5 (Lima) Hal yang Terjadi Selama 4 Tahun Kuliah ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Minggu, 12 November 2017

5 (Lima) Hal yang Terjadi Selama 4 Tahun Kuliah

mahasiswa fk undip

Apakah anda sedang kuliah ? atau anda sudah selesai kuliah seperti saya? Anda ingin melanjutkan studi anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau memilih untuk bekerja terlebih dahulu? jika anda sudah lulus dan berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya, maka kita berdua sama. Saya saat ini telah selesai menempuh jenjang Sarjana saya dan sedang bersiap – siap untuk melanjutkan ke jenjang Master tahun 2018 nanti. Akhirnya saya bisa menyelesaikan masa studi sarjana saya selama kurang lebih 4 tahun.

"Menjadi Seorang Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk"


Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai.

Banyak hal yang terjadi ketika saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Banyak kejadian yang terus membuat saya semakin ingin cepat selesai dari kuliah. Tentunya banyak hal dan kejadian yang terjadi dan saya alami ketika 4 tahun kuliah. Terdapat pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, menyedihkan, dan menyakitkan yang tentunya menguras energi dan pikiran saya selama kuliah.


1. Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Selama 4 tahun saya kuliah, saya mengikut berbagai macam kegiatan seperti masuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa, menjadi anggota pers mahasiswa Fakultas, mengikuti berbagai lomba, seminar dan pelatihan, serta merasakan bagaimana menjadi seorang asisten dosen di laboratorium.

2. Menjadi Anggota Himpunan dan Anggota Pers Mahasiswa



Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik).



Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)


3. Mengikuti Berbagai Lomba, Seminar dan Pelatihan



Saya juga pernah mengikuti berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan selama saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi FK Undip. Sebenarnya saya tetap mengikuti lomba – lomba selama saya kuliah, namun frekuensinya jauh lebih menurun dibandingkan dulu ketika saya di SMA dan menjadi seorang pemain Scrabble. Sayangnya, lomba – lomba yang saya ikuti belum pernah berhasil dimenangkan. Ya mungkin belum kesempatan dan belum waktunya dan bukan rezekinya. Oleh karena itu saya tidak begitu kecewa walaupun saya kalah. Saya tetap ambil hikmah dan pelajaran yang saya dapat ketia saya mengikuti lomba.

Sebagai mahasiswa yang cukup kutu buku, tentu saja saya saya sangat suka ikut seminar. Sudah puluhan seminar yang saya ikut selama kurun waktu 4 tahun di bangku perkuliahan. Berbagai macam seminar saya ikut yang tentunya berhubungan dengan program studi keilmuan saya yaitu gizi, makanan dan kesehatan. Terdapat seminar lain yang saya ikuti yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill saya diluar keilmuan saya seperti seminar media dan jurnalistik. Semua seminar yang saya ikuti tentu saja menarik dan juga melatih saya untuk bisa bertanya di depan umum dan membuat saya bisa lebih percaya diri untuk berpendapat atau bertanya di depan khalayak ramai.

Selain seminar saya juga mengikuti berbagai pelatihan- pelatihan yang baik terkait dengan program studi saya maupun diluar program keilmuan saya. Saya pernah mengikuti program pelatihan kepemimpinan ketika awal menjadi mahasiswa dan ketika saya masuk menjadi anggota himpunan, mengikuti program pelatihan Basic Life Support di Rumah Sakit dr. Moewardi ketika saya praktik, mengikuti program pelatihan jaminan sistem halal yang diselenggarakan oleh MUI dan mengikuti program pelatihan media (Penggunaan Corel Draw, Illustator, Adobe Premiere, Adobe After Effect) serta program pelatihan jurnalistik. 

Berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan yang saya ikuti tentunya sangat bermanfaat bagi saya. Selain bisa menambah wawasan saya mengenai program keilmuan saya di bidang gizi dan kesehatan, saya juga bisa melatih dan memiliki kemampuan soft skill dan kemampuan di bidang lain seperti pembuatan media dan juga jurnalistik. Semua hal tersebut sangatlah mengasyikan dan mewarnai kehidupan perkuliahan saya selama 4 tahun saya berkuliah.


4. Menjadi seorang Asisten Dosen di Laboratorium



Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

Pengalaman menjadi seorang asisten laboratorium sangatlah menyenangkan. Saya bisa mengajari mengenai teori dan praktik kepada mahasiswa – mahasiswa angkatan atas dari pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat ketika saya kuliah. Menjadi seorang asisten laboratorium membuat saya sedikit mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang dosen walaupun tidak sepenuhnya menjadi seorang dosen. Mungkin di masa depan nanti memang akan lebih sulit namun dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten membuat saya bisa lebih menyiapkan diri untuk menjadi dosen yang baik dan hebat di masa depan nanti. Saya sangat senang bisa menjadi seorang asisten dosen di laboratorium dan saya tidak menyesali telah menjadi seorang asisten dosen di lab.

5. Merasakan Rasanya Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya



Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang akan terus saya ingat dan terus membuat saya berhati – hati dalam berkendara sampai saya mati nanti. Saya mempunyai beberapa prinsip yang saya pegang yaitu 1) Saya lebih baik melaju menggunakan motor dengan kecepatan pelan dan sampai tujuan dengan selamat namun berangkat lebih awal daripada harus mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tergesa – gesa yang bisa mengancam tubuh atau bahkan nyawa saya. 2) Saya akan selalu mengecek kondisi motor/kendaraan saya sebelum saya berangkat kuliah atau pergi ke suatu tempat untuk melihat apakah kondisinya baik atau tidak dan 3) saya lebih memilih menggunakan angkutan yang aman dan nyaman serta supir yang tidak ugal – ugalan ketika menyetirkan angkutannya ketimbang risiko kecelakaan. Ketiga prinsip tersebut adalah prinsip yang selalu saya pegang sampai saat ini. Sejak kejadian kecelakaan yang saya alami ketika tahun pertama kuliah yang terus membuat saya tetap memegang prinsip saya ini.

Saya mengalami kecelakan yang cukup parah pada hari Jumat, 1 November 2017. Kecelakaan truk yang saya tumpangi yang hendak mengantar saya dan teman – teman saya menuju lokasi Bukit Lerep Indah (BLI) Ungaran Semarang untuk kegiatan latihan kepemimpinan dasar. kecelakaan tersebut benar – benar tetap teringat di pikiran saya. Bahkan sampai sekarang jika saya menaiki kendaraan umum seperti bus dan melewati tanjakan, sensasi tersebut masih ada dan ingatan mengenaik kejadian tersebut muncul kembali.



Saya mungkin adalah seorang mahasiswa biasa dan lebih fokus pada akademik saya, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa – apa selama 4 tahun saya kuliah. Kelima hal diatas adalah beberapa hal yang saya alami dan lakukan ketika saya berkuliah dan tentunya membuat kehidupan perkuliahan saya lebih berwarna dan tidak monoton. Memang terapat hal – hal yang saya sesali, namun tetap terdapat banyak hal, kejadian, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu.

Bagaimana dengan anda ? apakah anda sama seperti saya atau malah berbeda ? ceritakan pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada di bawah ini. Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.



Share:
Location Indonesia

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language