Stunting pada Anak - Anak ~ Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Senin, 25 September 2017

Stunting pada Anak - Anak


Masa anak - anak merupakan salah satu fase penting dalam fase pertumbuhan dan perkembangan seseorang, karena pada fase ini kebutuhan asupan makanan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia balita. Kurangnya asupan makanan dan gizi yang cukup pada anak berdampak pada meingkatnya risiko terkena masalah kesehatan dan gizi, salah satunya adalah Stunting1.

“Stunting atau pendek merupakan salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak – anak terutama di negara – negara salah satunya adalah Indonesia”

Stunting atau pendek merupakan salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak – anak. Terutama di negara – negara berkembang seperti Indonesia, kejadian Stunting memiliki tingkat prevalensi yang masih terbilang tinggi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 melaporkan prevalensi Stunting untuk anak usia 5-12 tahun mencapai 30,7% yang terdiri atas 18,4% pendek dan 12,3% sangat pendek.3 Walaupun angka ini merupakan penurunan dari data sebelumnya di tahun 2010 (35,7%), jumlah kejadiannya masih cukup tinggi sehingga tergolong sebagai masalah kesehatan yang berat menurut WHO1,2.

Seorang anak bisa dikatakan Stunting atau pendek apabila hasil pengukuran tinggi badannya lebih rendah dibandingkan standar tinggi badan untuk seusianya dengan jenis kelamin sama (TB/U). Indikator TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Standar yang digunakan adalah dari nilai median referensi internasional WHO 2007 yaitu z-score kurang dari -2 dari standar deviasi telah teridentifikasi sebagai Stunting. Indicator ini menunjukkan masalah gizi yang kronis sebagai akibat dari keadaan atau kegiatan yang berlangsung lama seperti kekurangan asupan dalam jangka waktu lama, infeksi yang terus menerus atau perilaku hidup tidak sehat1,3.

Tabel Kategori Stunting berdasarkan WHO 2007
KeteranganKategori
Z Score < -3 SDSevere Stunting (Sangat Pendek)
3 SD ≤ Z Score < -2 SDPendek
Z Score > -2 SDNormal

Stunting adalah akibat dari asupan dan konsumsi asupan makanan dan gizi yang kurang kuantitas dan kualitasnya dalam jangka waktu yang lama, ditambah dengan factor lain seperti lingkungan, penyakit infeksi atau pengaruh social budaya. Peran orangtua dalam mencukupi asupan makanan dan zat gizi yang mencukupi sangatlah penting, pada usia 0 – 5 tahun, karena pada masa ini anak – anak masih mempunyai ketergantungan terhadap bantuan orangtua dan pengawasan orangtua sangatlah diperlukan1.

Pentingnya peran orangtua dalam menckupi asupan gizi dan makanan anak serta menjaganya dari terkena masalah kesehatan membuat orangtua harus memiliki pengetahuan terhadap gizi yang baik sehingga anak – anaknya akan diberikan4. Untuk mencukupi kebutuhan gizi anak, orang tua harus tahu tentang kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. Pengetahuan gizi yang baik diperlukan oleh orang tua untuk dapat menjaga status gizi anak dan terhindar dari kekurangan gizi5.

Daftar Pustaka
1. Amrullah MF, Gz S. Stunting dan anak usia dini. 2013;4–6.
2. Kementerian Kesehatan RI. RISKESDAS 2013. Jakarta; 2013.
3. Kusuma KE. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-3 Tahun ( Studi di Kecamatan Semarang Timur ). 2013;
4. Rahayu A, Yulidasari F, Khairiyati L, Rahman F. THE RISK FACTOR OF MOTHER ’ S NUTRITION KNOWLEDGE LEVEL RELATED TO STUNTING IN PUBLIC HEALTH CENTER REGION CEMPAKA , BANJARBARU CITY. 2016;14:6999–7008.
5. Munawaroh L. “HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU, POLA MAKAN BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI II KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2006.” 2006;










Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Change Language