Full Review Justice League Movie Dengan Spoilers (Indonesian) ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Sabtu, 02 Desember 2017

Full Review Justice League Movie Dengan Spoilers (Indonesian)

review justice league

Full Review Justice League Movie


Film yang Saya Tunggu – Tunggu Akhirnya Datang

Sebagai penikmat film dan penggemar DC Comics tentu saja bulan November adalah bulan yang ditunggu – tunggu sejak lama. Karena apa? Karena Film Live Action DC Comics yang (paling) saya tunggu akhirnya akan datang (dan mungkin kalian juga). Film tersebut adalah Justice League Movie. Saya dan penggemar DC Comics lainnya tentunya sangat menunggu – nunggu film ini ditayangkan di bioskop – bioskop di Indonesia, khususnya bagi penggemar DC tanah air itu sendiri. Saya sendiri sudah sangat penasaran dengan Film di DC Extended Universe (Cinematic Live Action Movie-nya DC Comics) yang ke 5 (empat) setelah film – film sebelumnya ditayangkan, yaitu Man Of Steel, Batman V Superman: Dawn of Justice, Suicide Squad, dan Wonder Woman. Saya sangat menunggu – nunggu Justice League pada bulan November 2017.

I was really excited to watch the Justice League Movie since one year ago, bahkan ketika rumornya terdengar saya sudah benar – benar ingin menunggu kehadiran film yang satu ini. DC dan Warner Bros. sepertinya memang sangat baik dan hebat dalam membentuk sebuah urge atau rasa penasaran film Justice League sejak trailer footage ditayangkan di ajang Comic Con tahun 2016 lalu. Tentu saja saya sangat senang sekali akhirnya grup superheroes DC Comics yang paling terkenal seantero jagat akan ditayangkan di layar lebar pada bulan November. Saya sangat menyambut hangat akhirnya Justice League Movie akan datang. Dimana lagi saya bisa melihat Batman, Wonder Woman, Superman, Cyborg, Aquaman dan The Flash bertarung Bersama di satu film.

Sejak pertama kali dikenalkan trailer nya, saya benar – benar sangat ingin menonton film ini di Bioskop. Saya berharap banyak dan besar pada salahsatu film live action yang tentunya ditunggu – tunggu oleh banyak orang ini. Waktu terus berjalan, trailer – trailer, footage, kabar – kabar baik dan buruk mulai menerpa Justice League. Dikabarkan bahwa Justice League sempat mengalami banyak proses perubahan dan ada kendala internal didalamnya. Masalah – masalah tersebut muncul dan membuat film yang saya tunggu – tunggu ini dikatakan terancam tidak bagus. Walaupun begitu saya tetap optimis dengan Justice League.

Penantian demi penantian saya lewati, dan akhirnya ketika 15 November 2017 saya bisa menonton film Justice League di bioskop. Premiere date Justice League di Indonesia lebih cepat 2 hari dibandingkan di Amerika Serikat. Ketika saya melangkah menuju dan duduk di bioskop saya membawa ekpektasi besar untuk Film Justice League. Ini adalah review saya mengenai Justice League dan jujur saya kecewa dengan Film yang sudah saya tunggu – tunggu.

DCEU yang terlalu Kelam dan Gelap

Sebelum memulai review filmnya, mari kita bicarakan mengenai dunia DC Comics Extended Universe (DCEU). Pendapat saya, DCEU terlalu gelap untuk settingan sebuah film bertemakan super hero. Jika kalian belum tahu, DCEU pertama kali dikenalkan dengan basis dunia yang benar – benar gelap (dark) dan kelam. Film pertama DCEU yaitu Man of Steel digararp oleh Zack Snyder. FYI, film – film Snider-centrist itu memiliki universe (dunia) yang terkesan gelap (dark) dan kelam, dan itulah yang terjadi pada DCEU. Dibandingkan Marvel Cinematic Universe, tentunya dunia DCEU itu jauh lebih gelap menurut saya. Saya jujur tidak terlalu menyukainya, maksud saya bagaimana mungkin dunia superhero bisa segelap dan sekelam ini, bukankah harusnya dunia super hero itu harus berisikan banyak harapan? Satu hal yang saya dapatkan dari duni super hero, sekelam apapun atau seputus asa apapun dirimu, pasti akan ada jalan keluar, dan harapan pasti akan datang. DCEU itu memang menawarkan hal tersebut, tapi dunia DCEU benar – benar gelap dan tidak seperti dunia super hero yang selama ini saya kenal ketika saya membaca komik atau menonton animasi tv/film DC Comics. Saya menganggap kesalahan DCEU pertama kali adalah disini, yaitu membiarkan DCEU disetting dengan tema dan dunia yang gelap dan terlalu kelam menurut saya.

Let’s compare DC Comics Extended Universe (DCEU) with Marvel Cinematic Universe (MCU). Saya mencoba seobjektif mungkin disini karena walaupun saya sebagai penggemar DC Comics, saya juga merupakan seorang penikmat film secara general. Sudah dapat dipastikan bahwa MCU memulai debut film dan universenya lebih dulu dibandingkan DCEU. MCU memulai debutnya melalui Film Iron Man di tahun 2007. Sedangkan DCEU, memulai debut universenya pertama kali pada Live Action film Superman berjudul Man of Steel pada tahun 2013. Film – film di MCU itu jauh memiliki nuansa yang lebih ringan dibandingkan DCEU namun bukan berarti film – film di MCU tidak menawarkan sesuatu yang bombastis. Jika dilihat dari cerita, alur cerita film – film MCU lebih menarik dan lebih saya sukai dibandingkan film – film DCEU. Klimaks dari film MCU itu benar – benar didapatkan ketika menonton film – filmnya.

(Perhatian, Review ini mengandung Spoiler, Bagi anda yang belum menonton filmnya di bioskop, saya sarankan untuk tidak membaca review ini. Jika anda meneruskan berarti anda menerima risiko untuk terkena Spoiler pada review ini.)


Kecewa Seharian Setelah Menonton Film Justice League
            
Ketika saya menonton Film Justice League, saya sudah membawa segudang ekpektasi bahwa film tersebut akan berakhir menjadi film yang sangat baik, namun siapa sangka setelah selesai menonton filmnya tanggapan pertama saya adalah “Huh? Hanya itu saja? I want more, benar – benar tidak anti klimaks”. Justice League benar – benar film yang jauh dari ekpektasi yang saya bawa, yang sejak dahulu terbangun sejak trailer footage pertama kali diperlihatkan di Comic Con tahun kemarin. Bagimana mungkin hal tersebut dapat terjadi, film yang katanya berbudget 300 juta dolar amerika ini berakhir dengan banyak masalah yang membuat saya kecewa menontonnya. Masalah – masalah tersebut yaitu dari segi alur cerita, editing scene, CGI dan Penjahat yang lemah. Keempat hal ini adalah benar – benar yang membuat saya cukup kecewa dengan film ini. Setelah film selesai saya keluar dari bioskop masih berpikir bagaimana bisa film dengan budget sangat tinggi bisa acak – acakan seperti itu dan benar – benar anti klimaks. Hal ini membuat saya menyesal menontonnya, sudah alur ceritanya seperti itu, saya sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak hanya untuk menonton film ini dan ternyata berakhir dengan cukup kecewa. Kekecewaan saya akibat menonton film tersebut dan uang yang keluar banyak hanya untuk menonton film tersebut benar – benar terjadi selama seharian. Saya berpikir benar – benar percuma menonton film yang memiliki banyak masalah.

Justice League: The Bad Review

(Perhatian, Review ini mengandung Spoiler, Bagi anda yang belum menonton filmnya di bioskop, saya sarankan untuk tidak membaca review ini. Jika anda meneruskan berarti anda menerima risiko untuk terkena Spoiler pada review ini.)

Dua minggu lalu saya sudah menonton film Justice League dan saya cukup kecewa dengan filmnya karena banyak harapan – harapan yang saya bawa ketika saya menonton filmnya ternyata berakhir tidak terpenuhi. Dibawah ini merupakan beberapa hal yang membuat saya kecewa dan menyesal menonton film Justice League Movie di Bioskop yaitu :

Alur Cerita yang Masih Berantakan

Alur cerita Film Justice League jika dapat di jelaskan seperti ini (Spoiler Warning) : Opening pengenalan super heroes, lalu pengenalan villain dan konflik, Steppenwolf datang ke bumi mencari Mother Box dan dapat dua Mother Box, Batman dan Wonder Woman mulai mencari super hero lain, Justice League terbentuk namun masih kekurangan hero lain, melawan Steppenwolf untuk pertama kali, Aquaman datang bergabung, Batman membuat rencana untuk menghidupkan kembali Superman, Superman hidup kembali, Superman vs Justice League, Justice League kalah, Superman mau membunuh Batman, Lois Lane datang menyadarkan Superman, Superman pergi, Steppenwolf dapat semua Mother Box, Justice League bersiap melawan Steppenwolf dan Final Battle dimulai, Semua super hero kecuali Superman melawan Steppenwolf dan kewalahan, Steppenwolf berada diatas angin, lalu Superman muncul dan memiliki kekuatan Overpowered, Superman versus Steppenwolf dan Superman dengan mudah dihajar Superman, Justice League bertarung Bersama dan akhirnya Steppenwolf kalah.

Villain atau musuh utama di film ini yakni Steppenwolf benar – benar terkesan tidak memorable dan biasa saja. Saya benar – benar kecewa disini, yang awalnya Steppenwolf itu berada diatas angin dan dapat mengalahkan Batman dan yang lain, tiba – tiba Superman datang dan dengan mudahnya menghajar Steppenwolf dan sekarang Superman yang jadi Overpowered (terlalu kuat). Karena hal inilah, saya benar – benar kecewa dengan final battle di film Justice League dan membuat saya bengong dan berkata “Sudah selesai? Itu saja ? benar – benar anti klimaks sekali pertarungannya”.

Pengenalan Superhero baru di film ini juga masihlah kurang, tiba – tiba langsung Batman dan Wonder Woman cari super hero lain. Pengenalan super hero baru di film ini itu kalian hanya diperlihatkan Flash, Cyborg dan Aquaman setelah mereka beberapa bulan jadi super hero. Justice League sama sekali tidak menyentuh cerita origin dari mereka – mereka ini. Saya tahu bahwa ini Film fokusnya Justice League tapi masa tidak ada sedikit origin mengenai mereka sama sekali ? apa karena film – film mereka sendir juga akan tayang? Hmm, saya bingung. Mungkin untuk Aquaman saya masih bisa membiarkannya karena tahun depan Film Standalone Aquaman akan dirilis jadi mungkin aka nada cerita origin atau flashback mengenai Aquaman, oleh karena itu hal tersebut bisa saya maklumi. Untuk Flash dan Cyborg saya benar – benar tidak bisa berpikir dan mencari alasan yang jelas, Cyborg dan Flash itu filmnya masih 2 tahun lagi, setidaknya berilah sedikit cerita dari kedua super hero tersebut walaupun sebentar saja. Saya agak kecewa disini karena alur ceritanya benar – benar masih membuat saya bingung dan pengenalan tokoh baru yang masih kurang.

Editing Jump Scene yang Masih Kurang Rapih

Editing dari scene ke scene selanjutnya masih agak acak – acakan, mungkin ini karena reshoot ulang atau entah bagaimana, intinya proses editingnya menurut saya masih berantakan walaupun masih lebih baik ketimbang film Suicide Squad tahun kemarin. Masa ketika anda disuguhkan pengenalan tokoh superhero, tiba – tiba tanpa ada clue sedikitpun langsung dibawa ke pengenalan villain. Saya waktu menonton mengira di scene tersebut masihlah tentang pengenalan heronya ternyata langsung berubah tentang pengenalan Big Bad dan konfliknya. 

CGI yang Masih Kasar

Ini adalah masalah yang benar – benar serius. Film dengan budget besar harusnya editing dan CGI nya haruslah benar – benar halus dan tak terlihat seperti CGI. Saya masih melihat dibeberapa scene dimana background CGI masihlah kasar dan dapat dilihat dengan mata kita sendiri bahwa itu adalah CGI. Saya mencoba untuk melihat CGI pada kumis Henry Cavill sebagai Superman namun tidak begitu terlihat. Harusnya kan film dengan budget besar CGI nya juga haruslah bagus, tetapi hal ini tidak terjadi di Justice League. Terdapat beberapa adegan dengan CGI yang wah, namun adegan – adegan dengan CGI yang kasar juga masih terlihat, hal ini tentunya merupakan sebuah keanahen kok bisa film semahal ini masih ada CGI yang kasar dan terlihat dengan jelas? It’s annoying WB, I’m annoyed by it.

Penjahat yang Tidak Memorable dan Pertarungan Final Anti Klimaks

Seperti yang sudah saya bicarakan diatas sebelumnya. Harusnya Big Bad itu memorable bukan? Namun selama saya menonton film – film di DCEU, sampai sekarang saya masih belum menemukan Villain yang benar – benar memorable. Bahkan Steppenwold disini juga sama, bagaimana bisa musuh besar yang diawal itu terkesan overpowered lalu kemudian di pertarungan akhir dia dikalahkan dengan mudah dengan adanya Superman yang menjadi super hero overpowered. Jadi intinya pertarungan final pada film  ini semua solusi selesai karena Superman datang bergabung dan menghajar Steppenwolf. What the hell? Bagaimana bisa begitu? Pertarungan final yang benar – benar anti klimaks. Saya kecewa dengan filmnya dan menyesal menontonnya.

Lois Lane lagi – lagi tidak menampilkan skill Reporternya

Sejak saya kenal Batman lalu diikuti Superman dan semesta DC Comics, tentunya saya mengenal Lois Lane sebagai reporter handal, terkenal, hebat dan berani. Hal itulah yang saya tahu tentang Lois Lane. Saya maklumi Lois Lane itu bukan peran utama, tapi tetap haruslah yang ditonjolkan dari Lois Lane adalah sisi reporternya yang memang fenomenal di semesta DC Comics. Sayangnya ini tidak terjadi di film Justice League. Lois Lane benar – benar di kesampingkan, Lois Lane di film ini sedang galau dan seperti tidak ingin menjadi jurnalis karena galau ditinggal Superman. Disini Lois Lane tidak diperlihatkan keberaniannya tentnag meliput suatu hal. Fungsi Lois Lane di film Justice League adalah untuk menyadarkan Superman agar tidak mengamuk dan membunuh Batman. Ini adalah fungsi Lois Lane di film Justice League dan saya sebagai penggemar DC Comics, meh, It’s not cool at all.

Batman yang Terlihat Terlalu Lemah dan Tidak Bisa Apa – Apa

Ok, ini adalah satu masalah yang serius. Salah satu ekpektasi yang saya tunggu dalam film Justie League adalah adegan bertarung Batman melawan musuh. Saya kira tidak dapat dipungkiri bahwa Batman adalah salah satu super hero dengan skill bertarung yang hebat, selain itu Batman juga memiliki berbagai gadget dan juga memiliki otak yang jenius, sudah pasti saya selalu menunggu – nunggu adegan keren dari Batman. Sayang ternyata setelah saya menonton filmnya, ekpektasi itu hanyalah hayalan. Adegan bertarung Batman disini jarang yang tidak menggunakan senjata api atau senjata dengan peluru. Saya menilai Batman pada Film Justice League itu kebingungan, selalu mendapatkan pertolongan dari yang lain,  dan tidak bisa apa – apa selain membuat grup Justice League terbentuk. Saya cukup emosi bagaimana seorang tokoh yang sangat penting di DC Comics ini berakhir seperti super hero yang tidak tahu harus berbuat apa di film tersebut. Yang saya tangkap dari Batman dalam film Justice League adalah Batman sedikit bertarung menggunakan tangan kosong, menggunakan senjata peluru, bertarung namun kalah dan diselamatkan yang lain, menembak musuh, meloncat dari atas atau menggunakan grappling hook khas Batman, bertarung menggunakan kendaraan mobil, pesawat, dan robot (robot laba – laba? I guess?).

Oh ia membahasa scene pertarungan ketika melawan Steppenwolf pertama kali, Batman menggunakan Robot seperti Robot Laba – Laba. Tapi robot tersebut berakhir tidak berguna karena pergerakannya yang sangat lambat bahkan mudah sekali diserang oleh Steppenwolf dan Parademons. Robot tersebut hanya menjadi gimmick yang tidak berguna menurut saya di film ini.

Fighting Scene Wonder Woman yang Kurang Beragam

Saya tahu Wonder Woman adalah petarung wanita yang hebat, dan harusnya selama hidup berates – ratus tahun di bumi dia sudah memiliki pengalaman bertarung yang banyak. Tetapi di film Justice League, scene bertarung Wonder Woman hampir sama atau banyak yang sama dengan Filmnya sendiri. Jika kalian menonton Film Wonder Woman maka kalian akan melihat berbagai kemiripan gaya bertarung dan scene bertarung Wonder Woman dengan yang ada di Justice League. Intinya saya benar – benar agak kecewa dengan pertarungan yang ada.

Trailernya Memberikan Clue Hampir Semua Adegan Seru
Ini mungkin yang membuat anda kesal? Ketika saya melihat trailernya saya diberikan sebuah scene – scene yang epic dan keren, namun setelah saya menonton filmnya ternyata menjadi tidak terlalu menarik. Apalagi jokes yang dikeluarkan The Flash ketika Batman ingin merekrut Barry Allen untuk bergabung dan ya memang itu scenenya. Setelah saya terus menonton scene tersebut berulang – ulang di trailer dan jetika saya menonton filmnya, jokes di scene tersebut menjadi biasa saja dan terkesan hambar karena tayangan tersebut sudah saya tonton di trailer Justice League. Kedua saya kira scene Batman di trailer juga banyak dan saya beranggapan bahwa dia loncat dari gedung atau menggunakan grappling hooknya akan terdapat aksi – aksi pertarungan yang keren saat saya menonton filmnya, ternyata seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Batman sedikit sekali menunjukkan kekuatan dan kepintarannya dalam bertarung. Saya benar – benar kurang puas dengan aksi pertarungan Batman.

Justice League: The Good Review

(Perhatian, Review ini mengandung Spoiler, Bagi anda yang belum menonton filmnya di bioskop, saya sarankan untuk tidak membaca review ini. Jika anda meneruskan berarti anda menerima risiko untuk terkena Spoiler pada review ini.)

Terlepas dari masalah – masalah yang ada dan jika kita mengabaikan masalah – masalah yang sudah saya sebutkan diatas, sebenarnya Film Justice League itu memiliki beberapa hal yang menurut saya baik dimata saya, dibawah ini merupakan beberapa hal yang membuat Justice League menarik untuk ditonton.

Tone Film yang Berubah

DCEU selalu dinilai terlalu gelap dan kelam oleh banyak orang, salah satunya adalah saya. Keputusan diawal dimana WB dan DC Comics membiarkan Zack Snyder mengsetting dunia DCEU yang gelap dan kelam menurut saya adalah kesalahan yang fatal. Dunia super hero yang terlalu kelam dan gelap itu tidak cocok untuk semua kalangan terutama anak – anak, padahal anak – anak merupakan target dari DC Comics itu sendiri. Apakah tidak ada cara lain atau membuat dunia DCEU sedikit lebih ringan ? Apakah dengan membuat dunianya kelam dan gelap membuat cerita semakin menarik untuk ditonton? Tidak juga, saya berpendapat bahwa dunia superhero itu dunia untuk semua kalangan dan harusnya memiliki tone untuk semua usia. Dunia superhero itu memang harus serius, namun bukan berarti terlalu serius dan membuat dunianya terkesan seram, gelap dan kelam. Beberapa hal yang  saya pelajari dari dunia superhero yang saya baca adalah di versi komiknya adalah dunia superhero itu dipenuhi dengan berbagai harapan – harapan didalamnya, dan dunianya tidak harus terlalu kelam dan gelap, hanya sesekali saja, terdapat adanya jokes dan kesenangan didalamnya. Mungkin hal – hal tersebut lah yang membuat saya menyukai dunia superhero, bahwa walaupun berbagai masalah atau musuh datang, pasti super hero akan datang dan mampu mencari solusi dan menyelesaikan semua masalah yang ada.

Saya berharap DCEU akan berubah dan ketika saya menonton Justice League, tone dunianya benar – benar berubah dan saya menyambut positif perubahan ini. Akhirnya DCEU tidak dipenuhi dengan kekelaman yang terlalu berlebihan, bahwa harapan – harapan mulai muncul. Tidak seperti film – film sebelumnya (kecuali Wonder Woman), Justice League memiliki tone yang lebih ringan dengan joke – joke yang bersliweran di filmnya. Banyak jokes yang saya tangkap dari film.

Perubahan tone film Justice League membuat saya akhirnya bisa bernafas lega karena akhirnya dapat dipastikan dunia superhero DCEU berubah dan tidak terlalu gelap dan kelam. Saya akan terus menantikan film – film DCEU selanjutnya. Untuk tahun depan terdapat Standalone film Aquaman dan saya harus menunggu satu tahun untuk bisa menonton filmnya di bioskop nanti. Can’t wait.

Justice League adalah Sebuah Fan Service Movie

End Credit Scene pertama adalah fan service yang selalu diharapkan ? Who’s the fastest man alive? The Flash atau Superman. End Credit Justice League menampilkan balapan antara The Flash dan Superman. Terdapat jokes – jokes yang ada di dalamnya yang membuat anda akan tertawa. Jujur ketika saya melihat scene tersebut, saya sangat terkesima dan sedikit mengobati rasa kecewa saya karena film yang berbagai masalah – masalah yagn saya jelaskan tadi. Terdapat beberapa referensi dari dunia DC Comics yang ada di dalam film ini. Credit scene kedua adalah scene dimana Deathstroke akhrinya muncul, dan kemudian berbicara dengan Lex Luthor. Ya Lex Luthor berhasil keluar dari penjara. Ketika di scene tersebut, Lex Luthor membicarakan bahwa jika superhero saja memiliki grupnya sendiri, kenapa kita tidak membuat grup kita juga ? sepertinya ala – ala grup villain akan terbentuk ? apakah itu Injustice? Atau Legion of Doom? Saya benar – benar menantikannya.

Wonder Woman yang Tetap Badass dan Memukau

Jujur saja, saya ekpektasi saya menonton film Justice League juga karena ada Wonder Woman dan aktris yang memerankan film itu sendiri yaitu Gal Gadot. Super hero Wajah cantik, berotot, kuat dan pandai bertarung adalah yang membuat saya tertarik dengan Wonder Woman itu sendiri. Sejak dulu saya selalu menonton film superhero dengan tokoh utama laki – laki , jarang ada film super hero yang bertemakan atau mengambil super hero perempuan sebagai tokoh utama. Ketika Wonder Woman muncul di Batman v Superman, dan ada Film Standalone Origin dari Wonder Woman, saya menyambut baik akan hal itu dan akhirnya ada Film Super hero dengan karakter utama super hero perempuan. Jadi saya bisa menikmati film tersebut dengan terpesona akan karakter utama perempuan itu sendiri. Mana mungkin saya tidak akan terkesima dengan Wonder Woman yang bad ass itu?
Wonder Woman dalam Film Justice League tetap menampilkan scene – scene  yang sangat menarik dan enak dipandang. Anda akan disuguhi wajah cantik dari Gal Gadot itu sendiri melalui Close up Scene yang terdapat pada film Justice League. Jika anda menunggu penampilan Wonder Woman pada film Justice League? Bersiaplah untuk terkesima dengan adegan – adegan yang ada di film tersebut.

The Flash Membawa Banyak Adegan Lucu dan Mencuri Perhatian

Jika di Batman v Superman, Wonder Woman mencuri perhatian penonton, maka di film ini The Flash lah yang mencuri perhatian. The Flash membawa banyak adegan – adegan lucu yang (kebanyakan) memang lucu ketika di tonton. Jika anda sudah melihat trailer Justice League, berarti anda sudah tahu bahwa The Flash itu masih remaja dan ‘aneh’. Konklusi saya dimana saya menangkap bahwa The Flash akan menjadi pencari dalam film Justice League dengna membawa jokes – jokes nya ternyata benar dan juga cukup sukses ketika saya menontonnya. Banyak adegan – adegan jokes yang ada Barry/The Flash yang membuat saya tertawa.

Aquaman Kadang Membawa Adegan Lucu yang Mengundang Tawa

Film Justice League memperkenalkan seoran sosok super hero setengah manusia setengah Atlantean yaitu Aquaman. Aquaman sendiri memiliki nama asli bernama Arthur Curry. Bertahun – tahun hidup di darat namun merasa ada yang salah dengan dirinya, Arthur pun akhirnya sadar bahwa dia bukanlah manusia biasa, dia memiliki darah bangsa atltantis yang berasal dari ibunya, ternyata Ibunya adalah seorang Ratu Atlantis. Arthur sadar bahwa ia memiliki kekuatan yang super dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh seorang manusia biasa. Kemudian pada akhirnya Arthur menjadi seorang pahlawan laut yang bernama Aquaman. Pada Film ini, Aquaman digambarkan sebagai seorang pahlawan yang membantu orang – orang yang mengalami masalah dan bahaya ketika berada di laut, ia juga membantu sebuah desa terpencil. Terdapat sesuatu yang menarik dari Aquaman pada film Justice League, menurut saya watak Aquaman di film lebih fun dibandingkan di komik, dan itu adalah hal yang baik karena di komik Aquaman cenderung lebih serius dan grumpy. Saya suka ketika Aquaman berdialog dan membawakan adegan – adegan lucu di film Justice League. Cobalah tonton filmya dan perhatikan adegan – adegan Aquaman apalagi ketika dia tidak sengaja menduduki Lasso of Truth nya Wonder Woman. Sangat – sangat menarik dan kocak untuk di tonton.

Mungkin itu yang bisa saya jabarkan untuk Review film Justice League dan saya cukup kecewa dengan film tersebut. Penantian yang sudah saya tunggu – tunggu dari tahun kemarin dan memiliki banyak ekpektasi – ekpektasi tinggi terhadap film tersebut, terus optimis walaupun terdapat banyak info – info tidak baik dari film nya, ternyata setelah saya menonton filmnya mungkin info – info dan prediksi yang tersebar di internet memang benar. Justice League memiliki banyak masalah yang membuat film ini tidak saya suka dan jauh dari bayangan dan harapan saya selama saya menunggu film ini keluar.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda adalah fans DC Comics juga? Apakah anda sudah menonton film Justice League? Bagaimana menurut anda. Kirimkan komentar dan review anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini.  Sekian dan terimakasih



Dee Nutrition's Blog
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language