Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 1) ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 1)

Untuk Part 1 kali ini, saya akan menceritakan tentang kenapa dan bagaimana saya masuk ke jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro Semarang

kota semarang


Kenapa Saya Memilih Jurusan Ilmu Gizi di Universitas Diponegoro, Semarang


Setiap pilihan yang kita pilih atau buat, kita harus mempertanggungjawabnkannya, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau karena itu adalah salah satu sifat seseorang yang bertanggung jawab dengan apa yang dia pilih atau buat. Saya memiliki banyak kekurangan, namun satu hal yang pasti saya ingin pegang terus adalah menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Menjadi seseorang yang bertanggung jawab memang sulit, saya sendiri masih terdapat beberapa hal atau perbuatan yang saya langgar karena masalah personal, namun saya terus belajar dan sebisa mungkin tetap mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya pilih atau buat.

Saya masuk ke Jurusan Ilmu Gizi adalah pilihan saya sendiri, saya memilih hal tersebut dengan sadar. Saya masuk ke jurusan Ilmu Gizi UNDIP karena saya ingin mengenal tentang hubungan makanan dan kesehatan, belajar tentang penyakit – penyakit saya, belajar tentang sedikit dunia medis juga. Saya memilih Jurusan Ilmu Gizi di Universitas Diponegoro karena jurusan saya masuk ke Fakultas Kedokteran dan sudah pasti dunia medis dan klinis akan dipelajari walaupun tidak sedalam jurusan kedokteran umum. Saya memiliki riwayat penyakit hipertensi, dan ayah saya meninggal karena penyakit hipertensi dan stroke.


Saya tahu sejak dahulu bahwa hipertensi dan stroke itu dapat dicegah dan dikontrol dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, namun saat itu saya tidak tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh. Hal ini disebabkan karena jika saya mengganggap bahwa hal tersebut tidak cukup penting, oleh karena itu untuk membuat pengetahuan terkait pola hidup, pola makan, penyakit dan kesehatan menjadi penting, saya harus terjun ke jurusan yang berhubungan dengan hal tersebut. Saya tidak ingin masuk ke Pendidikan dokter atau dokter gigi karena masalah finansial dan karena masa studi yang lama hingga 7 tahun, selain itu cita – cita saya sejak dahulu adalah menjadi seorang guru atau peneliti, ya walaupun Pendidikan kedokteran menawarkan saya menjadi peneliti namun tetap saja alasan -alasan saya diatas membuat saya memilih jurusan yang menurut saya lebih mudah, masih baru dan berkembang yaitu jurusan Ilmu Gizi namun saya tetap harus memilih jurusan ilmu gizi yang dibawah naungan fakultas kedokteran.



Di Indonesia sendiri setahu saya ada 3 universitas yang menawarkan hal tersebut yaitu di Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gajah Mada (UGM) dan kalau tidak salah Universitas Brawijaya (UNBRAW) . Saya memilih Universitas Diponegoro karena UNDIP itu lebih dekat, dan saya punya banyak saudara yang dekat di Semarang, dibandingkan UGM saya tidak memiliki saudara yang cukup dekat rumahnya di Yogyakarta dan UNBRAW itu sangat jauh, jika Lampung adalah ujungnya Sumatera, maka Malang/Jawa Timur adalah ujungnya pulau jawa dan itu sangatlah jauh, oleh karena itu saya memilih Jurusan Ilmu Gizi di Univeristas Diponegoro.

ketika pengumuman SBMPTN ternyata saya ternyata diterima di Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan secara resmi menjadi mahasiswa baru di Universitas tipe A terbaik ke 5/6 se Indonesia tersebut. Saya sebenarnya ingin masuk ke salah satu dari tiga universitas terbaik di Indonesia (saya menyebutnya Trinitas, which is cool) yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) namun karena alasan – alasan tadi saya tidak memilih salah satu dari unviersitas tersebut.


Singkat cerita saya pun masuk di Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro, dan menjalani kehidupan mandiri dan sendiri di Kota Semarang, dan terdapat banyak hal dan pengetahuan yang saya dapati ketika saya kuliah disana. 

Sekian dulu untuk Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 1), Tunggu Cerita Part 2 hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan Lupa Subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi atau postingan terbaru dari blog ini. Sekian Dan Terimakasih

Author of Dee Nutrition’s Blog
Destio D. Fahrizki             
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language