Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Tuesday, January 16, 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

Dee Nutrition - makan di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.

Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.


Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Monday, January 15, 2018

Ayo Semangat Lagi, Tio!

dee nutrition - semangat

























Malas adalah Sumber Masalah 

Malas mungkin adalah satu kata yang sangat pantas dalam menggambarkan diri saya saat ini. Saya benar – benar malas dan membuat banyak hal yang harusnya saya lakukan menjadi terbengkalai, salah satunya adalah blog saya. Sudah beberapa minggu ini saya kehilangan semangat saya untuk menulis. Saya terus menunggu sampai saya bisa semangat lagi dan tidak ‘ogah-ogahan’ dalam menulis. Lagipula saya juga harus terus membuat blog saya terus aktif agar postingan artikel di blog saya semakin bertambah dan (semoga) saya bisa diterima sebagai publisher Google Adsense.

Beberapa minggu ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan untuk mempersiapkan diri saya dalam ujian TOEFL dan IELTS untuk keperluan studi lanjut saya pada jenjang S2 atau Master. Ya, saya telah menentukan target saya untuk bisa mendapatkan beasiswa dan bisa berkuliah di luar negeri. Bisa hidup dan berkuliah di luar negeri adalah salah satu cita – cita atau keinginan saya sejak dulu, dan setelah saya menyelesaikan jenjang S1 saya, saya benar – benar ingin mewujudkannya. Dikarenakan tanggal test TOEFL dan IELTS yang semakin dekat, tentu saja akhirnya membuat kegiatan menulis dan projek saya yang lain saya tunda.

Saya masih belum bisa membagi waktu saya dengan latihan TOEFL/IELTS, Essay, blog dan projek komik strip saya karena beberapa alasan, salah satunya adalah manajemen waktu. Jujur, saya masih belum bisa ‘disiplin’ dalam rencana harian saya setiap hari. Sebenarnya saya telah membuat jadwal waktu kegiatan apa – apa saja yang harus saya lakukan setiap hari, namun lagi-lagi, factor kemalasan membuat saya masih belum bisa benar – benar 100% sukses mentaati jadwal kegiatan saya. Saat ini saya terus berlatih untuk bisa mentaati jadwal yang sudah saya buat, karena pada akhirnya jadwal tersebut membantu saya dalam menyusun kegiatan – kegiatan apa saja yang harus saya lakukan setiap hari dan mempermudah saya. Doakan Saya Semoga Saya bisa melakukannya

Saya masih belum bisa berkomitmen penuh dengan apa yang sudah saya buat. Saya masih memiliki masalah dalam memecahkan hal tersebut, bagaimana cara saya untuk bisa semangat dan serius untuk menjalani apa yang telah saya buat. Bukankah pada akhirnya semua ini untuk mencapai cita – cita saya? Bukankan semua ini untuk kebaikan saya sendiri? namun kenapa saya masih malas dan memiliki masalah untuk melakukan hal – hal yang baik untuk saya? Apakah saya kurang tekad? Mungkin saya kurang tekad.

Sejak dulu mungkin tekad adalah salah satu hal yang belum bisa saya lakukan sejak dulu. Saya sebenarnya adalah orang yang mudah untuk menyerah jika saya tidak menemukan jalan keluar dari suatu masalah, dan ditambah dengan kemalasan saya, maka pada akhirnya saya akan meninggalkan suatu kegiatan tersebut sampai saya memiliki alasan ataupun keinginan untuk melakukannya. Hal tersebut bermasalah bukan? Tentu saja bermasalah karena ini berarti saya menunda – nunda kegiatan dan menunda saya untuk menggapai apa yang saya inginkan, dan itu tidak baik untuk saya.


Saya harus terus berlatih sampai saya bisa mengalahkan factor kemalasan saya, saya harus terus memperbaiki dan meningkatkan tekad saya karena pada akhirnya semua inilah yang akan menentukan bisa tidaknya saya untuk menggapai semua cita – cita yang ingin saya gapai dan jadikan kenyataan. Tidak ada cara lain dan tidak ada cara mudah untuk bisa menggapai semua ini. Saya juga harus berusaha realistis dan tidak terbawa dengan angan – angan saya dan terus berpegang teguh dengan semua tujuan – tujuan saya. 
Share:

Thursday, January 11, 2018

Dee Nutrition: Projek Membuat Komik Strip Gizi Dimulai

dee nutrition - comic
Siapa yang Tidak Suka Komik?


Komik? Siapa diantara kalian yang tidak suka membaca komik? Pasti mayoritas anak – anak muda jaman sekarang suka membaca komik, apalagi komik strip. Siapa yang tidak kenal dengan komik strip? Komik strip dapat dikatakan sebagai komik pendek karena hanya memuat beberapa gambar dan scene cerita. Saat ini komik strip sedang booming (naik pamor) di social media. Banyak creator – creator yang meluncurkan komik strip dengan keunikannya masing – masing. Hal inilah yang mendorong saya juga ingin sekali membuat komik strip saya sendiri.

Rencananya bulan ini saya akan membuat dan mendesain karakter dan settingan untuk projek komik saya. Saya tidak serta merta ingin membuat komik strip, sebenarnya sudah sejak dulu saya ingin membuat dan menjadi seorang creator Comic Strip namun belum kesampaian. Saat ini saya sedang mempersiapakan untuk bisa meluncurkan komik strip Gizi.Sebelum itu saya akan menjelaskan beberapa alasan kenapa saya ingin membuat komik strip. Dibawah ini merupakan beberapa alasan yang membuat saya ingin menjadi seorang creator komik strip.

Saya Ingin Mengedukasi melalui Komik Strip Gizi
Saya adalah seorang sarjana gizi dan kesehatan, tentunya kita sebagai seorang sarjana dalam bidang kesehatan mempunyai tugas (atau mungkin andil) dalam mengedukasi masyarakat. Dimana lagi tempat mengedukasi dengan mudahnya kalau bukan di social media? Social media sekarang ini bisa menjadi sarana atau tempat kita bisa memberikan edukasi gizi, dan untuk membuat edukasi gizi lebih menarik maka kita juga harus menyesuaikan dengan trend – trend yang ada pada saat ini, salah satunya adalah Komik Strip.

Saya Suka Desain
Saya bisa dikatakan suka mendesain vector. Saya sejak dulu sangat suka bermain komputer/laptop. Ketika saya bermain dengan laptop saya, saya banyak mengeksplorasi berbagai macam software yang ada di laptop saya dari game, software office, software desain bahkan sampai pemrograman pernah saya pelajari dan saya latih. Untuk masalah kreativitas, mungkin saya tidak kalah dengan para creator – creator atau mahasiswa jurusan desain (walaupun saya bukan berasal dari jurusan komputer ataupun DKV). Saya menguasai beberapa software desain grafis. Sudah terdapat banyak media yang saya buat dari poster, leaflet, brosur, booklet, cover halaman, banner, serta animasi. Saya juga ketika kuliah mengikuti himpunan mahasiswa yang berada dalam bidang media dan informasi, jadi media bukanlah sesuatu yang asing bagi saya.

Saya Ingin Memperluas Jangkauan Brand Dee Nutrition
Saya memiliki Brand yang saya buat sendiri yaitu Dee Nutrition. Saya sejak dulu ingin memiliki brand sendiri dan ketika saya kuliah saya memutuskan untuk membuat brand Dee Nutrition. Tadinya saya hanya ingin membuat brand Dee Nutrition untuk blog saya, namun kemudian brand Dee Nutrition  ingin terus saya perluas dan merambah ke sector lainnya, salah satunya adalah komik strip.

Komik Strip yang Semakin Diminati
Kenapa banyak orang suka dan membaca komik strip? Jawabannya menurut saya (sudut pandang pribadi) adalah karena komik strip itu ceritanya pendek, namun ada esensi yang terdapat didalam cerita komik strip tersebut. Kita tidak perlu membaca terlalu lama dan membuang waktu kita untuk mengetahui tujuan komik strip itu dibuat, terkadang ada maksud menghibur, memberi informasi terkait suatu informasi, mengkritik, ataupun pengingat akan kehidupan sehari – hari . Tentunya jika kita membaca komik biasa, kita harus berlama – lama membaca komik dan membuang waktu bukan?


Sekian untuk artikel kali ini, selanjutnya saya akan terus memposting mengenai projek komik strip saya di blog ini. Jika ada kritik ataupun saran saya sangat mengharapkannya untuk membuat saya menjadi lebih baik. Sekian dan terimakasih.

Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih
 Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Tuesday, January 9, 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip

dee nutrition - works


Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?

Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.

Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

Saturday, December 30, 2017

Sebelum Tahun Baru 2018, Mari Review Pencapaian Tahun 2017

dee nutrition - goals 2017
Apa Goalsmu di Tahun 2017 Tercapai?

Happy New Year 2018 Everyone, Selamat Tahun Baru 2018 semuanya, sebentar lagi tahun baru bukan? Semoga di tahun yang baru nanti kita semua menjadi lebih baik lagi. Apa yang anda lakukan ketika tahun baru tiba? Apakah anda senang dengan tahun baru? Apakah anda menuliskan target – target anda untuk setiap tahun baru yang akan tiba? Jika ia, mungkin kita memiliki hal yang sama. Sebentar lagi adalah tahun baru, tahun 2018 akan segera datang dan menggantikan tahun 2017. Pasti banyak dari kalian yang menginginkan sesuatu di tahun 2018 bukan? Begitupun dengan saya, terdapat banyak hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan di tahun 2018 ini.

Rasanya aneh jika kita membahas tahun baru 2018 tanpa merefleksikan diri ke tahun sebelumnya, oleh karena itu sebelum tahun 2017 selesai, saya ingin me-review target – target apa saja yang saya dapatkan di tahun 2017 ini. Setiap tahunnya saya selalu menuliskan baik itu di laptop, di smartphone pribadi, ataupun di buku jurnal saya. Sebagian besar ada yang tercapai, dan hanya sebagian kecil yang belum bisa saya capai ketika saya membuat target atau goal – goal saya setiap tahunnya.

Target – Target Tahun 2017

Ketika saya menuliskannya di akhir tahun 2016, saya menuliskan beberapa target – target yang ingin saya capai dan dapatkan di tahun 2017. Dibawah ini merupakan target – target tahun 2017, bisa dibilang target – target yang ingin saya capai di 2017 ini hampir sama dengan target 5 tahun saya yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu.

Lulus dengan IPK diatas 3.5 dan Predikat Cumlaude

Seperti yang sudah dibilang, target – target di tahun 2017 itu kebanyakan adalah target – target dari target jangka menengah 5 tahun yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu. Satu hal yang selalu saya pantau adalah nilai dan IPK akademik saya. Sejak awal saya kuliah, target saya adalah mendapatkan IPK diatas  3.5 dan predikat Cumlaude saat lulus. Saya sangat bersyukur saya bisa mendapatkan IPK akhir diatas 3.5 dan mendapatkan predikat Cumlaude setelah lulus dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) kemarin.

Banyak orang bilang bahwa nilai IPK itu tidak terlalu penting, yang penting adalah pembentukan karakter dan aktif dalam berorganisasi. Hmm…Menurut saya nilai IPK itu tak kalah penting juga. Jika IPK kita terlalu rendah maka kita harus mengulang mata kuliah agar nilai kita bisa naik dan memenuhi syarat lulus dan imbasnya akan memperlama masa studi kuliah kita, bahkan lebih parahya lagi kita bisa di  Drop Out. Nilai IPK juga disyaratkan jika kita ingin daftar kerja, dan ada syarat minimalnya. Jadi IPK menurut saya adalah hal yang sangat penting. Selain itu saya juga seorang mahasiswa perantauan dan untuk apa saya kuliah jauh – jauh jika saya hanya menjadi seorang yang biasa – biasa saja, dan tidak ada apa – apa yang membanggakan  untuk orangtua dan keluarga saya ketika saya kuliah jauh dari kampung halaman saya.

Saya tentu saja memikirkan prestasi akademik saya, dan karena saya tidak ikut lomba – lomba lagi jadinya hal  yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan prestasi akademik saya adalah melalui nilai IPK. Saya juga pernah mengikuti seminar – seminar dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan saya, serta lomba – lomba baik lomba karya tulis ataupun lomba poster namun ya masih belum beruntung, tetapi setidaknya saya mencoba.

Tetapi jangan salah, walaupun saya sangat fokus dengan akademik saya bukan berarti kegiatan non – akademik saya tidak saya pikirkan. Saya cukup banyak mengikuti organisasi kampus seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi selama 2 tahun dan juga Lembaga Pers Fakultas Kedokteran Undip selama 1 tahun.

Lulus dengan Masa Studi 3.5 – 4 Tahun

Untuk target yang kedua ini sebenarnya saya turunkan. Target awal saya ketika saya membuat target jangka menengah 5 tahun adalah saya bisa lulus dengan predikat Cumlaude dan masa studi 3.5 tahun, namun ternyata Tuhan berkehendak lain dan saya juga tidak sanggup. Banyak kendala yang saya alami ketika saya mencoba untuk mengejar target 3.5 tahun. Kendala yang saya alami utamanya adalah dari segi kesehatan.

Entah apa yang terjadi dengan saya dan tubuh saya, setiap saya melakukan kegiatan besar dan lama pasti setelah selesai kegiatan tersebut, saya langsung jatuh sakit. Ada saja saya terkena sakit setelah saya melakukan sebuah kegiatan besar, apakah saya terlalu memaksakan diri dan berakhir tepar lalu terkena penyakit? Entahlah, saya masih belum mendapatkan jawabannya sampai sekarang. Mungkin hikmah yang bisa saya ambil dari sini adalah untuk tidak terus – terusan memaksakan diri, jangan lupa bersenang – senang dan jangan lupa untuk makan tiga kali sehari karena hal – hal tadi adalah hal – hal yang sering saya lupakan ketika saya memaksakan diri saya untuk menyelesaikan sesuatu.

Setelah kendala – kendala yang saya hadapi, saya merendahkan target saya menajdi 3.75 tahun namun ternyata masih belum bisa sampai pada akhirnya saya baru bisa selesai kuliah terhitung 3 tahun 11 bulan. Ya mungkin ini sudah takdirnya, dan sisi positif yang bisa saya ambil adalah saya masih lulus di kitaran 3 tahun-an (agak maksa ya… :’D) dan dibawah 4 tahun. Saya tetap bersyukur akan hal itu.

Mendapatkan IP 4 di Satu atau Beberapa Semester

Mungkin saya terlalu percaya diri dan belum sadar bahwa kuliah itu jauh lebih sulit dan lebih padat dibandingkan waktu sekolah di SMA dulu. Saya diawal – awal kuliah masih optimis untuk bisa mendapatkan IP yang tinggi dan yakin bisa dapat IP 4. Saya begitu naif dan terlalu berkekspektasi tinggi, dan hasilnya semester 1 – 4 saya berakhir dengan IP dikisaran 3 – 3.5. setelah itu saya tetap berharap namun tidak terlalu tinggi, hasilnya di semester 5 IP saya naik menjadi 3.79 dan di 3 semester akhir IP saya semunya 4.

Satu hal yang menarik dari cerita yang saya miliki adalah ketika di semester 6. Semester 6 menurut saya adalah semester yang sangat padat karena banyak sekali tugas, presentasi, laporan, kerja kelompok, praktikum, ambil data lapangan, dan persiapan proposal penelitian untuk tugas akhir dan agar bisa lulus. Selain itu saya mengambil 24 sks di semester 6 itu, yang tentunya  membuat saya khawatir IP saya akan jatuh dibawah 3.5 lagi, saya juga masih aktif di organisasi himpunan jurusan dan organisasi fakultas.

Semester 6 saya sudah pasrah jika nilai saya tidak begitu tinggi, namun ending-nya saya malah mendapatkan IP 4 di semester yang menurut saya semester paling padat yang pernah saya jalani, lalu setelah itu semester – semester berikutnya saya terus mendapatkan IP 4 sampai saya lulus. Hal ini tentunya mempengaruhi IPK akhir saya dan saya bisa mendapatkan predikat Cumlaude saat saya lulus dulu dan saya bahagia dengan pencapaian ini.

Aktif Blogging lagi dan membuat Personal Blog

Saya sudah mengenal Blog sejak saya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ketika saya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memutuskan untuk membuat blog saya sendiri. Bisa dibilang saya masih kurang serius waktu itu dan blog saya masih kurang terurus.

Awal kuliah pun juga begitu, saya ingin membuat sebuah personal brand milik saya sendiri (ceritanya ada dibawah) yaitu Dee Nutrition. Setelah saya memutuskan untuk membuat personal brand saya memutuskan untuk membuat sebuah personal blog dengan nama yang sama yaitu Dee Nutrition pada tahun 2014 kemarin. Selesai membuat sebuah blog, ternyata blog saya masih belum terurus dengan benar dan saya masih belum bisa konsisten untuk posting di blog saya. Akhirnya saya tidak aktif untuk Blogging sampai pada akhir 2016 dan merencanakan lagi dari awal agar blog saya bisa terurus dengan baik dan saya bisa konsisten Blogging  lagi dan semua itu pada Agustus 2017 tercapai. Saya aktif menulis di blog lagi dan menjadi lebih serius lagi. Saya membeli top level domain (dotcom), memperindah dan memper-simple tampilan blog saya, mulai belajar Search Engine Optimization (SEO) lagi, dan mencoba peruntungan menjadi publisher Google Adsense. Semoga seterusnya saya bisa konsisten dan lebih serius lagi dalam Blogging dan membuat brand milik saya Dee Nutrition jadi lebih terkenal.

Memperkenalkan Personal Brand

Ini mungkin cita – cita saya yang dari dulu saya ingin lakukan namun belum kesampaian dan saya masih belum bisa terlalu serius dengan ini. Sejak saya di SMA dulu, saya ingin membuat sebuah personal brand sendiri. waktu di SMA dulu saya bercita – cita ingin memiliki personal brand dan personal blog sendiri, namun ternyata belum kesampaian.

Progress yang saya lakukan untuk memperkenalkan personal brand saya terhitung lambat dan lama. Jujur, satu hal yang membuat saya tidak dapat mempercepatnya adalah factor kemalasan saya yang begitu tinggi. Ketika saya sudah malas dan benar – benar malas, sangat sulit bagi saya untuk bisa melakukan sesuatu dengan serius dan akhirnya mengakibatkan sebagian target – target saya belum tercapai dan salah satunya adalah personal brand ini.

Saya sudah membuat personal brand saya bernama Dee Nutrition. Saat ini, saya sudah lulus dan target target ini masuk ke target tahun depan yang benar – benar ingin saya capai dan wujudkan. Semoga tahun depan saya bisa lebih memperkenalkan personal brand saya lebih baik lagi, sukses dan bisa di kenal banyak orang.

Itu adalah target – target di tahun 2017 yang saya capai tahun ini,bagaimana dengan anda sendiri? apakah anda memiliki target – target yang anda buat untuk tahun 2017 ini? Apakah tercapai semua? Atau ada yang tidak tercapai? Ceritakan cerita anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada komentar, pertanyaan, kritik ataupun saran, silahkan kirim juga melalui kolom komentar yang ada dibawah.
Jangan lupa like fanspage Dee Nutrition’s Blog di Facebook dan subscribe melalui email. Share post ini melalui social media yang anda punya jika berkenan. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Tuesday, December 19, 2017

Dee Nutrition's Health: Stress Berlebihan Berbanding Lurus Dengan Kebotakan Dini (Part 2)

dee nutrition's health - botak


Mencari Solusi Agar Kebotakan saya Tidak Berlanjut

Kesalahan saya adalah saya tidak menyadarinya lebih awal, jadi ketika saya mengalami kebotakan yang sudah cukup terlihat, saya masih mengatakan itu adalah hal yang biasa. Sejak saya mengalami kebotakan saya mulai mencari solusi berbagai cara untuk bisa mencegah kebotakan. Banyak hal yang sudah saya lakukan dan saya coba untuk bisa menurunkan tingkat stress saya.  Saya mulai menggunakan Hair Tonic, memakai shampoo anti rambut rontok, mengonsumsi suplemen (Oh ia, saya juga memiliki gangguan deplesi zat gizi spesifik yang celakanya juga membuat kerontokan rambut saya menjadi lebih cepat jika tidak mengonsumsi suplemen tersebut), serta yang saya lakukan saat ini membeli obat untuk menumbuhkan kembali rambut saya. Bagi anda yang juga mengalami hal yang sama seperti saya pasti tahu obat minoxidil bukan? Sederhananya Minoxidil ini membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut kita sehingga rambut kita dapat tumbuh lebat kembali (semoga saja). Saya juga mulai mengontrol level stress saya dan jika saya sudah benar – benar stress maka saya akan berhenti dan melakukan hal – hal yang saya senangi seperti bermain games dan komputer, menonton TV atau film, atau membaca buku atau novel. Hal ini adalah satu – satunya cara agar saya tidak botak dengan cepat. Doakan saya semoga saya berhasil memperbaiki rambut saya yang rontok ini. Ok?

Ini Semua adalah Kesalahan Saya

Penyesalan? Pasti ada, namun semua ini tidak dapat diulang kembali bukan jadi yang harus saya lakukan adalah memperbaiki diri sendiri agar tidak terlalu stress. Ada hikmah yang terkandung  dan saya dapatkan karena semua ini untuk kedepannya saya bisa merubahnya, yaitu seberat apapun masalahmu, sesibuk dan se-stres apa pun dirimu, jangan lupa untuk tetap bersenang – senang. Bersenang – senanglah karena itu adalah satu – satunya untuk bisa mengatasi dan mengeluarkan stress yang ada pada diri kita. Mungkin ini yang saya sesalkan kenapa saya tidak menyadarinya sejak dulu, namun semuanya sudah terjadi bukan? Kita harus tetap maju, dan mencoba untuk memperbaikinya, bukan terus memikirkan semua yang telah terjadi tapi kita tidak memperbaiki diri dari pengalaman yang sudah kita dapatkan. Ini memang kesalahan saya, namun saya mendapatkan hikmahnya dan berusaha untuk berubah dan belajar. 

Jangan Lupa Bersenang - Senang


Ok, jadi itulah yang saya alami saat ini, kebotakan yang terus terjadi pada rambut bagian depan kepala saya. Satu hal yang saya sarankan untuk anda, tetaplah bersenang – senang walaupun banyak tekanan atau masalah. Sempatkanlah sedikit waktu untuk bersenang- senang agar stress yang terakumulasi bisa dilepaskan ketika kita bersenang – senang. Bersenang – senanglah, apalagi jika kamu mempunyai gen ‘botak’ seperti saya, maka jangan terlalu stress dan terlalu serius jika tidak ingin berakhir seperti saya saat ini. Have fun a bit, eh…

Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih 

 Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Monday, December 18, 2017

Dee Nutrition's Health: Stress Berlebihan Berbanding Lurus Dengan Kebotakan Dini (Part 1)



Anda Pernah Mengalami Stress?

Anda pernah mengalami stress? Atau saat ini anda sedang mengalami stress? Apakah stress anda cukup parah dan masih terus berlanjut sampai sekarang? Jika jawabannya ia, maka kita mengalami hal yang sama. Stress bagi saya merupakan sebuah hal yang selalu ada setiap hari, tentunya ini menjadi masalah bagi saya. Satu hal yang benar – benar menjadi perhatian saya adalah jika saya stress maka rambut saya akan rontok. Apakah kalian juga mengalami hal yang serupa?

Stress Dulu dan Stress Sekarang

Saya sering mengalami stress berat ketika saya kuliah. Saya sudah mengalami stress sejak dulu karena masalah dan penyakit yang saya derita, namun sebelum saya kuliah saya tidak merasakan atau terlalu merasakan stress seperti yang saya rasakan saat ini dan dampaknya juga tidak ada, paling ketika dulu stress saya akan bermain games seharian, atau menonton televisi atau film, atau membaca buku dan novel. Setelah saya melakukan semua itu stress saya langsung berkurang dan bisa hilang.

“Kehidupan mahasiswa saya penuh dengan tekanan dan stress berlebih”

Beranjak menjadi mahasiswa, semua itu sirna dan susah saya lakukan. Ketika saya kuliah, semuanya berubah, jadwal kuliah yang begitu padat, praktikum sana sini, ambil data lapangan ke banyak tempat, laporan dan presentasi setiap minggu membuat kegiatan ‘senang – senang’ saya drastis berkurang. Pasti ada saja yang membuat saya tidak bisa melakukan kegiatan – kegiatan bersenang – senang saya dengan damai. Contohnya misal ketika saya hendak bermain games, saya akan merasa bersalah jika saya lebih memilih bermain games padahal masih terdapat banyak kerjaan kuliah yang harus saya selesaikan, ini berbanding terbalik waktu saya di bangku SMA, walaupun banyak tugas (namun tidak sebanyak kuliah) dan ekstrakulikuler dan olimpiade yang saya ikuti, saya masih bisa bersenang – senang tanpa memikirkan konsekuensinya sama sekali.

Entah sudah berapa lama, namun saya merasakan bahwa rambut depan bagian saya terus menerus rontok dan mulai terlihat kebotakan di bagian depan. Jika dulunya rambut saya lebat bagian depannya, sekarang bagian rambut kepala saya bagian depan seperti sudah mau habis dan kulit kepalanya dapat dilihat dengan jelas. Rambut bagian depan saya terlihat jelas semakin menipis, pendek, dan mulai terlihat sedikit ketika saya beranjak ke semester 6, yaitu masa – masa magang/praktek belajar lapangan dan tuga akhir melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah.

Tahun ke 3 dan ke 4 Kuliah yang Sangat Berat

Tahun pertama dan kedua, mungkin saya masih bisa bersenang – senang sedikit, saya masih bisa menyempatkan untuk bermain games dan melepas stress di hari jumat (malamnya) atau sabtu. Saya masih ingat saya bisa bermain games seharian ketika itu. Tahun pertama masih merupakan tahun – tahun dasar dimana kita belajar tentang materi – materi dasar. Tahun pertama memang merasakan adanya bebas tugas, waktu kuliah, dan kerjaan yang lebih banyak dibandingkan waktu SMA, dan terdapat praktikum – praktikum dasar (saya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FK Undip), tugas lapangan masihlah sangat sedikit. Tahun kedualah mulai terdapat banyak kegiatan dan tentunya terjadinya stress akan jauh lebih besar dibanding tahun pertama, namun saya masih bisa bersenang – senang. Tahun kedua proporsi tugas lapangan mulai meningkat dan saya juga mengikuti organisasi kemahasiswaan dan Lembaga pers fakultas saat itu. Memasuki tahun ketiga ini mulai begitu banyak kegiatan yang benar – benar menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Melakukan perkuliahan dari pagi sampai sore (bahkan pernah sampai malam), kegiatan organisasi dan kepanitiaan, Lembaga pers, praktikum, tugas lapangan untuk ambil data, serta laporan dan presentasi kelompok maupun individu yang terus saya terima setiap harinya.

Saya berpikir mungkin saya menjadi terlalu serius ketika saya memasuki tahun ketiga dan keempat, ya mungkin wajar karena itu merupakan tahun – tahun terakhir dan juga saya memiliki target – target yang harus saya capai seperti ingin mendapatkan predikat cum laude, ingin dapatkan IP 4  pada beberapa semester, ingin menyelesaikan penelitian dan karya tulis ilmiah, dan satu lagi ingin CEPAT LULUS (atau lebih tepatnya tidak ingin lewat 4 tahun kuliah). Kegiatan yang begitu banyak ditambah target – target yang harus saya penuhi membuat saya menjadi orang yang terlalu serius dan ‘lupa’ untuk sedikit bersenang – senang. Semua inilah yang membuat saya akhirnya mengalami kebotakan dini, karena waktu ditahun ketiga yaitu di usia saya 20 tahun rambut bagian depan saya mulai menipis dan sulit tumbuh (padahal rambut – rambut kepala bagian samping dan belakang masih terus tumbuh dengan lebat bahkan sampai sekarang.)

Saya Memiliki Gangguan Kecemasan Berlebih

Salah satu gangguan psikologi yang saya miliki adalah gangguan kecemasan berlebih atau Bahasa kerennya yaitu Anxiety Disorder. Orang – orang yang memiliki gangguan ini akan mudah sekali untuk panik dan cemas terhadap sesuatu, dan tentu saja kecemasan dan kepanikan bisa menimbulkan stress. Saya sangat mudah untuk cemas, baik itu terhadap sesuatu hal yang besar atau kecil. Contohnya seperti saya akan mengecek berkali – kali apakah barang – barang yang saya sudah masukkan di dalam tas atau yang harus saya bawa itu sudah masuk semua kedalam tas, atau apakah saya menaruh hp saya dengan benar dan tidak meninggalkannya, apakah hp saya saya masukkan kantong celana dengan benar (karena saya cemas hp saya akan jatuh padahal kenyataannya tidak akan), apakah saya sudah menyimpan laptop saya dengan aman, apakah laptop saya akan aman jika saya tinggal di kost, atau yang sering adalah apakah saya sudah mengunci pintu dengan benar. Sebenarnya masih banyak kecemasan – kecemasan lain yang lebih besar dari yang tadi saya sebutkan, namun intinya adalah saya selalu mudah untuk cemas terhadap sesuatu sekecil apapun itu.
Sampai sekarang (saya menulis artikel ini) saya masih terus melakukan hal itu setiap harinya, lebih parahnya lagi saya tidak mempercayai bahwa kost saya aman sehingga setiap hari saya terus membawa laptop saya kemanapun saya pergi (agak gila bukan?). Mungkin itu ada baiknya, namun masalahnya adalah jika saya lupa dan ada sesuatu yang terlupakan untuk dibawa misalnya, maka saya akan jadi stress dan terus memikirkannya.

Saya Memiliki Gen ‘Botak’
Ok, jadi saya memang memiliki gen ‘botak’ dari almarhum ayah saya. Ayah saya juga botak  bagian depannya ketika ia masih hidup dan sehat. Gen kebotakan itu memang ada lho, dan botak itu diturunkan. Memang stress berperan besar dalam terjadinya kebotakan, namun jika anda mengalami stress berat secara terus menerus ditambah anda memiliki gen ‘botak’, maka presentase anda untuk mengalami kebotakan (bahkan kebotakan dini) meningkat drastis, dan hal ini yang sekarang saya rasakan.


Saya sebenarnya sudah tahu bahwa suatu saat saya akan mengalami hal yang sama seperti ayah saya, namun saya tidak berpikir secepat ini. Ternyata artikel atau jurnal penelitian yang mengatakan tentang kebotakan dini itu memang benar adanya dan hal itulah yang saya rasakan sekarang. Biasanya atau normalnya seseorang akan mulai botak diusia 30 – 40 tahun, namun kebotakan dini juga dapat terjadi mulai usia 20 – 30 tahun. Saya tertawa miris karena jurnal yang saya baca itu benar terjadi pada diri saya, dan lebih parahnya lagi saya mengalami kebotakan dibagian depan pada usia 20 tahun (miris dan mengenaskan bukan?) Saya hanya bisa tertawa dan mulai menyesali banyak hal, namun celakanya ini malah membuat saya jadi lebih stress dan dapat memicu kerontokan menjadi lebih cepat pada rambut saya.

Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share: