Merasakan Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Saturday, November 18, 2017

Merasakan Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya


Anda pernah mengalami kecelakaan ketika anda naik kendaraan ? jika pernah berarti kita sama. Saya juga pernah mengalami kejadian kecelakaan yang sampai sekarang masih teringat di pikiran saya. Kecelakaan ini bisa dibilang kecelakaan pertama saya (dan semoga saja yang terakhir) selama saya hidup sampai saat ini. Kali ini saya akan bercerita mengenai kejadian kecelakaan yang saya alami ketika saya beradai di dalam sebuah truk satpol pp yang akan mengantarkan saya menuju lokasi suatu acara pelatihan.

Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang akan terus saya ingat dan terus membuat saya berhati – hati dalam berkendara sampai saya mati nanti. Saya mempunyai beberapa prinsip yang saya pegang yaitu 1) Saya lebih baik melaju menggunakan motor dengan kecepatan pelan dan sampai tujuan dengan selamat namun berangkat lebih awal daripada harus mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tergesa – gesa yang bisa mengancam tubuh atau bahkan nyawa saya. 2) Saya akan selalu mengecek kondisi motor/kendaraan saya sebelum saya berangkat kuliah atau pergi ke suatu tempat untuk melihat apakah kondisinya baik atau tidak dan 3) saya lebih memilih menggunakan angkutan yang aman dan nyaman serta supir yang tidak ugal – ugalan ketika menyetirkan angkutannya ketimbang risiko kecelakaan. Ketiga prinsip tersebut adalah prinsip yang selalu saya pegang sampai saat ini. Sejak kejadian kecelakaan yang saya alami ketika tahun pertama kuliah yang terus membuat saya tetap memegang prinsip saya ini.



Saya mengalami kecelakan yang cukup parah pada hari Jumat, 1 November 2017. Kecelakaan truk yang saya tumpangi yang hendak mengantar saya dan teman – teman saya menuju lokasi Bukit Lerep Indah (BLI) Ungaran Semarang untuk kegiatan latihan kepemimpinan dasar. kecelakaan tersebut benar – benar tetap teringat di pikiran saya. Bahkan sampai sekarang jika saya menaiki kendaraan umum seperti bus dan melewati tanjakan, sensasi tersebut masih ada dan ingatan mengenaik kejadian tersebut muncul kembali.

Ketika di tahun pertama saya kuliah, bisa dibilang saya mengalami nasib sial. Kejadian atau kecelakaan yang saya alami adalah kecelakaan truk yang menimpa saya dan teman – teman saya lainnya yang juga Bersama saya. Saat itu kami menggunakan truk satpol pp untuk bisa berangkat menuju tempat diadakannya pelatihan kepemimpinan dasar yaitu di Bukit Lerep Inda (BLI) yang berada di bukit di Ungaran, Kab. Semarang. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat, 1 November 2013. Truk yang saya tumpangi memang benar – benar kelihatan sudah tua dan saya berpikir entah kenapa masih tetap digunakan. Kekesalan saya yang lain adalah kenapa harus menggunakan truk? Ketika itu saya berpikir hal tersebut adalah ide yang gila dan tidak saya suka, saya pun mengeluh lebih baik menggunakan bus dibandingkan truk seperti itu dan membayar agak lebih mahal. Yah walaupun begitu karena sudah terjadi maka kami semua ketika itu harus berangkat menggunakan truk satpol pp yang tua.

Kejadian mengerikan mulai terjadi ketika akan sampai ke lokasi. Bukit Lerep Inda(BLI) berlokasi di atas bukit dan karena itu truk – truk yang kami tumpangi harus menanjak ke atas bukit. Sebelum sampai ke lokasi, kami harus menanjak dua tanjakan yang terbilang cukup curam. Sampai sekarang saya masih mengingat kejadian tersebut. Truk yang kami tumpangi ternyata memiliki jumlah orang yang terlalu banyak sehingga truk tidak bisa menanjak. Truk kami mengalami kelebihan muatan dan tidak bisa menanjak dan membuat mesin truk mati. Ketika tanjakan pertama, truk tidak kuat dan mesin mati namun truk masih bisa dinyalakan dan kuat menanjak. Kejadian yang saya takutkanpun terjadi di tanjakan kedua. Truk mengalami mati mesin lagi karena tidak kuat menanjak. Saat itu logika saya berpikir jika truk yang saya tumpangi tidak akan bisa menanjak di tanjakan kedua karena ketika saya melihat tanjakan kedua ternyata tanjakannya lebih curam dibandingkan yang pertama. Ternyata apa yang saya takutkan itu benar truk mengalami mati mesin lagi dan truk mundur di tanjakan kedua. Supir truk kembali menyalakan mesin seperti di tanjakan pertama namun hasilnya nihil.

Ketika itu benar – benar kejadian yang mungkin sudah saya prediksi akan mengalami kejadian yang benar – benar tidak saya inginkan. Saya mengalami kecelakaan pertama saya pada kejadian itu. Supir truk memiliki beberapa opsi, terus membiarkan truk turun ke bawah dengan cepat namun berisiko menabrak truk lain yang ada dibelakang dan memperparah keadaan, banting stir ke kanan  agar truk menabrak bagian bukit dan truk akan roboh atau banting stir ke kiri yang ternyata adalah jurang. Tentu saja pilihan opsi tidak melakukan apa – apa dan terus membiarkan truk turun ke bawah adalah masalah besar karena akan semakin memperparah keadaan dan bisa menimbulkan korban jiwa, pilihan untuk banting stir adalah satu – satunya opsi dan banting stir ke kanan adalah opsi yang paling tepat karena ke kiri adalah jurang.

Perasaan yang saya rasakan waktu itu benar – benar campur aduk. Ada satu hal menarik sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi. Jadi saya berada di bus bersebelahan dengan ketua panitia acara kepemimpinan. Ketika kejadian berlangsung dan truk turun ditanjakan pertama namun bisa hidup kembali ketua panitia yang merupakan senior saya bilang itu adalah trik agar truk bisa hidup kembali, dan coba tebak sebelum truk terguling/roboh senior saya tersebut juga mengatakan hal yang sama dan ketika dia bilang begitu kecelakaan pun terjadi. Saya terus berpikir bagaimana itu bisa dikatakan trik, itu trik yang sangat gila dan dapat mengancam nyawa seseorang. Ketika saya mencoba memproses kalimat tersebut kecelakaanpun terjadi.

Ketika kecelakaan terjadi saya terhempit ditengah, saya berada di bagian belakang truk dekat dengan pintu keluar. Sebelum kejadian saya berada di bagian belakang truk dan berdiri di tengah jadi waktu kejadian saya menimpa teman saya yang ada disebelah kiri saya dan saya ditimpa teman saya yang ada di duduk di bagian kanan. Ketika kecelakaan truk roboh kebagian kiri. Saat itu yang saya dengar hanyalah teriakan- teriakan orang – orang, saya tidak bisa bergerak karena terhimpit, saya sudah tidak tahu apa yang terjadi karena kecelakaan terjadi begitu cepat. Ketika kecelakaan terjadi senior saya tadi ternyata berhasil keluar lebih dahulu kemudian mulai menarik orang – orang yang ada di dalam untuk keluar dari truk. Karena saya adalah yang paling dekat dengan pintu keluar, setelah orang – orang yang menimpa saya berhasil keluar, saya kemudian ditarik keluar.

Kejadian yang saya lihat adalah truk sudah roboh, senior saya mulai menarik orang – orang yang ada di dalam truk yang roboh tersebut. Orang – orang kampung sekitar mulai berdatangan untuk membantu, teman – teman di truk lain mulai berdatangan dan ada juga yang coba ikut membantu. Saya hanya melihat truk yang roboh dan kemudian ada darah merah segar yang mulai mengalir cukup deras dari arah truk berada. Masih terus terdengar teriakan ketika kejadian berlangsung. Saya melihat sambal memegangi badan saya yang sakit. ketika kecelekaan terjadi saya terkena cakaran teman saya di bagian wajah, ada yang memukul saya di bagian perut dan bagian kaki, sepatu saya rusak, almamater saya hilang, namun apa yang saya alami tidak seperti yang lainnya yang juga mengalami nashi yang sama dengan saya di truk itu. Ada yang terkena ranting kayu (dimasukkan ke dalam truk untuk keperluan api unggun) dan merobek kulit dan daging tangan bagian atas, ada yang giginya patah dan bibirnya robek, ada yang mengalami keseleo karena tertimpa, dan bahkan ada yang mengalami gegar otak.

Teman – teman saya yang berada di bus lain yang ada dibelakang mulai turun dan melihat kejadian mengerikan yang dialami saya dan teman – teman saya yang berada di truk tersebut. Ada yang membantu menenangkan teman saya yang lain, ada yang hanya terdiam melihat, ada yang pingsan melihat kejadian tersebut, ada yang mendekat dan membantu. Semuanya tidak karuan dan tidak percaya bahwa kejadian ini terjadi di depan mata mereka. Teman – teman mulai menelepon anggota keluarganya untuk memberitahukan kejadian yang terjadi.

Setelah semua orang dievakuasi dari dalam truk, yang mengalami luka – luka mulai segera ditangani. Setelah itu ambulan mulai datang dan yang orang – orang yang mengalami luka cukup parah langsung dibawa ke rumah sakit untuk segera diobati. Dosen – dosen mulai datang, mobil ambulan mulai datang dan saya dan teman – teman saya dibawa ke rumah sakit untuk mengecek dan mengobati saya dan teman – teman saya yang lain yang mengalami kecelakaan.


Tidak terdapat adanya korban jiwa yang meninggal pada kejadian kecelakaan ini. Saya bersyukur bahwa tidak ada yang meninggal. Tentu saja saya kasihan dengan yang mengalami luka – luka yang cukup parah dan harus dirawat secara intensif namun tetap saja saya bersyukur mereka selamat. Saya berpikir jika supir salah banting stir ke arah sebaliknya mungkin truk akan jatuh ke dan menurun terjal dan akan ada korban jiwa dari kejadian itu, namun tetap saja kejadian ini adalah kejadian yang mengerikan yang saya alami selama saya hidup sampai sekarang.

Setelah kejadian itu dan saya pulang ke kos, beberapa hari kemudian saya membaca surat kabar yang memberitakan tentang kejadian kecelakaan yang saya dan teman – teman saya alami kemarin. Ya setidaknya angkatan kami jadi lebih terkenal karena hal tersebut. Sejak kejadian kecelakaan itu acara pelatihan kepemimpinan tidak boleh dilakukan di luar kampus lagi dan tidak boleh menginap, jika harus bepergian maka harus menyewa bus bukan truk lagi. Kejadian kecelekaan tersebut mengubah banyak hal di lingkungan kampus dan acara – acara di himpunan.

Kejadian tersebut tetap saya ingat dan membuat saya jadi lebih hati – hati lagi ketika berkendara. Sekarang jika terdapat truk atau kendaraan besar saya akan memperlambat kendaraan saya dan berjalan di bagian pinggir sampai truk mendahului saya. Jika terdapat truk besar berada di belakang saya, saya akan berhenti atau saya mencoba mencari jalan alternative lain yang tidak dilalu kendaraan – kendaraan besar. Saya lebih menghindari melalui jalan – jalan besar seperti jalan provinsi yang dilalui kendaraan besar karena saya takut. Kejadian tersebut juga membuat saya tidak bisa terlalu kencang dalam mengendarai kendaraan karena saya takut saya akan mengalami kecelakaan.

Sekian untuk cerita dan pengalaman pribadi yang saya alami ketika saya kuliah, sebuah pengalaman yang mencekam dan akan saya ingat terus. Sekian dan terimakasih

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Change Language