lakukan. Ketika saya kuliah, semuanya berubah, jadwal kuliah yang begitu padat, praktikum sana sini, ambil data lapangan ke banyak tempat, laporan dan presentasi setiap minggu membuat kegiatan ‘senang – senang’ saya drastis berkurang. Pasti ada saja yang membuat saya tidak bisa melakukan kegiatan – kegiatan bersenang – senang saya dengan damai. Contohnya misal ketika saya hendak bermain games, saya akan merasa bersalah jika saya lebih memilih bermain games padahal masih terdapat banyak kerjaan kuliah yang harus saya selesaikan, ini berbanding terbalik waktu saya di bangku SMA, walaupun banyak tugas (namun tidak sebanyak kuliah) dan ekstrakulikuler dan olimpiade yang saya ikuti, saya masih bisa bersenang – senang tanpa memikirkan konsekuensinya sama sekali.

Entah sudah berapa lama, namun saya merasakan bahwa rambut depan bagian saya terus menerus rontok dan mulai terlihat kebotakan di bagian depan. Jika dulunya rambut saya lebat bagian depannya, sekarang bagian rambut kepala saya bagian depan seperti sudah mau habis dan kulit kepalanya dapat dilihat dengan jelas. Rambut bagian depan saya terlihat jelas semakin menipis, pendek, dan mulai terlihat sedikit ketika saya beranjak ke semester 6, yaitu masa – masa magang/praktek belajar lapangan dan tuga akhir melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah.

Tahun ke 3 dan ke 4 Kuliah yang Sangat Berat

Tahun pertama dan kedua, mungkin saya masih bisa bersenang – senang sedikit, saya masih bisa menyempatkan untuk bermain games dan melepas stress di hari jumat (malamnya) atau sabtu. Saya masih ingat saya bisa bermain games seharian ketika itu. Tahun pertama masih merupakan tahun – tahun dasar dimana kita belajar tentang materi – materi dasar. Tahun pertama memang merasakan adanya bebas tugas, waktu kuliah, dan kerjaan yang lebih banyak dibandingkan waktu SMA, dan terdapat praktikum – praktikum dasar (saya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FK Undip), tugas lapangan masihlah sangat sedikit. Tahun kedualah mulai terdapat banyak kegiatan dan tentunya terjadinya stress akan jauh lebih besar dibanding tahun pertama, namun saya masih bisa bersenang – senang. Tahun kedua proporsi tugas lapangan mulai meningkat dan saya juga mengikuti organisasi kemahasiswaan dan Lembaga pers fakultas saat itu. Memasuki tahun ketiga ini mulai begitu banyak kegiatan yang benar – benar menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Melakukan perkuliahan dari pagi sampai sore (bahkan pernah sampai malam), kegiatan organisasi dan kepanitiaan, Lembaga pers, praktikum, tugas lapangan untuk ambil data, serta laporan dan presentasi kelompok maupun individu yang terus saya terima setiap harinya.

Saya berpikir mungkin saya menjadi terlalu serius ketika saya memasuki tahun ketiga dan keempat, ya mungkin wajar karena itu merupakan tahun – tahun terakhir dan juga saya memiliki target – target yang harus saya capai seperti ingin mendapatkan predikat cum laude, ingin dapatkan IP 4  pada beberapa semester, ingin menyelesaikan penelitian dan karya tulis ilmiah, dan satu lagi ingin CEPAT LULUS (atau lebih tepatnya tidak ingin lewat 4 tahun kuliah). Kegiatan yang begitu banyak ditambah target – target yang harus saya penuhi membuat saya menjadi orang yang terlalu serius dan ‘lupa’ untuk sedikit bersenang – senang. Semua inilah yang membuat saya akhirnya mengalami kebotakan dini, karena waktu ditahun ketiga yaitu di usia saya 20 tahun rambut bagian depan saya mulai menipis dan sulit tumbuh (padahal rambut – rambut kepala bagian samping dan belakang masih terus tumbuh dengan lebat bahkan sampai sekarang.)

Saya Memiliki Gangguan Kecemasan Berlebih

Salah satu gangguan psikologi yang saya miliki adalah gangguan kecemasan berlebih atau Bahasa kerennya yaitu Anxiety Disorder. Orang – orang yang memiliki gangguan ini akan mudah sekali untuk panik dan cemas terhadap sesuatu, dan tentu saja kecemasan dan kepanikan bisa menimbulkan stress. Saya sangat mudah untuk cemas, baik itu terhadap sesuatu hal yang besar atau kecil. Contohnya seperti saya akan mengecek berkali – kali apakah barang – barang yang saya sudah masukkan di dalam tas atau yang harus saya bawa itu sudah masuk semua kedalam tas, atau apakah saya menaruh hp saya dengan benar dan tidak meninggalkannya, apakah hp saya saya masukkan kantong celana dengan benar (karena saya cemas hp saya akan jatuh padahal kenyataannya tidak akan), apakah saya sudah menyimpan laptop saya dengan aman, apakah laptop saya akan aman jika saya tinggal di kost, atau yang sering adalah apakah saya sudah mengunci pintu dengan benar. Sebenarnya masih banyak kecemasan – kecemasan lain yang lebih besar dari yang tadi saya sebutkan, namun intinya adalah saya selalu mudah untuk cemas terhadap sesuatu sekecil apapun itu.
Sampai sekarang (saya menulis artikel ini) saya masih terus melakukan hal itu setiap harinya, lebih parahnya lagi saya tidak mempercayai bahwa kost saya aman sehingga setiap hari saya terus membawa laptop saya kemanapun saya pergi (agak gila bukan?). Mungkin itu ada baiknya, namun masalahnya adalah jika saya lupa dan ada sesuatu yang terlupakan untuk dibawa misalnya, maka saya akan jadi stress dan terus memikirkannya.

Saya Memiliki Gen ‘Botak’
Ok, jadi saya memang memiliki gen ‘botak’ dari almarhum ayah saya. Ayah saya juga botak  bagian depannya ketika ia masih hidup dan sehat. Gen kebotakan itu memang ada lho, dan botak itu diturunkan. Memang stress berperan besar dalam terjadinya kebotakan, namun jika anda mengalami stress berat secara terus menerus ditambah anda memiliki gen ‘botak’, maka presentase anda untuk mengalami kebotakan (bahkan kebotakan dini) meningkat drastis, dan hal ini yang sekarang saya rasakan.


Saya sebenarnya sudah tahu bahwa suatu saat saya akan mengalami hal yang sama seperti ayah saya, namun saya tidak berpikir secepat ini. Ternyata artikel atau jurnal penelitian yang mengatakan tentang kebotakan dini itu memang benar adanya dan hal itulah yang saya rasakan sekarang. Biasanya atau normalnya seseorang akan mulai botak diusia 30 – 40 tahun, namun kebotakan dini juga dapat terjadi mulai usia 20 – 30 tahun. Saya tertawa miris karena jurnal yang saya baca itu benar terjadi pada diri saya, dan lebih parahnya lagi saya mengalami kebotakan dibagian depan pada usia 20 tahun (miris dan mengenaskan bukan?) Saya hanya bisa tertawa dan mulai menyesali banyak hal, namun celakanya ini malah membuat saya jadi lebih stress dan dapat memicu kerontokan menjadi lebih cepat pada rambut saya.

Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share:
Location Indonesia

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language