Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Monday, February 19, 2018

Bagaimana Saya Mendapatkan Skor TOEFL ITP 597 Pertama Kalinya

dee nutrition toefl itp 550



Jujur saya tidak pernah mengambil test TOEFL ITP sebelumnya, namun saya sudah 3 kali melakukan test TOEFL proficiency test, skor nya yaitu (secara berurutan) 463 (pertama kali saat SMA) , 517 (ketika kuliah) dan 617 (Semester 6 Kuliah). Perasaan saya ketika melaksanakan TOEFL ITP waktu itu tentu saja deg – degan karena baru pertama kalinya mengikuti tes tersebut. Saya belum tahu medan tes nya. Saya mendaftarkan untuk ikut TOEFL ITP di Balai UPT Bahasa Universitas Lampung (Unila) pada hari Sabtu, 06 Januari 2018. Saya memutuskan untuk ambil di Lampung karena ketika itu saya sudah selesai dari kuliah saya (di Universitas Diponegoro/Undip, Semarang, Jawa Tengah), dan harus segera pulang karena yang saya segala berkas yang ingin saya urus sudah selesai semua. Mulanya saya sebenarnya ingin melaksanakan TOEFL ITP di bulan Desember 2017 di Semarang, namun karena di bulan tersebut ternyata tidak ada Lembaga yang melaksanakan TOEFL ITP, makanya saya memilih TOEFL ITP di Unila yang merupakan kampung halaman saya.

Saya sudah daftar TOEFL ITP dari akhir bulan  November 2017, dan sebenarnya di bulan Desember 2017 sudah bisa dilaksanakan TOEFL ITP di Unila karena kuotanya sudah memenuhi. Bagi kalian yang belum tahu, jadi untuk bisa menyelenggarakan TOEFL ITP, dibutuhkan kuota minimal yaitu 10 orang agar bisa melaksanakan tes nya. Ketika itu, di awal bulan Desember 2017, saya sudah dikabari bahwa kuota telah memadai dan akan dilaksanakan tes pada hari Sabtu, 09 Desember 2017, namun masalahnya saya tidak bisa ikut tes karena saya masih berada di Semarang (urusan saya belum selesai). Saya baru selesai mengurus berkas – berkas kelulusan saya di minggu kedua di bulan Desember 2017 yang mana adalah minggu dimana tes TOEFL ITP akan dilaksanakan. Jujur saya agak ‘galau’ karena saya bingung dan belum merasa matang. Ditambah lagi karena jadwal latihan saya yang acak – acakan dan tidak jelas, membuat saya semakin tidak yakin untuk bisa ikut tes di tanggal 09 Desember.

Akhirnya saya tidak ikut pada tanggal tersebut, dan harus menerima kenyataan dimana saya harus menunggu lagi agar kuota terpenuhi dan bisa dilaksanakan TOEFL ITP lagi di Unila. Ya, saya cukup maklum, dibandingkan dengan Kota Semarang atau Kota – kota besar lainnya, tentunya peminat TOEFL ITP masih sedikit di Lampung jadinya juga waktu untuk bisa memenuhi kuota agar bisa terpenuhi juga cukup lama. Kata CP dari balai Bahasa Unila, TOEFL ITP itu tidak tentu, kadang di satu bulan banyak yang daftar untuk ambil TOEFL ITP dan satu bulan bisa 2 kali melaksanakan TOEFL ITP, ada juga kejadian dimana sampai 3 bulan kuota baru tercukup (pada kuota minimal 10 orang lho). Dari situ saya agak was – was, karena saya takut kuota akan terpenuhi dalam waktu yang cukup lama dan saya melewatkan kesempatan untuk daftar beasiswa, namun ternyata kekhawatiran itu tidak terjadi. Saya ‘hanya’ harus menunggu 1 bulan untuk bisa melaksanakan TOEFL ITP lagi.

Satu bulan menunggu pelaksanaan tes, dan saya juga sudah kembali di rumah dan tidak mengurusi apa – apa lagi, maka saya sudah bisa fokus belajar untuk tes nya, namun ternyata saya masih tetap terlalu malas dan belum bisa disiplin dengan jadwal latihan yang sudah saya buat. Saya juga ternyata meremehkan dan santai – santai karena saya merasa yakin bisa dapat skor yang saya inginkan. Semua yang saya lakukan bukan tanpa alasan karena ketika saya latiha, saya selalu mendapatkan skor diatas 550, yaitu dengan rentang 580 – 617. Memikirkan kejadian itu sebenarnya saya agak menyesal karena saya tidak bisa mencapai target saya yaitu dapat skor 600. Saya mendapatkan skor 597, satu soal lagi benar dan saya bisa dapat skor 600. Menyakitkan bukan? Ya mungkin ini adalah pertanda sekaligus pengigat bagi saya dari Tuhan kalau saya tetap tidak boleh meremehkan sesuatu dan tetap serius agar tidak ‘terpeleset’ dikemudian hari.

Strategi saya saat latihan pada waktu itu adalah menyempurnakan bagian yang saya bagus disitu dan meningkatkan sedikit nilai dibagian yang saya tidak bagus. Saya sangat senang dengan Listening dan Reading, dan saya tidak suka dengan Grammar. Alasannya? Karena latihan Listening dan Reading tidak perlu membaca terlalu banyak aturan, rumus dan teori tentang Grammar/struktur Bahasa inggris. Selain itu saya juga sejak dulu sudah senang menonton tv, film, video dan mendengarkan lagu berbahasa inggris yang terus melatih kemampuan Listening saya. Untuk kemampuan Reading, sudah sejak kecil saya suka bermain Scrabble, membaca novel fantasi, Wikipedia, majalah, ebook, artikel/berita berbahasa inggris. Nah Structure & Written Expression adalah bagian yang paling tidak saya suka karena saya harus ‘buka’ dan ‘belajar’ Grammar/struktur Bahasa inggris lagi, DARI AWAL. Jujur ada perasaan malas ketika saya harus belajar teori, rumus dan aturan untuk Grammar, namun karena saya membutuhkan itu dan ingin nilai saya di Structure & Written Expression meningkat menjadi baik, maka mau tidak mau saya harus mempelajarinya dengan sedikit lebih ‘giat’ (walaupun pada akhirnya saya masih sedikit malas dan ngebut belajar di satu minggu sebelum pelaksanaan tes)

Satu minggu sebelum tes, saya mulai agak bersantai dan hanya fokus untuk belajar Grammar dan latihan soal Structure & Written Expression Section dan satu hari sebelum tes saya ‘malah’ bersantai – santai bermain games. Saya terlalu meremehkan tes nya, dan akhirnya malapetaka ketika tes pun datang. Ada beberapa masalah yang terjadi ketika tes berlangsung.

Dibawah ini adalah masalah – masalah besar yang saya hadapi ketika tes akibat dari saya meremehkan tes nya dan merasa sudah bisa dengan TOEFL ITP. Saya menuliskan 3 (tiga) besar masalah yang saya hadapi ketika tes.

Berlatih Mengisi Jawaban di Lembar Jawaban Komputer (LJK) TOEFL ITP
Ok. Masalah ini yang benar – benar mengganggu saya ketika saya berada di Listening Section. Saya sudah lama tidak mengisi jawaban menggunakan LJK. Kalian tahu kan? Untuk bisa menjawab jawaban soal kita harus melingkari pilihan yang menurut kita benar. Masalahnya karena saya sudah lama tidak melakukannya, saya lupa bagaimana lambatnya saya dalam melingkari jawaban. Saya itu orang yang perfeksionis dan ambisius serta khawatiran, bahkan untuk melingkari jawaban jadinya saya harus melingkarinya dengan ‘sempurna’ karena jika tidak saya akan khawatir kalau lingkaran jawabannya kurang hitam dan akhirnya jawaban saya tidak terbaca ketika di scan komputer.

Proses melingkari yang terlalu lama membuat saya menghabiskan waktu menjawab soal dan bahkan sampai ketinggalan dengan soal Listening yang diputar. Jadi waktu itu, saya bahkan pernah menghabiskan waktu jeda 12 detik saya untuk mencari jawaban dan melingkari jawaban di LJK dan membuat saya ketinggalan soal dan harus kerja ganda dimana saya tetap melingkari jawaban sambil mendengarkan Listening. Akibatnya? Bisa ditebak. Tentu saja ada beberapa soal listening yang terlewat dan akhirnya saya tidak begitu mengerti inti percakapan dari soal Listeningnya, sejak itu saya menyesal karena saya terlalu lama dalam membulatkan jawaban. Untuk kalian yang membaca ini dan ingin melaksanakan TOEFL ITP di masa depan nanti, saran saya adalah jangan malas latihan dan latihan lagi membulatkan jawaban di LJK agar bisa lebih cepat, karena jeda 12 detik itu cepat lho kalau kita banyak melakukan kesalahan dan akhrinya malah bisa meningkatkan presentase kita ketinggalan percakapan listeningnya dan (parahnya lagi) salah pilih jawaban. Untung bagi saya, nilai Listening saya masih cukup bagus yaitu dapat skor 63 atau dapat

Terlalu Santai Sampai Lupa Waktu Mengerjakan Berlalu Begitu Saja
Jadi ada satu kesalahan ketika saya latihan TOEFL, saya latihan tanpa membuat simulasi tes yang sebenarnya dimana ada batas waktu mengerjakan soal – soal per section. Akhirnya? Saya terlalu santai mengerjakan soal – soal di Structure & Written Expression, dan Reading Section. Section Structure & Written Expression diberikan waktu sekitar 25 menit untuk menjawab 40 soal pada section tersebut. 40 butir soal dalam waktu 25 menit berarti satu soal dapat 37.5 detik. 37.5 detik untuk membaca soal, membaca pilihan jawaban, memikirkan jawaban, memilih jawaban, dan melingkari jawaban di LJK. Disinilah kebodohan saya terjadi.
Saya benar – benar tidak pernah melakukan simulasi tes ketika latihan dulu, saya hanya mengerjakan soal – soal TOEFL dengan santainya setiap hari sampai hari-H tes. Hasilnya? Ketika saya baru mengerjakan 16 soal di section Structure & Written Expression, ternyata saya sudah menghabiskan waktu sekitar 12 menit lebih. Padahal jika dihitung, harusnya saya sudah berada di nomor 20 atau 21. Ketika saya melihat jam dan waktu menunjukkan tinggal 13 menit lagi, saya benar – benar kacau. Akhirnya saya mau tidak mau harus mempercepat diri saya untuk menjawab pertanyaan -pertanyaan di section Structure & Written Expression hingga selesai. Hasilnya? Section Structure & Written Expression saya mendapatkan nilai paling jelek yaitu 56. Saya benar – benar menyesal akan hal itu, saya terlalu bersantai – santai dalam menjawab soal dan akhirnya berimbas pada nilai akhir TOEFL saya (597 dimana satu soal lagi benar bisa dapat skor 600).     
Saya Mengantuk di Reading Section
Apa yang akan terjadi ketika anda mengantuk ketika ujian? Tentu saja kacau balau, karena anda menjadi tidak fokus dalam membaca pertanyaan dan menjawab soal. Akhirnya ya sama, semakin meningkatkan presentase menjawab jawaban salah pada soal yang kita baca. Mengantuk adalah hal yang wajar? Apalagi bagi saya yang suka begadang, maka mengantuk ketika ujianpun bisa terjadi, tetapi masalahnya saya itu sudah tidur cukup beberapa hari sebelum tes. Saya juga sudah minum kopi agar saya tidak mengantuk ketika tes, ternyata kopinya kurang ampuh dan saya masih mengantuk.

Mengantuk di bagian Reading Section adalah hal yang fatal karena kita harus membaca setiap passages yang diberikan, lalu membaca soal dan mencari jawabannya di passages yang diberikan. Terdapat 50 soal dengan 5 passages dan waktu yang diberikan hanya 55 menit. Menurut saya waktu yang diberikan itu cukup, hanya masalahnya karena saya mengantuk akhirnya saya jadi tidak fokus dan merasa tergesa – gesa dalam menjawab. Terkadang karena mengantuk juga membuat saya tidak fokus dalam mencari clue atau jawaban yang ada di passage tersebut. Sulit untuk memahami Bahasa inggris ketika sedang mengantuk berat. Ketik hasil TOEFL ITP saya keluar, ya reading saya tidak begitu hancur, saya mendapatkan skor 60 pada Reading Section. Tetapi tetap saja saya masih agak menyesal karena saya mengantuk ketika mengerjakan soal.

Terlalu banyak Minum dan Menahan Buang Air Kecil ketika Tes
Ini masalah lain yang saya hadapi ketika saya melaksanakan ujian TOEFL ITP. Sebenarnya tidak hanya ujian TOEFL juga, secara umum jika saya khawatir maka saya akan banyak minum sebelum ujian dimulai. Oh ia, kita tidak boleh membawa makanan dan minuman ketika pelaksanaan tes berlangsung, peserta tes juga tidak diperbolehkan keluar untuk buang air kecil. Karena hal ini, kita harus cukup minum dan sudah makan sebelum tes dimulai.

Masalah muncul ketika saya merasa cemas, saya akan mondar-mandir dan minum banyak air. Akibatnya? Saya mulai merasakan perasaan ingin buang air kecil waktu saya berada di Structure & Written Expression Section. Saya benar – benar menahan buang air kecil saya sampai ujian selesai. Hal ini membuat saya menjadi kurang fokus karena saya menahan buang air kecil (yang seharusnya memang tidak boleh ditahan dan harus segera dikeluarkan.)

Nah Bagaimana? Itu adalah cerita saya mengenai pengalaman saya dalam mengikuti TOEFL ITP. Apa yang saya pelajari dan saya petik dari pengalaman tersebut? Banyak, saya harus lebih serius dan sungguh – sungguh latihan IELTS (karena saya juga ingin mengambil IELTS di bulan April 2018), harus disiplin dengan jadwal latihan, tidak boleh meremehkan suatu tes walaupun kita yakin kita bisa mendapatkan skor yang tinggi atau baik, saya juga harus melatih kemampuan menjawab dan menulis jawaban di LJK agar tidak ketinggalan (apalagi di bagian Listening).


Ada pertanyaan? Silahkan kirimkan pertanyaan kalian melalui kolom komentar yang ada dibawah ini. Jika menurut kalian artikel ini bermanfaat, anda bisa share artikel ini di Social media anda. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Friday, February 16, 2018

Perjalanan Blogging Saya Belum Selesai

dee nutrition blogging


Sudah lebih dari  6 (enam) bulan sejak saya kembali memulai blogging lagi. Saya memutuskan menjadi Blogger untuk beberapa alasan dan target, yang mana saya mulai capai satu per satu hingga saat ini. Banyak hal yang melatarbelakangi saya menjadi Blogger lagi, namun ada beberapa alasan besar kenapa saya memutuskan untuk kembali menjaid penulis blog. Dibawah ini, adalah 3 (tiga) alasan utama kenapa saya memutuskan untuk menjadi seorang Blogger lagi.

SAYA INGIN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SAYA

Mungkin ini alasan paling kuat saya kenapa saya memutuskan untuk aktif blogging lagi. Saya ingin meningkatkan kemampuan menulis saya. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran saya akan kemampuan menulis saya ketika saya selesai kuliah dan merampungkan penelitian dan karya tulis ilmiah (skripsi) saya. Saya merasakan bahwa saya masih benar – benar bodoh dalam hal menulis. Apalagi dalam kemampuan menulis akademik, saya masih cukup payah dan kewalahan untuk bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah saya. Hasilnya? Ya Karya tulis ilmiah saya untuk tugas akhir kuliah saya agar bisa lulus selesai, namun menyisakan stress berat dan ‘sadar’ bahwa kemampuan menulis saya masih jauh dari kata sempurna.

Jika saya benar – benar ingin menggapai cita – cita saya menjadi seorang Dosen/Pengajar yang hebat di masa depan nanti, maka saya harus mengasah dan meningkatkan kemampuan menulis saya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk aktif kembali menjadi seorang Blogger. Saya menjadi blogger lagi untuk terus melatih kemampuan menulis saya. Di blog ini, Dee Nutrition’s Blog, saya akan terus mengasah kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

SAYA INGIN MENGEMBANGKAN USAHA & BRAND SENDIRI
Ketika tahun pertama di semester kedua saya kuliah, saya menyadari sesuatu. Saya ingin memiliki usaha dan ‘brand’ saya sendiri. Mimpi yang besar? Tentu saja, mengembangkan dan melahirkan sebuah personal Brand itu memang tidak mudah. Banyak hal yang perlu saya persiapkan untuk bisa menciptakan brand saya sendiri. ketika saya sadar akan hal itu hal pertama yang saya lakukan adalah membuat Avatar dan Brand yang sesuai dengan bidang dan kemampuan saya. Beberapa bulan saya mempersiapkannya, akhirnya lahirlah brand Dee Nutrition, sebuah brand yang nama awalnya berasal dari  2 huruf depan nama asli saya. Tujuan awal? Tujuan awal saya adalah sedikit demi sedikit membuat basis brand saya. Pertama membuat nama brand yang unik dan cukup eye catching¸kedua membuat avatar brand agar orang – orang lebih tertarik, ketiga membuat blog/web dan social media untuk bisa memperkenalkan dan memperluas jangkauan brand saya.

Semua target sudah saya lakukan dan selesaikan di tahun kedua saya kuliah, namun karena kendala saya dalam mengatur waktu akhirnya, projek memperkenalkan brand saya ‘mandek’. Bagaimana tidak, tahun ketiga dan keempat adalah tahun – tahun yang (menurut saya) sangat sulit, Jam kuliah yang semakin meningkat, organisasi, kepanitiaan, tugas semakin meumpuk, studi lapangan, praktikum laboratorium serta laporannya, persiapan penelitian dan tugas akhir/skripsi. Semua itu membuat saya akhirnya harus ‘berhenti sejenak’ dalam mengembangkan brand Dee Nutrition.

SAYA INGIN SERIUS MENJADI BLOGGER DAN MEMILIKI PENGHASILAN

Ketika kita lulus kuliah, pasti ada hal selanjutnya yang harus kita lakukan bukan? Mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai seorang Fresh Graduate pasti itu ada dipikirannya, apalagi orang – orang disekitar pasti akan menanyakan juga apa yang kita lakukan selanjutnya setelah lulus ini. Saya sendiri karena cita – cita saya adalah menjadi seorang Pengajar/Dosen saya sudah merencanakan untuk melanjutkan kuliah. Berarti saya tidak bekerja dan menganggur dong? Bisa dikatakan tidak, saya masih mengikuti beberapa pekerjaan ‘sementara’ yang saya lakukan, Saya memang tidak memiliki main job, namun saya sudah banyak melakukan part time job dari kuliah dulu.

Saya memutuskan untuk menjadi Blogger, selain dua alasan diatas adalah saya ingin bisa memonetisasi blog saya dan dapat menghasilkan uang dari blog yang saya miliki. Ketika dulu, saya sudah mengenal yang namanya Google AdSense, sebuah layanan iklan web yang dikelola Google. Jika kita (blog kita) diterima oleh AdSense, maka kita bisa mendapatkan pundi – pundi dari iklan yang kita sematkan di blog yang kita miliki (dan daftarkan tadi). Inilah alasan lain kenapa saya ingin aktif Blogger lagi, saya ingin menghasilkan uang dari blog saya dan menjadikan kegiatan menulis blog sebagai part time job saya selanjutnya, dan mungkin seterusnya.

PENCAPAIAN TARGET SELAMA 6 BULAN MENJADI BLOGGER

Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger, tentu saja ada target – target yang harus saya capai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dibawah ini adalah target – target saya dalam Blogging

Posting Artikel Secara Konsisten Setiap Harinya

Untuk terus melatih kemampuan menulis saya sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung harian blog saya, maka salah satu cara terbaik yaitu merilis artikel di blog setiap harinya. Hal ini akan membuat saya akan terus melatih kemampuan menulis saya setiap hari, bagaimana saya harus membuat sebuah artikel yang baik dalam waktu satu hari. Kualitas blog salah satunya ditentukan dari jumlah posting artikel yang ada di blog tersebut, semakin banyak maka semakin bagus. Tentunya kuantitas jumlah posting juga harus dibarengi dengan Kualitas artikel yang baik pula. Selama sekitar 3 bulan saya terus menulis artikel setiap harinya, membaca referensi – referensi supaya artikel yang saya buat tetap berkualitas.

Membuat Target Menulis Artikel dalam Sebulan

Ketika saya selesai dalam mempersiapkan dan menyelesaikan template blog saya, kemudian hal lain yang saya lakukan adalah mentargetkan berapa banyak artikel minimal yang harus saya buat dalam satu bulan. Saya mentargetkan minimal 20 artikel yang saya rilis selama 3 bulan (September – November). Hasilnya? 3 (Tiga) bulan tersebut saya berhasil membuat cukup banyak artikel dan melebihi target saya. Dikarenakan saya juga saat itu mentargetkan untuk bisa diterima Google Adsense, saya pun akhirnya berusaha untuk konsisten menulis artikel setiap hari dan mencapai target bulanan saya.

Memiliki Jadwal Blog yang Teratur

Sekarang ini, saya sudah mulai membuat jadwal teratur dan tema mingguan untuk blog saya. Saya memutuskan untuk merilis 5 artikel dalam seminggu, dengan sabtu dan minggu adalah hari libur untuk saya sekalian menyiapkan tema artikel untuk minggu depan. Hal ini lebih memudahkan saya karena dengan adanya tema mingguan, akan membuat saya fokus untuk mencari referensi dan membuat artikel dengan tema yang sama dan (mungkin) berkesinambungan. Ini tentunya lebih banyak menghemat waktu saya dalam membuat artikel karena pencarian/riset karena saya tak harus membaca banyak tema tulisan dalam satu minggu. Anda tidak percaya? Coba saja lakukan, maka anda akan merasakan manfaatnya ketika anda menulis blog. Hal lain yang harus diingat juga adalah jangan lupa untuk memasukkan hari ‘libur’ dalam menulis artikel. Adanya hari libur untuk membuat artikel akan ‘mengistirahatkan’ otak kita sehingga otak kita tidak jenuh dalam menulis.

Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan terus Membuat Artikel

Mungkin ini yang mulai saya rasakan sekarang. Meningkatkan kemampuan menulis saya adalah factor utama kenapa saya aktif blogging lagi. Saat ini mungkin saya sudah bisa merasakan manfaat dari menulis dan membuat artikel blog saya. Dulu, ketika saya ingin membuat artikel, pasti banyak ‘mandek’ atau stuck karena satu dan lain hal. Biasanya yang membuat saya mandek adalah bingung dalam membuat awalan dan akhiran artikel, bingung dalam menentukan kosakata pada artikel, bingung membuat kalimat penyambung dari paragraph sebelum ke selanjutnya, terkadang sering OOT karena membuat banyak artikel dalam sehari dengan tema yang berbeda.
Sekarang, setelah 6 bulan saya mulai bisa merasakan bahwa kemampuan menulis saya mulai meingkat dan lebih baik dari sebelumnya. Sekarang untuk membuat artikel dengan jumlah kata diatas 500 kata tidaklah sulit jika dibandingkan dulu ketika awal – awal menulis. Ketika dulu saya memulai blogging, saya hanya mampu dalam membuat artikel dengan standar 300 kata per artikel. Berdasarkan blog – blog lain yang saya baca, jumlah kata tersebut terlalu kecil dan harus ditingkatkan lagi agar semakin menantang dan melatih kemampuan menulis saya. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai meningkatkan jumlah minimal kata dalam artikel yang saya buat. Saya kemudian mulai meningkatkan jumlah kata minimal dari 500, 600, 1000, 1200, 1500 dan 2000. Saat ini, rentang minimal saya dalam membuat artikel adalah sekitar 500 kata, namun saya bisa dengan mudah membuat artikel dengan jumlah diatas 500 – 1500, untuk artikel diatas 2000 kata biasanya jarang dan akan saya potong menjadi beberapa part artikel.

Kemampuan Manajerial Blog Saya Semakin Baik

Kemampuan manajemen blog saya juga menjadi lebih baik dan semakin memudahkan saya dalam menulis. Saya mulai teratur dan terjadwal dalam menulis artikel, dan sekarang saya mulai menerapkan peraturan satu tema per minggu untuk membuat fokus dan mudah dalam menulis artikel.

Memonetisasi Blog, dan Diterima oleh Google Adsense

Bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang kita lakukan dan senangi adalah salahsatu ‘kebahagiaan yang haqiqi’. Bagaimana tidak? Kita melakukan sebuah pekerjaan/kegiatan yang memang kita suka dan ditambah bisa menghasilkan uang dari itu, tentu saja sangat menyenangkan dan itulah yang saat ini ingin saya capai. Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger lagi, saya pun akhirnya juga memutuskan untuk bisa diterima Google AdSense, sebuah layanan iklan dari Google yang intinya jika kita diterima maka kita bisa menayangkan iklan di blog kita dan kita bisa dibayar. Menjadi Blogger/penulis blog tidaklah mudah, jujur dibutuhkan semangat yang tinggi untuk tetap terus menulis artikel dan mem-posting­-nya di blog setiap harinya.

Jika menjadi blogger tidak mudah, tunggu sampai anda berusaha untuk diterima Google Adsense, jauh lebih sulit. Selama 6 bulan saya blogging, sudah 10 kali saya mendaftarkan blog saya agar diterima oleh Google Adsense. Hasilnya? Saya mengalami 9 kali tolakan, menyakitkan bukan? Tentu saja sakit, dan lelah, dan terkadang merasa putus asa karena terus ditolak, namun saya terus tetap berpegang teguh untuk terus meningkatkan kualitas blog saya agar dapat diterima Google Adsense. Akhirnya? saya di terima oleh Google Adsense pada minggu terakhir dibulan januari 2018, sebuah pencapaian yang saya tunggu tunggu sejak saya memulai menjadi penulis blog di pertengahan 2017. Akhirnya semua yang saya lakukan untuk dapat diterima oleh Google Adsense tidak sia – sia.

Also Read
Fakta Tentang Blog Saya Dee Nutrition’s Blog yang Diterima Google Adsense

PERJALANAN BLOGGING SAYA MASIH TERUS BERLANJUT


Setelah saya diterima oleh Google Adsense, secara resmi berarti saya bisa memonetisasi blog saya. Ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan saya dan saya akan terus meningkatkan blog saya agar blog saya semakin ramai dan menarik pengunjung untuk datang ke blog saya dan membaca tulisan – tulisan saya. Masih terdapat banyak tantangan yang harus saya lewati, masih banyak target yang harus saya capai. Saya harus tetap semangat dalam kegiatan Blogging dan meningkatkan kualitas artikel blog dan kemampuan menulis saya agar menjadi lebih baik lagi. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan keras dan tidak menyerah. Doa, Semangat, Kerja Keras dan Kesungguhan adalah sesuatu yang harus kita pegang agar saya bisa sukses dalam berkarir menjadi seorang Blogger. Semoga saja, doakan saya.




Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih


Author of Dee Nutrition's Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

Thursday, February 15, 2018

5 (Lima) Cara Cepat Agar Diterima oleh Google Adsense 2018

dee nutrition adsense approved
Ada Beberapa cara untuk bisa cepat diterima Google Adsense


Satu minggu yang lalu, akhirnya blog saya ini, Dee Nutrition's Blog, diterima oleh Google AdSense. Tentunya hal ini semakin menambah semangat saya untuk terus semangat menulis dan meningkatkan kualitas blog saya bukan? Untuk artikel kali ini, saya akan memberikan beberapa tips/cara agar blog anda bisa diterima oleh Google AdSense. Dibawah ini adalah beberapa cara agar blog mu dapat diterima Google Adsense

Baca Peraturan dan Ketentuan Google, Blogger dan Google Adsense

Jika di situs – situs lain biasanya yang pertama adalah membuat blog dengan Niche yang unik dan spesifik, saya beda. Menurut saya yang paling utama adalah membaca peraturan dan ketentuan yang diberikan oleh Google, Blogger dan Google Adsense terkait Blog yang didaftarkan. Percayalah jika anda sudah membacanya, pasti bakal mudah untuk bisa daftar Google Adsense dan cepat diterima. Hal ini karena Peraturan dan Ketentuan yang diberikan itu sudah seperti panduan untuk anda bagaimana membuat Blog yang baik dan sesuai untuk bisa diterima Google Adsense. Anda juga yang membacanya bakal tahu tentang larangan dan bisa terhindar dari pelanggaran di blog atau akun google anda ketika anda mendaftar (jangan contoh saya ya…). BACALAH ATURAN DAN KETENTUANNYA, ITU WAJIB.

Buatlah Blog dengan Niche Unik dan Spesifik

Baru cara yang  kedua adalah niche yang unik dan spesifik. Bisa dibilang dunia blog itu sudah sangat ‘ramai’ dan ‘sesak’, artinya sudah banyak blog – blog yang bersliweran di dunia maya ini. Sekarang ini sudah sangat sulit untuk membuat blog dengan niche yang original, biasanya blog – blog sekarang yang dibutuhkan adalah dengan blog yang menyajikan niche yang unik, dan berbeda dari blog lainnya serta spesifik. Saya sendiri sudah menentukan niche saya sebelum saya mulai membuat blog. Karena saya adalah mahasiswa (dulu) jurusan S1 Ilmu Gizi, saya memutuskan untuk membuat blog dengan niche/tema yang berkaitan dengan Gizi, Makanan dan Kesehatan dan saya menamakan blog saya dengan nama Dee Nutrition’s Blog. Artikel – artikel di blog saya utamanya adalah mengenai hal itu, namun walaupun begitu terkadang saya masih menyisipkan artikel diluar itu misalnya terkait hobi saya dalam menulis, membuat tulisan inspiratif atau motivasi, atau tentang dunia game dan komik. Tetapi musti di ingat artikel yang diluar niche tidak boleh lebih banyak ketimbang artikel yang khusus untuk niche nya.

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Artikel Blog

Setelah Kita sudah mempunyai niche yang unik dan spesifik, maka cara selanjutnya adalah Artikel blog yang harus berkualitas dan berkuantitas.  Blog haruslah memiliki artikel yang berkualitas baik dan sesuai dengan niche/tema blog yang sedari awal sudah anda canangkan di blog anda. Buatlah banyak – banyak artikel yang berkualtas serta relevan dengan ‘kejadian’ saat ini. Kuantitas artikel pada blog juga turut diperhitungkan. Katanya dibutuhkan minimal 30 artikel berkualitas baik agar bisa diterima oleh Google Adsense. Artikel yang baik tentu saja menguntungkan bagi blog itu sendiri karena akan meningkatkan jumlah pengunjung ke blog anda. Pastinya anda senang bukan kalau jumlah pengunjung pada blog anda meningkat dan banyak? Ada perasaan bangga bahwa apa yang sudah anda tulis dan buat itu dibaca banyak orang. Artikel yang berkualitas dan berkuantitas akan membawa anda untuk semakin cepat diterima oleh Google Adsense

Tingkatkan Jumlah Pengunjung Harian Blog

Setelah membuat blog yang sesuai ketentuan dan peraturan, memiliki niche/tema unik dan spesifik, berisikan artikel-artikel yang berkualitas dalam jumlah banyak, selanjutnya adalah meningkatkan jumlah pengunjung harian blog anda. Jumlah pengunjung harian sangat menentukan ranking blog anda di internet, semakin banyak pengunjung yang datang ke blog anda berarti semakin terkenal juga blog anda dan menaikkan ranking blog anda di Internet. Hal ini berarti blog anda semakin bagus dan tentu saja Google Adsense tidak akan mau menolak blog anda. Saya juga pernah membaca kalau anda punya Blog dengan jumlah pengunjung harian ± 300.000 orang setiap harinya, maka Google Adsense akan langsung menerima blog anda menjadi partner Google Adsense. Hebat bukan? Kenyataanya tidak seperti itu.

Untuk blog baru dan masih awal – awal, akan cukup sulit untuk bisa mendapatkan jumlah pengunjung yang tinggi. Saya sendiri saja masih belum bisa meningkatkan jumlah pengunjung saya diatas 1500 per harinya. Saya masih perlu melakukan banyak usaha untuk bisa meningkatkan jumlah pengunjung harian blog saya. Biasanya untuk bisa mendapatkan pengunjung  ± 300.000 itu adalah blog – blog yang sudah lama, serta ter-established dan sangat terkenal.

Bonus: Gunakan Domain  TLD (Top Level Domain)

Menggunakan domain TLD (.com, .id, .co.id, .org, .edu, dsb) katanya bisa semakin cepat diterima oleh Google Adsense. Memang belum ada bukti atau aturan tersurat tentang hal ini, namun kalau dilihat dari kelebihan penggunaan domain TLD di blog kita maka bukanlah hal yang tidak mungkin. Penggunaan domain TLD itu bisa membuat blog kita menjadi lebih professional dan meyakinkan, serta dapat dipercaya. Orang – orang lebih memilih informasi dari blog dengan domain TLD dibandingkan dari blog yang masih menggunakan ‘embel – embel’ blogspot.com atau wordpress.com. Jadi tunggu apalagi segera gunakan domain TLD untuk blog kalian, silahkan klik link dibawah ini.

Sekian 5 (lima) cara cepat untuk blog anda bisa diterima Google Adsense. Dibutuhkan banyak usaha agar bisa membuat blog yang ‘sesuai kriteria’ dan menarik di mata Google Adsense. Dibutuhkan tekad kuat dan kesungguhan agar blog kita bisa diterima, jadi jangan menyerah ya… Semangat…


Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih

 Author of Dee Nutrition's Blog
Destio D. Fahrizki
Share:

Wednesday, February 14, 2018

Fakta Tentang Blog Saya Dee Nutrition’s Blog yang Diterima Google Adsense

dee nutrition adsense


Sebagai blogger pasti punya keinginan untuk bisa diterima oleh Google Adsense. Alasannya? Sudah pasti agar bisa menghasilkan pemasukan dari kegiatan menulis di blog kita, inilah salah satu alasan utama saya. Alasan saya yang lain adalah saya ingin terus melatih dan meningkatkan kemampuan menulis saya karena ketika saya berhasil menyelesaikan artikel penelitian saya untuk bisa lulus jenjang S1 saya (S1 Ilmu Gizi FK Undip), saya menyadari kemampuan menulis saya masih jauh dari kata baik.

Perjalanan saya agar dapat diterima oleh Google Adsense terbilang sangat sulit dan butuh waktu yang cukup lama. Saya harus mengubah dan melakukan banyak hal di blog saya agar blog saya dapat diterima oleh Google Adsense. Saya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan (kurang lebih), dengan 10 kali pendaftaran dan 9 kali penolakan dari Google Adsense untuk bisa diterima. Berikut dibawah ini adalah beberapa fakta mengenai Blog saya, Dee Nutrition’s Blog, yang diterima oleh Google Adsense.

Pengunjung Harian yang Masih Belum Banyak

Banyak informasi – informasi yang saya terima dari internet kalau mau bisa diterima oleh Google Adsense itu harus memiliki jumlah pengunjung harian yang tinggi. Bahkan di situs Google Adsensenya juga ditulis (kalau tidak salah ingat) jika blog anda memiliki jumlah pengunjung harian ±300.000 orang setiap harinya, maka anda bisa langsung diterima oleh Google Adsense. Angka yang fantastis bukan? Logikanya memang tentu saja Google Adsense akan menerima blog dengan jumlah pengunjung harian yang tinggi karena semakin tinggi jumlah pengunjung, berarti semakin tinggi juga jumlah orang yang melihat iklan-iklan Google Adsense, dan semakin besar juga tingkat keuntungan yang didapat oleh Google Adsense (dan pemilik blog). Walaupun begitu, apakah blog dengan jumlah pengunjung yang ‘biasa saja’ tidak akan diterima oleh Google Adsense? Tunggu dulu¸ karena itu belum tentu.

Memang pengunjung yang banyak merupakan salah satu factor untuk bisa diterima Google Adsense, tapi itu bukan factor yang menentukan semuanya. Ada factor – factor lain seperti niche/keunikan blog, serta kualitas dari blog dan artikel blog itu sendiri, jadi bukan berarti blog – blog dengan jumlah pengunjung yang belum banyak tidak akan diterima oleh Google Adsense. Saya sendiri memiliki jumlah pengunjung harian yang tidak pasti, jika saya sedang semangat – semangatnya dalam sharing artikel blog di social media saya bisa mendapatkan jumlah pengunjung blog sekitar 500 – 1000 pengunjung per hari, namun jika normalnya jumlah pengunjung harian saya berkisar 200 – 400 orang per hari, sangat jauh dari angka 300.000 pengunjung bukan? Namun ada satu hal yang perlu diketahui, menurut saya (dan lagi info- info yang saya baca), semakin tinggi jumlah pengunjung di blog kita akan semakin meningkatkan Blog kita terindex di Google, dan semakin cepat Google Adsense ‘sadar’ akan blog kita. Jadi rajin – rajinlah juga untuk meningkatkan jumlah pengunjung blog anda setiap harinya.
Berkali – Kali Ditolak Google Adsense

Tadi diawal, sudah saya jelaskan kalau saya di TOLAK oleh Google Adsense. Tidak hanya satu kali tolakan, namun 9 (Sembilan) kali tolakan saya peroleh ketika saya mencoba untuk mendaftar Google Adsense. Sakit hati? Tentu saja, Melelahkan? Pasti, Pernah Mau Menyerah? Pernah. Proses saya untuk bisa diterima Google Adsense itu sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran (terlalu hiperbola tapi saya serius). Saya pernah hampir ‘menyerah sebentar’ ketika penolakan ke 8. Saya mendiamkan blog saya selama 1 mingguan lalu mencoba memperbaikinya lagi, dan daftar lagi ke Google Adsense. Hasilnya? Saya ditolak yang kesembilan namun ternyata masalah yang membuat blog saya tidak diterima Google Adsense berkurang yang tadinya ada 3 masalah, sekarang tinggal 1 yaitu tentang Navigasi Situs. Dari situ, saya akhirnya semangat lagi dan mengubah template serta widget blog saya agar masalah yang ‘terakhir’ ini bisa saya selesaikan dan saya bisa diterima oleh Google Adsense. Semua berujung manis ketika saya mendaftar untuk ke-10 kalinya, Saya Akhirnya DITERIMA oleh Google Adsense. Jadi Jangan menyerah ya… Pasti Jika kita berjuang keras dan bersungguh – sungguh, suatu saat kita bisa diterima oleh Google Adsense… AYO SEMANGAT


Email di Blokir dan Akun Ganda

Ok, jadi ini masalahnya karena akun gmail saya pernah bermasalah dengan Google Adsense. Dulu saya pernah membuat sebuah situs dengan konten yang melanggar ketentuan Google Adsense akhirnya saya tidak diterima, namun waktu itu saya menganggap akun saya itu tidak bisa dipakai lagi untuk daftar Google Adsense. Ada satu hal yang saya pelajari dari sini yaitu, Bacalah Semua Ketentuan dan Peraturan Google, Blogger dan Google Adsense, agar bisa kita tahu dan paham dan tidak melanggarnya karena bisa berakibat fatal. Kesalahan fatal yang saya lakukan waktu itu adalah saya membuat akun ganda (ini melanggar ketentuan Google Adsense). Jadi karena saya kira akun lama saya sudah tidak aktif, saya membuat akun gmail yang baru, nah ketika saya mendaftarkan diri di Google Adsense tentu saja data yang saya masukkan adalah data/informasi pribadi saya yang asli. Sialnya, ternyata akun lama saya juga memiliki data pribadi saya yang asli.

Hal ini mengakibatkan kedua akun saya di block dan ditolak dan tidak bisa mendaftar Google Adsense. Kejadian tersebut mengakibatkan saya mempelajari banyak hal dan membaca peraturan Google Adsense lagi. Saya menutup kedua akun saya dan membuat lagi yang baru dan mendaftar dengan akun baru tersebut. Alhamdulillah, akhirnya saya diterima. Untuk kalian yang membaca ini dan juga sedang mendaftar Google Adsense, Jangan lakukan hal yang saya lakukan ya, karena itu bodoh dan teledor.

Membeli TLD (Top Level Domain) untuk bisa Diterima Google Adsense

Tadinya, blog saya ini masih berbasis Hosted Account. Sederhananya blog dengan Hosted-Account itu berarti alamat blog nya ada ‘embel – embel’ blogspot.com atau wordpress.com. Saya sebenarnya sudah lama menjadi Blogger, namun baru setelah saya lulus kuliah saya mulai serius lagi. Untuk menambah keseriusan saya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli TLD (Top Level Domain) dotcom(.com) pada bulan September 2017. Saya memutuskan beli karena waktu itu sedang ada promo pembelian domain dotcom(.com) hanya membayar Rp. 59000. Saya akhirnya membelinya, jika kalian juga ingin membeli domain TLD silahkan klik link ini.  Dengan kita beli TLD maka blog kita menjadi Non-Hosted Account dan tidak ada ‘embel-embel’ blogspot atau wordpress nya lagi.  Jadi yang tadinya alamat blog saya deenutritions.blogspot.com menjadi deenutritions.com. Ada beberapa kelebihan dari penggunaan domain TLD salah satunya adalah membuat blog kita terlihat lebih professional dan terpercaya.

Jumlah Artikel yang Banyak, namun tidak spesifik

Jadi saya pernah membuat sebuah target yaitu membuat sebanyak mungkin artikel di blog saya. Katanya blog kita untuk bisa didaftarkan ke Google Adsense harus memiliki banyak artikel blog yang spesifik, sesuai niche/tema, dan berkualitas. Target yang saya kejar adalah saya bisa mencapai 100 artikel di akhir tahun 2017. Target saya tercapai, namun ternyata malah membuat masalah. Jadi saya membuat banyak artikel namun masih kurang spesifik, dan masih ada (yang menurut) saya belum berkualitas isi artikelnya. Selain itu saya juga menyadari kalau artikel – artikel yang saya buat keluar dari niche/tema saya tentang Gizi dan Kesehatan. Jadi karena itu yang tadinya artikel saya ada lebih dari 100, akhirnya artikel yang menurut saya masih keluar dari niche saya dan kurang berkualitas saya hapus dari blog saya dan kemudian saya mendaftarkan lagi blog saya di Google Adsense.
Nah itu dia beberapa fakta tentang tentang Blog saya, Dee Nutrition’s Blog yang dalam perjalanannya bisa diterima oleh Google Adsense. Banyak pelajaran yang saya dapatkan, banyak waktu, tenaga (dan kuota internet) yang saya keluarkan untuk bisa diterima Google Adsense dan menjadi mengiklankan iklan di blog saya dan memonetisasi blog saya. Untuk kalian yang juga atau sedang dalam proses review menjadi publisher Google Adsense,


Jika ada yang ingin ditanyakan, atau ingin memberikan komentar, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika menurut kalian artikel ini membantu, jangan lupa share artikel ini di social media kalian. Sekian dan Terimakasih

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki
Share:

Tuesday, February 13, 2018

5 (Five) Steps If You Want to Get Approved by Google AdSense 2018

deenutrition adsense


So, one week ago, I finally got approved by Google AdSense, and now I can monetize my blog. It’s one of the best things that happened to me. Now I want to make an article about How I could get approval from Google AdSense. So, let’s check this out, okay? These are 5 (five) steps that you must follow.

Read, Understand, and Obey the AdSense and Blogger Rules & Guidelines

It is the first steps that you have to do, first your blog must obey with the AdSense rules & policy. Trust me, if you can understand all of the rules, policy and guidelines that were given by Google to you, then you can get approved by Google AdSense in no time. It will be easy for you if you understand those things and try your blog not to break the rules of AdSense. So, what are you waiting for? Read every single one of AdSense Rules, policy and Guidelines.

Choose a Unique Niche and Specific Theme for Your Blog

Niche and theme are really important for your blog. If you want to get approved by Google AdSense fast, then you must have a unique blog with unique niche and specific theme. When you register for AdSense, your blog must have so many quality articles that ‘sticks’ to your blog’s niche and theme.



Simple, Easy and Eye-Catching Blog’s Template

Make your blog’s template as simple as possible, so it’s easy for visitor of your blog to navigate inside of the blog. Make sure, your blog’s template must be ‘compatible’ with your blog’s theme. Example, because my blog, Dee Nutrition’s Blog, is about nutrition, health, and other related issues, so my blog’s template is ‘Green’, with a white background color. I am trying to make my blog as flat and as simple as possible. Another thing that you should consider is your blog’s navigation. IS your blog already have menu pages? Is your blog already have widgets which are required to help your blog’s visitor in navigating and searching in your blog?

Don’t USE Internal Links Trick When Applying for Google AdSense

Okay, I got this tip when I was searching to fix my navigation problem. When I ask in the Google AdSense forum, I was told that I should not include or set Internal Links on my blog’s article. I know that Internal Links is required for Search Engine Optimization (SEO) but, if you’re wrong on implementing Internal Links in your blog, then there’s a high chance that your blog will be rejected (Just like I the way I did back then). So, after I got the advice, I edit all of my blog’s articles and erase any internal links in it. Sure, it was tiring (like I said before, getting approve by Google AdSense is tiring and stressing), but in the end it was worth the wait because I got approved by Google AdSense.

Increase Blog’s Visitor by Improving the Quality and Quantity of Your Blog’s Article

Well, it is obvious right? If you want your visitor to visit your blog, and read your blog’s article, then the quality and quantity of your blog’s article must be great. Google AdSense like a website that has so many visitors a day. Even, Google AdSense has a rule (you can check it on the internet) when your blogs has more than 300.000 visitors a day, you will be approved in no time. It’s great right? But the problem is, if you really want to increase your blog’s visitor, then you must improve the quality and quantity of your blog’s article.
So That’s it for right now, I hope that I can keep posting the story about how I can be approved by Google AdSense in the Future. Stay tune to my blog, Dee Nutrition’s Blog, share this article if you found it interesting.



You have any question? Feel free to ask in the comment below… Thank you and see you next time.
Share:

Change Language