Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4) ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Selasa, 21 November 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4)

Kehidupan Perkuliahan di Universitas Diponegoro

Untuk part 4 kali ini akan masuk membahas cerita saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal dan keren di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro

fk undip

Akhirnya Menjadi Mahasiswa di Universitas Ternama di Kota Semarang

Menjadi Salah Satu Mahasiswa di salah satu Universitas Besar di Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya dan keluarga. Saya diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro atau yang sering disingkat dan dipanggil Undip merupakan salah satu Universitas besar negeri di Indonesia. Undip merupakan salah satu universitas negeri yang menduduki posisi 6 sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, ya terkadang naik turun namun 5 besar dan 6 besar, namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Diponegoro  adalah salah satu universitas ternama, terbaik dan hebat di Indonesia.

Saya diterima di Universitas Diponegoro ? tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangatlah bangga karena bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia dan terfavorit di Kota Semarang tersebut. Saya sebagai orang Lampung bisa kuliah di luar ‘negeri’ sendiri itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi saya. Menjadi salah satu siswa yang diterima di salah satu universitas besar adalah hal yang membanggakan, karena di Lampung tidaklah banyak orang – orang yang diterima di universitas – universitas besar di Jawa. Selain itu ada mindset bahwa lebih baik kuliah di yang dekat saja atau di Lampung saja. Saya tidak ingin mengikuti mindset tersebut dan tidak ingin kuliah di Lampung.

Lampung memiliki satu universitas negeri yaitu Universitas Lampung (Unila) (oh sekarang ada 3 yaitu ditambah UIN Radin Intan dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)), namun saya tidak ingin kuliah disana karena Unila memiliki peringkat universitas yang jauh dari peringkat 10 besar, sepertinya saat itu berada di posisi 20an dan saya tidak ingin kuliah disana. Alasan lainnya juga karena saya ingin merasakan hidup sendiri dan merantau, merasakan bagaimana hidup sendiri dan jauh dari keluarga yang selalu membantu.

Sejak dahulu terdapat banyak hal yang membuat saya diremehkan oleh banyak orang,  ya saya bukanlah siswa yang genius dan banyak yang merendahkan dan mengatakan bahwa saya tidak akan mungkin bisa kuliah di universitas besar. Ya mungkin mereka benar, saya hanyalah seorang yang biasa – biasa saja, namun ada satu sifat yang dari dahulu saya miliki. Saya adalah orang yang ambisius dan jika saya sudah serius dan benar – benar ingin mendapatkan sesuatu maka saya akan melakukan apapun dan memaksimalkan potensi saya untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika pengumuman SBMPTN keluar, saya mematahkan semua anggapan dan remehan dari orang – orang dan berhasil masuk di Universitas Diponegoro.


Mengenal Beragam Suku dan Budaya di Perkuliahan

Kuliah di salah satu universitas terbesar dan terfavorit se Indonesia berarti juga akan banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia kuliah di Undip bukan ? Di Undip saya mengenal orang – orang yang berasal dari tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti bagian atas Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Di Undiplah saya bisa mengenal beragam suku dan budaya yang dibawa masing – masing orang ketika berkuliah di Undip

Jurusan saya sendiri terdapat mahasiswa berasal dari banyak provinsi. Angkatan saya terdapat mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan juga Sulawesi, bahkan ada juga berasal dari Papua atau Aceh (namun tidak seangkatan dengan saya). Memang kebanyakan yang berkuliah di Undip berasal dari Jawa khususnya Jawa Tengah, namun tidak sedikit pula yang berasal dari provinsi – provinsi lain diluar pulau Jawa.

Masa perkuliahan di Undip membuat saya banyak mengenal budaya – budaya dari beragam suku di Indonesia, walaupun saya belum pernah kesana setidaknya saya dapat mengetahuai atau dapat mengenal berbagai macam kebudayaan dari teman – teman seangkatan dan atau sejurusan dengan saya di Undip. hal ini tentunya semakin memperkaya pengetahuan saya tentang bermacam – macam budaya dari berbagai macam suku di Indonesia. Saya juga bisa mendengarkan beberapa macam logat ataupun Bahasa dari masing – masing suku ketika kuliah di Undip. Semua itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan menjadi nilai tambah kenapa harus kuliah di Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terfavorit dan terbaik se Indonesia.

Kuliah di  Undip membuat saya memiliki banyak teman dari berbagai macam provinsi yang membawa budaya dan Bahasa mereka masing – masing.


Terpisah Jauh dari Kampus Utama



Undip awalnya berada di tengah Kota Semarang kampus utamanya, namun sekarang kampus undip yang ada ditengah kota yang dulunya menjadi kampus utama sekarang dialihkan untuk program magister dan doctoral undip sedangkan kampus utama pindah ke atas kota semarang, tepatnya di Tembalang. Oleh karena itu, kampus utama sering disebut dengan kampus atas atau tembalang, sedangkan kampus di tengah kota sering disebut dengan kampus bawah atau kampus pleburan atau kampus pascasarjana undip.

Jurusan Ilmu Gizi FK Undip merupakan jurusan yang masih terbilang baru, dari 3 jurusan jurusan Ilmu Gizi merupakan jurusan yang paling ‘muda’ dibandingkan jurusan kedokteran umum dan keperawatan. Karena saat itu belum terdapat lahan dan gedung untuk jurusan Ilmu Gizi di kampus utama Tembalang, Jurusan Ilmu Gizi selama beberapa tahun menempati gedung  Fakultas Kedokteran Lama yang ada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, jadi saya selama 3.5 tahun berkuliah disana dan hidup di tengah Kota Semarang. Sama seperti Undip, karena dulu Undip berada di bawah, Fakultas Kedokteran juga berada dibawah namun tidak berada di areal kampus Pleburan, melainkan berada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi, Selama bertahun – tahun FK Undip berada di bawah dan ketika Undip pindah ke atas, jurusan pertama dari Fakultas Kedokteran Undip yang tinggal diatas terlebih dahulu adalah jurusan Keperawatan, disusul Jurusan Kedokteran Umum pada tahun 2013, dan Jurusan Ilmu Gizi pada tahun 2017 ini. Sekarang karena program S1 sudah harus berada di areal kampus utama tembalang, akhirnya semuanya juga harus pindah keatas.

Jurusan Ilmu Gizi masih baru tinggal di kampus utama Tembalang, baru tahun 2017 awal tahun Ilmu Gizi kuliah di gedung baru yang ada di Tembalang. Tentunya karena semua ini ada satu masalah yang saya dapatkan, yaitu saya tidak begitu mengenal Undip dengan baik karena saya selama kuliah berada jauh dari kampus utama Undip di Tembalang


Tidak Banyak yang Saya Tahu tentang Undip


Sebagai mahasiswa Ilmu Gizi Undip yang 3.5 tahun berkuliah jauh dari kampus utama dan hanya 0.5 atau satu semester kuliah di kampus utama Tembalang, tentu saja banyak hal dan informasi yang dilewatkan. Karena hal tersebut membuat saya tidak mengenal kampus saya sendiri. Jadi Jarak antara kampus utama Tembalang dan kampus saya di RSUP Dr. Kariadi itu cukup jauh dengan perjalanan hingga 30 – 45 menit jika menggunakan kendaraan bermotor, tentunya karena jarak yang jauh mana mungkin saya bisa pergi ke kampus utama, apalagi jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan saya pergi ke kampus utama saya tidak akan pergi ke sana.

Selama 3.5 tahun saya kuliah dibawah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke kampus utama, jawabannya sangat sedikit dan ini tentunya membuat saya tidak tahu banyak hal tentang Undip itu sendiri. Jujur jika saya ditanya tentang Undip saya tidak banyak tahu, karena saya begitu awam dengan Kampus Undip, saya bahkan lebih mengenal Fakultas Kedokteran Lama dan Rumah Sakit Dr. Kariadi dibandingkan Undip karena sangking lamanya kuliah dan hidup dibawah dan berkuliah di RSUP Dr. Kariadi.

Saya baru mengenal Undip setelah perkuliahan Ilmu Gizi pindah ke kampus baru di atas dan bisa merasakan kehidupan di kampus utama selayaknya seperti mahasiswa Undip biasa, saya sudah sedikit mengenal Undip dan beragam lokasi – lokasi baik di Undip maupun disekitarnya, saya sedikit tahu tentang spot – spot atau tempat makanan yang enak dan sering digunakan untuk berkumpul atau bersantai Bersama dan masih banyak hal lain yang saya dapatkan, namun tetap saja itu tidaklah banyak dan saya harus menerima fakta bahwa saya tidak begitu mengenal universitas saya sendiri.Ya, mau bagaimana lagi, karena memang nasibnya begitu, tidak ada yang bisa disalahkan dari semuanya karena semuanya sudah terjadi bukan ?

Sekian untuk part 4 dari Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang. Nantikan part selanjutnya hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan lupa subcribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi dan artikel terbaru dari blog ini.


Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirimkan pertanyaan anda dengan mengisinya dikolom komentar yang ada dibawah. Sekian dan Terimakasih
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language