Dee Nutrition's Blog | Deenutritions.com

Selasa, 16 Januari 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah

enaknya di rumah



Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.


Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.

Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Sabtu, 30 Desember 2017

Sebelum Tahun Baru 2018, Mari Review Pencapaian Tahun 2017

goals 2017

Happy New Year 2018 Everyone, Selamat Tahun Baru 2018 semuanya, sebentar lagi tahun baru bukan? Semoga di tahun yang baru nanti kita semua menjadi lebih baik lagi. Apa yang anda lakukan ketika tahun baru tiba? Apakah anda senang dengan tahun baru? Apakah anda menuliskan target – target anda untuk setiap tahun baru yang akan tiba? Jika ia, mungkin kita memiliki hal yang sama. Sebentar lagi adalah tahun baru, tahun 2018 akan segera datang dan menggantikan tahun 2017. Pasti banyak dari kalian yang menginginkan sesuatu di tahun 2018 bukan? Begitupun dengan saya, terdapat banyak hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan di tahun 2018 ini.

Rasanya aneh jika kita membahas tahun baru 2018 tanpa merefleksikan diri ke tahun sebelumnya, oleh karena itu sebelum tahun 2017 selesai, saya ingin me-review target – target apa saja yang saya dapatkan di tahun 2017 ini. Setiap tahunnya saya selalu menuliskan baik itu di laptop, di smartphone pribadi, ataupun di buku jurnal saya. Sebagian besar ada yang tercapai, dan hanya sebagian kecil yang belum bisa saya capai ketika saya membuat target atau goal – goal saya setiap tahunnya.

Target – Target Tahun 2017

Ketika saya menuliskannya di akhir tahun 2016, saya menuliskan beberapa target – target yang ingin saya capai dan dapatkan di tahun 2017. Dibawah ini merupakan target – target tahun 2017, bisa dibilang target – target yang ingin saya capai di 2017 ini hampir sama dengan target 5 tahun saya yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu.

Lulus dengan IPK diatas 3.5 dan Predikat Cumlaude

Seperti yang sudah dibilang, target – target di tahun 2017 itu kebanyakan adalah target – target dari target jangka menengah 5 tahun yang saya buat ketika saya masuk kuliah dulu. Satu hal yang selalu saya pantau adalah nilai dan IPK akademik saya. Sejak awal saya kuliah, target saya adalah mendapatkan IPK diatas  3.5 dan predikat Cumlaude saat lulus. Saya sangat bersyukur saya bisa mendapatkan IPK akhir diatas 3.5 dan mendapatkan predikat Cumlaude setelah lulus dari Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) kemarin.

Banyak orang bilang bahwa nilai IPK itu tidak terlalu penting, yang penting adalah pembentukan karakter dan aktif dalam berorganisasi. Hmm…Menurut saya nilai IPK itu tak kalah penting juga. Jika IPK kita terlalu rendah maka kita harus mengulang mata kuliah agar nilai kita bisa naik dan memenuhi syarat lulus dan imbasnya akan memperlama masa studi kuliah kita, bahkan lebih parahya lagi kita bisa di  Drop Out. Nilai IPK juga disyaratkan jika kita ingin daftar kerja, dan ada syarat minimalnya. Jadi IPK menurut saya adalah hal yang sangat penting. Selain itu saya juga seorang mahasiswa perantauan dan untuk apa saya kuliah jauh – jauh jika saya hanya menjadi seorang yang biasa – biasa saja, dan tidak ada apa – apa yang membanggakan  untuk orangtua dan keluarga saya ketika saya kuliah jauh dari kampung halaman saya.

Saya tentu saja memikirkan prestasi akademik saya, dan karena saya tidak ikut lomba – lomba lagi jadinya hal  yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan prestasi akademik saya adalah melalui nilai IPK. Saya juga pernah mengikuti seminar – seminar dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan saya, serta lomba – lomba baik lomba karya tulis ataupun lomba poster namun ya masih belum beruntung, tetapi setidaknya saya mencoba.

Tetapi jangan salah, walaupun saya sangat fokus dengan akademik saya bukan berarti kegiatan non – akademik saya tidak saya pikirkan. Saya cukup banyak mengikuti organisasi kampus seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi selama 2 tahun dan juga Lembaga Pers Fakultas Kedokteran Undip selama 1 tahun.

Lulus dengan Masa Studi 3.5 – 4 Tahun

Untuk target yang kedua ini sebenarnya saya turunkan. Target awal saya ketika saya membuat target jangka menengah 5 tahun adalah saya bisa lulus dengan predikat Cumlaude dan masa studi 3.5 tahun, namun ternyata Tuhan berkehendak lain dan saya juga tidak sanggup. Banyak kendala yang saya alami ketika saya mencoba untuk mengejar target 3.5 tahun. Kendala yang saya alami utamanya adalah dari segi kesehatan.

Entah apa yang terjadi dengan saya dan tubuh saya, setiap saya melakukan kegiatan besar dan lama pasti setelah selesai kegiatan tersebut, saya langsung jatuh sakit. Ada saja saya terkena sakit setelah saya melakukan sebuah kegiatan besar, apakah saya terlalu memaksakan diri dan berakhir tepar lalu terkena penyakit? Entahlah, saya masih belum mendapatkan jawabannya sampai sekarang. Mungkin hikmah yang bisa saya ambil dari sini adalah untuk tidak terus – terusan memaksakan diri, jangan lupa bersenang – senang dan jangan lupa untuk makan tiga kali sehari karena hal – hal tadi adalah hal – hal yang sering saya lupakan ketika saya memaksakan diri saya untuk menyelesaikan sesuatu.

Setelah kendala – kendala yang saya hadapi, saya merendahkan target saya menajdi 3.75 tahun namun ternyata masih belum bisa sampai pada akhirnya saya baru bisa selesai kuliah terhitung 3 tahun 11 bulan. Ya mungkin ini sudah takdirnya, dan sisi positif yang bisa saya ambil adalah saya masih lulus di kitaran 3 tahun-an (agak maksa ya… :’D) dan dibawah 4 tahun. Saya tetap bersyukur akan hal itu.

Mendapatkan IP 4 di Satu atau Beberapa Semester

Mungkin saya terlalu percaya diri dan belum sadar bahwa kuliah itu jauh lebih sulit dan lebih padat dibandingkan waktu sekolah di SMA dulu. Saya diawal – awal kuliah masih optimis untuk bisa mendapatkan IP yang tinggi dan yakin bisa dapat IP 4. Saya begitu naif dan terlalu berkekspektasi tinggi, dan hasilnya semester 1 – 4 saya berakhir dengan IP dikisaran 3 – 3.5. setelah itu saya tetap berharap namun tidak terlalu tinggi, hasilnya di semester 5 IP saya naik menjadi 3.79 dan di 3 semester akhir IP saya semunya 4.

Satu hal yang menarik dari cerita yang saya miliki adalah ketika di semester 6. Semester 6 menurut saya adalah semester yang sangat padat karena banyak sekali tugas, presentasi, laporan, kerja kelompok, praktikum, ambil data lapangan, dan persiapan proposal penelitian untuk tugas akhir dan agar bisa lulus. Selain itu saya mengambil 24 sks di semester 6 itu, yang tentunya  membuat saya khawatir IP saya akan jatuh dibawah 3.5 lagi, saya juga masih aktif di organisasi himpunan jurusan dan organisasi fakultas.

Semester 6 saya sudah pasrah jika nilai saya tidak begitu tinggi, namun ending-nya saya malah mendapatkan IP 4 di semester yang menurut saya semester paling padat yang pernah saya jalani, lalu setelah itu semester – semester berikutnya saya terus mendapatkan IP 4 sampai saya lulus. Hal ini tentunya mempengaruhi IPK akhir saya dan saya bisa mendapatkan predikat Cumlaude saat saya lulus dulu dan saya bahagia dengan pencapaian ini.

Aktif Blogging lagi dan membuat Personal Blog

Saya sudah mengenal Blog sejak saya di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan ketika saya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memutuskan untuk membuat blog saya sendiri. Bisa dibilang saya masih kurang serius waktu itu dan blog saya masih kurang terurus.

Awal kuliah pun juga begitu, saya ingin membuat sebuah personal brand milik saya sendiri (ceritanya ada dibawah) yaitu Dee Nutrition. Setelah saya memutuskan untuk membuat personal brand saya memutuskan untuk membuat sebuah personal blog dengan nama yang sama yaitu Dee Nutrition pada tahun 2014 kemarin. Selesai membuat sebuah blog, ternyata blog saya masih belum terurus dengan benar dan saya masih belum bisa konsisten untuk posting di blog saya. Akhirnya saya tidak aktif untuk Blogging sampai pada akhir 2016 dan merencanakan lagi dari awal agar blog saya bisa terurus dengan baik dan saya bisa konsisten Blogging  lagi dan semua itu pada Agustus 2017 tercapai. Saya aktif menulis di blog lagi dan menjadi lebih serius lagi. Saya membeli top level domain (dotcom), memperindah dan memper-simple tampilan blog saya, mulai belajar Search Engine Optimization (SEO) lagi, dan mencoba peruntungan menjadi publisher Google Adsense. Semoga seterusnya saya bisa konsisten dan lebih serius lagi dalam Blogging dan membuat brand milik saya Dee Nutrition jadi lebih terkenal.

Memperkenalkan Personal Brand

Ini mungkin cita – cita saya yang dari dulu saya ingin lakukan namun belum kesampaian dan saya masih belum bisa terlalu serius dengan ini. Sejak saya di SMA dulu, saya ingin membuat sebuah personal brand sendiri. waktu di SMA dulu saya bercita – cita ingin memiliki personal brand dan personal blog sendiri, namun ternyata belum kesampaian.

Progress yang saya lakukan untuk memperkenalkan personal brand saya terhitung lambat dan lama. Jujur, satu hal yang membuat saya tidak dapat mempercepatnya adalah factor kemalasan saya yang begitu tinggi. Ketika saya sudah malas dan benar – benar malas, sangat sulit bagi saya untuk bisa melakukan sesuatu dengan serius dan akhirnya mengakibatkan sebagian target – target saya belum tercapai dan salah satunya adalah personal brand ini.

Saya sudah membuat personal brand saya bernama Dee Nutrition. Saat ini, saya sudah lulus dan target target ini masuk ke target tahun depan yang benar – benar ingin saya capai dan wujudkan. Semoga tahun depan saya bisa lebih memperkenalkan personal brand saya lebih baik lagi, sukses dan bisa di kenal banyak orang.

Itu adalah target – target di tahun 2017 yang saya capai tahun ini,bagaimana dengan anda sendiri? apakah anda memiliki target – target yang anda buat untuk tahun 2017 ini? Apakah tercapai semua? Atau ada yang tidak tercapai? Ceritakan cerita anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada komentar, pertanyaan, kritik ataupun saran, silahkan kirim juga melalui kolom komentar yang ada dibawah.
Jangan lupa like fanspage Dee Nutrition’s Blog di Facebook dan subscribe melalui email. Share post ini melalui social media yang anda punya jika berkenan. Sekian dan Terimakasih.
Share:

Rabu, 13 Desember 2017

Let’s Eat Three Times a Day, Theo

Three Times a Day Eating Pattern

eat three times a dayEating three times a day is a good eating pattern, it will give us an adequate energy and nutrient for our body (believe me, I know it because I’ve been taught over and over again). As a Nutrition Science Student Graduate, I was being taught about a good eating pattern, and three times eating a day (plus two snacking times in between) is good for our nutrition and our body. Three times a day pattern consists of Breakfast, snack time, Lunch, snack time, and Dinner. The benefit of three times a day eating pattern, as I already said before, is an optimum pattern because it will give us a recommended amount of energy and nutrient throughout the day and get through every activity that we will be going to do in that day. It will also prevent us from craving so much and make us eat too much food.

I Am Having a Problem with My Eating Pattern

I have a problem (like a huge problem right now). In the past two months, it is like I am really lazy to take a breakfast. These days, I usually skip breakfast into lunch, or maybe take a brunch. I am so lazy, to the point that I don’t want to get up from the bed resulting me skip a meal for my breakfast.

Ok, so these past two months (October and November) and until now are really busy months for me. I am intensively studying, exercising and training myself about Grammar, TOEFL, and IELTS. I am also preparing myself for the scholarship that I want to get for my master degree (which has so many documents that I have to prepare correctly.) Another activity that I do is blogging and writing because I am a Blogger. Because of all those things, it makes myself to skip breakfast and destroys my meal time pattern. Until now, it is still so hard for me eating (3) three times a day and always skip my breakfast. There are just so many reasons why I am having a problem with my eating pattern and the first one is my Laziness.

My Laziness Is Really Killing Me



It is really unfortunate for me because, again, my laziness is conquering me over and over again. If my Mother knows about this, then I will the same as dead (so I make this post in English and she will never know about my problem, I am sorry Mother). My Laziness and procrastinating habit are the two things that make me don’t want to go from my room and buy a meal for my breakfast, thus resulting on me skipping my breakfast. It really pains in the A**, because I always lose over my laziness. I am still struggling (like hell) to keep my laziness at bay.

Ok, before you blame my wrong and dangerous habit, let me make some clarification about that so you will know about my condition why I am doing this. It is about my laziness, I always lose over my laziness. When My Laziness Attacks, I will become so lazy up to the point that I don’t want to do anything (like nothing). If I am already so lazy, it is really hard for me to do something, hell sometimes I just stay in my bed and do nothing literally. When I get lazy, I tend to procrastinate myself, do some lazy activity such as playing games, browsing, or watching TV or hell maybe just DO NOTHING. I have been trying to fight my laziness, but there is one problem, I have breathing problem (and a disease) and making me so weak. It makes me don’t have really much energy and gets tired easily. When I was really tired then the laziness will attack me and I just can’t fight it so I do nothing.

I don’t have many options, I have to prepare myself for my TOEFL and IELTS test that will be held on December 2017(or January) and February 2018.  The cost to take the test is really expensive (especially IELTS) and I can’t just get lazy around and come unprepared. I must study harder and more intense, so I must sacrifice myself a bit. I don’t have the luxury to take another test if I failed to get the required TOEFL score and IELTS band because I am not from a rich family. My Mother is a single parent and I am trying as best as I can not make her life much harder because she already has such a hardest life by raising her children (me and my siblings) alone. There are just so many sacrifices that she has done just for us, and for me.

I always feel sorry when I lie to her and keeping a secret from her. I do this because I just don’t want her to worry about me. Oh, my mother is really easy worrying about me. Since I was a kid, I already had a disease that makes me weak, fragile and easily gets sick. Since then, my mother always worrying about me if something happens to me, so I don’t want to tell her about it.  

Oh, and also, Semarang is really an expensive city, I mean if I chose to eat three times a day, it can cost me up to 30k IDR and that is insanely expensive for me (again because I am not rich). I can save almost 10k IDR just by eating 2 (two) times meal a day. Still, I’m so sorry to my mother because I don't want to tell her about it but I will tell her when I get home later (I promise)
So those are the reasons why I have a problem with having a 3(three) times meal a day, whether you want to accept it or not, it is okay, you can blame me but I don’t care. By the way, I made this post as part of my English writing and grammar exercise. Thank You.

Author of Dee Nutrition’s Blog




 Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Selasa, 12 Desember 2017

Keseimbangan Energi Positif dan Kegemukan


keseimbangan energi positif

Kegemukan dan Keseimbangan Energi Positif

Artikel beberapa hari yang lalu telah dibahas tentang Keseimbangan Energi. Kita mengetahui bahwa keseimbangan energi bagi menjadi kedalam tiga jenis yaitu keseimbangan energi netral, positif dan negatif. Kali ini kita akan membahas tentang keseimbangan energi positif dan terjadinya kegemukan pada seseorang. Keduanya mempunyai kaitan satu sama lain, kaitan apa itu? Mari kita mulai.

Mari kita sejenak membahas tentang definisi keseimbangan energi positif dan kegemukan. Keseimbangan energi positif adalah keseimbangan yang terjadi ketika energi yang masuk (energi input) yang berasal dari makanan lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan energi yang keluar (untuk metabolism dan ber-aktivitas). Selanjutnya, kegemukan adalah suatu kelebihan berat badan yang terjadi pada seseorang diakibatkan oleh penumpukan jaringan lemak tubuh yang berlebih dimana dapat mempengaruhi aktivitas dan kesehatan seseorang.

Bagaimana Keseimbangan Energi Positif Pengaruhi Berat Badan

Ketika keseimbangan energi positif terjadi, terdapat kelebihan energi yang dikonsumsi oleh kita namun tidak digunakan. Hal ini kemudian merangsang tubuh untuk menyimpan kelebihan energi tersebut menjadi cadangan energi yang diharapkan akan digunakan ketika tubuh membutuhkan energi yang tinggi dan asupan energi yang kita dapat dari makanan belum cukup. Cadangan energi disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Siklus ini akan terus terjadi selama keseimbangan energi positif terus berlangsung setiap harinya. Tubuh akan terus menyimpan kelebihan energi menjadi timbunan lemak dan akan terus meningkatkan jaringan lemak pada tubuh seseorang. Jika hal ini terus berlanjut, tubuh akan mengalami penumpukan jaringan lemak secara berlebihan dan akhirnya terjadilah kegemukan pada seseorang.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika sudah terjadi kegemukan, maka tidak ada cara mudah untuk dapat mengatasinya. Diperlukan perubahan pola makan dan pola hidup secara total. Seseorang harus melakukan pengaturan diet dan olahraga secara baik, optimal serta perlu kedisiplinan yang tinggi. Pengaturan diet dan olahraga yang baik diperlukan untuk dapat menurunkan berat badan dan mencegah terjadinya keseimbangan energi positif secara terus menerus. Mari konsumsi makanan dan minuman secara cukup dan bervariasi setiap hari dan jangan lupa olahraga setiap hari agar tubuh menjadi sehat dan kuat.  

Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
Share:

Senin, 11 Desember 2017

Apa Itu Keseimbangan Energi?

keseimbangan energi


Apa Itu Keseimbangan Energi?

Artikel kali ini akan membahas tentang Keseimbangan energi. Sebenarnya apa itu keseimbangan energi? Apakah keseimbangan energi itu perlu didapatkan? Apakah keseimbangan energi mempengaruhi berat badan dan status gizi seseorang? Teori keseimbangan energi merupakan teori dasar yang harus diketahui oleh semua mahasiswa jurusan gizi, dan saya sejujurnya sangat menyukai materi keseimbangan energi ketika saya kuliah dulu di jurusan ilmu gizi. Mari langsung kita mulai
Keseimbangan energi merupakan keseimbangan yang terjadi antara energi yang masuk yang berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang dengan energi yang keluar (metabolism basal, termal energi, dan aktivitas fisik). Keseimbangan energi ini harus dicapai oleh seseorang karena akan menjaga status gizinya. Untuk dapat menjaga berat badan seseorang (jika orang tersebut sudah berada di berat badan ideal atau status gizi normalnya), maka keseimbangan energi harus dijaga. Energi yang keluar haruslah sama dengan energi yang masuk agar tidak terjadi perubahan berat badan.  

Energi yang Masuk (Input) dan Energi yang Keluar (Output)

Energi input atau energi intake atau asupan energi adalah seberapa banyak seseorang mendapatkan masukan energi tergantung dari banyaknya jumlah energi yang terdapat didalam pangan yang dikonsumsinya.  Sedangkan energi yang keluar atau energi output adalah banyaknya energi yang dikeluarkan seseorang untuk kebutuhan energi basal /metabolisme basal, aktivitas fisik, thermic effect of food (energi yang dibutuhkan tubuh untuk memproses makanan), serta adaptive thermogenesis (yaitu energi yang dibutuhakn seseorang untuk beradaptasi ketika ada perubahan seperi sakit, stress, trauma demam, dsb, yang akan meningkatkan energi yang keluar ketika kejadian tersebut terjadi)

Pembagian Jenis Keseimbangan Energi

Pada dasarnya, terdapat tiga macam keseimbangan energi yaitu keseimbangan energi netral, keseimbangan energi positif dan keseimbangan energi negatif. Untuk keseimbangan energi netral dapat terjadi ketika energi yang masuk/input sama dengan energi yang keluar (atau jaraknya antara keduanya sangat kecil). Untuk dua tipe keseimbangan energi lainnya yaitu keseimbangan energi positif dan keseimbangan energi negative dapat dikatakan juga dengan ketidakseimbangan. Keseimbangan energi positif adalah ketidakseimbangan energi dimana jumlah energi yang masuk lebih besar daripada energi yang dikeluarkan. Sebaliknya keseimbangan energi negatif adalah ketidakseimbangan energi dimana energi yang keluar lebih besar dibandingkan energi yang masuk. Selain pengertian, dampaknya keduanya juga berbeda jika keduanya berlangsung dalam jangka waktu Panjang. Sederhananya, Keseimbangan energi positif akan mengakibatkan terjadinya peningkatan berat badan sedangkan keseimbangan energi negatif mengakibatkan hal yang sebaliknya yaitu penurunan berat badan.

Bagaimana Keseimbangan Energi mempengaruhi Berat Badan dan Status Gizi?

Ketika keseimbangan energi positif terjadi, kelebihan energi yang masuk yang tidak digunakan tubuh akan disimpan di tubuh menjadi cadangan energi dalam bentuk cadangan lemak, hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan jaringan lemak tubuh dan berat badan seseorang. Jika keseimbangan energi positif terus terjadi maka akan mengakibatkan terjadinya kegemukan. Lain halnya dengan keseimbangan energi positif, keseimbangan energi negatif akan menurunkan berat badan karena ketika energi yang keluar lebih besar daripada energi yang masuk, maka tubuh akan memecah cadangan lemak yang ada pada tubuh untuk digunakan sebagai energi untuk bisa menutupi tingginya energi yang keluar.

Keseimbangan Energi Dibutuhkan Seseorang

Manusia membutuhkan energi untuk hidup, serta menunjang pertumbuhan, perkembangan dan melakukan aktivitas sehari – hari. Diperlukan adanya keseimbangan energi antara energi yang masuk dan energi yang keluar agar kita dapat menjaga status gizi kita. oleh karena itu mari konsumsi makanan dan minuman yang bervariasi dan cukup, tidak kurang dan juga berlebihan agar dapat menjaga berat badan dan status gizi kita dengan baik.

Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
x
x
Share:

Minggu, 10 Desember 2017

Ilmu Gizi, Pangan dan Zat Gizi

gizi, pangan dan zat gizi


Gizi dan Peranannya Untuk Tubuh Kita

Apa itu Gizi? Apakah pengertian gizi itu sendiri? Seberapa pentingkah peranan gizi bagi kehidupan kita? Mari simak penjelasan mengenai Gizi pada artikel kali ini. Artikel kali ini akan membahas dan mengulas tentang definisi Gizi itu sendiri. Gizi memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan kita, walaupun Sebagian dari kita mungkin tidak sadar, namu jika kita telaah lebih dalam lagi Gizi memiliki peran penting dan besar untuk tubuh kita.

“Disadari atau tidak, gizi memiliki peranan yang penting untuk tubuh kita”

Gizi atau dalam Bahasa inggris berarti Nutrition merupakan segala sesuatu substansi organik yang dibutuhkan oleh tubuh pada proses perkembangan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh dan kesehatan seseorang. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gizi adalah zat yang terkandung dalam makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Seseorang dikatakan bergizi ketika asupan gizi yang didapatkan dari makanan dan minuman (pangan) yang diasup seseorang mencukupi kebutuhan sehari – harinya, menjaga kesehatannya dan optimalnya pertumbuhan serta perkembangan tubuhnya. Jika sudah mengetahui tentang pengetahuan Gizi itu sendiri, pasti kita akan sadar bahwa gizi memiliki kaitan yang sangat penting dengan pangan yang kita konsumsi setiap hari.

Gizi dan Pangan Saling Berkaitan

Gizi dan pangan saling berkaitan satu sama lain. Pangan sendiri merupakan sebuah produk yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang diasup oleh seseorang untuk memberikan energi dan zat gizi – zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pengaturan tubuh seseorang. Gizi seseorang dapat terpenuhi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Setiap jenis pangan terkadang akan memberikan zat gizi spesifik jika dikonsumsi dan menjadi sumber zat gizi spesifik. Contohnya seperti nasi yang merupakan sumber karbohidrat, atau daging sebagai sumber protein, dan makanan – makanan sebagai sumber zat gizi yang lainnya.

“Pemenuhan Gizi berkaitan dengan pemilihan dan pengonsumsian pangan seseorang”

Pemenuhan gizi pada seseorang erat kaitannya dengan pemilihan dan pengonsumsian pangan seseorang. Jadi tiap orang memiliki presentase pemenuhan gizi yang berbeda – beda. Banyak hal yang dapat mempengaruhi pemilihan dan konsumsi pangan seseorang yang jelas akan pengaruhi asupan gizinya, ini akan mengakibatkan status gizi tiap orang akan berbeda. Ada yang status gizinya normal, kurang ataupun lebih. Kita semua tentunya mengharapkan status gizi yang normal karena berarti asupan gizi yang kita peroleh dari pangan yang kita konsumsi mencukupi kebutuhan gizi harian kita, namun tidak dapat disembunyikan fakta pula bahwa terdapat seseorang yang memiliki status gizi yang kurang akibat kurangnya asupan gizi dan pangan dan ada yang berlebih.

Jadi Gizi itu Sangat Penting

Bagaimana? Sudah jelas dari pembahasan diatas bahwa gizi itu sangatlah penting untuk seseorang karena berhubungan dengan proses pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan dan kesehatan tubuh seseorang. Tanpa gizi dan asupan pangan yang mencukupi kebutuhan maka berbagai proses tersebut akan mengalami kendala dan dapat menyebabkan masalah. Oleh karena itu, ayo cukupi kebutuhan gizimu setiap hari dengan konsumsi pangan yang beragam dan mencukupi setiap harinya.



Makanan itu Penting Lho Bagi Tubuh

makanan penting untuk tubuh


Anda suka makan bukan? Jika jawabannya tidak, maka anda akan berisiko terkena malnutrisi atau masalah gizi. Makanan itu penting bagi tubuh kita. Kenapa makanan sangat penting? Mari kita bahas pada artikel kali ini.

Definisi Pangan

Sebelum kita mulai membahas tentang makanan, alangkah baiknya kita mengetahui tentang definisi pangan. Pangan adalah suatu produk yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang diasup oleh seseorang untuk memberikan energi dan zat gizi – zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pengaturan tubuh seseorang. Gizi seseorang dapat terpenuhi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Setiap jenis pangan terkadang akan memberikan zat gizi spesifik jika dikonsumsi dan menjadi sumber zat gizi spesifik. Bedangnya pangan dan makanan adalah pangan dapat berarti makanan atau minuman, sedangkan makanan (ya makanan) adalah suatu produk padat yang kita konsumsi.

Makanan sebagai Sumber Zat Gizi

Pasti kita semua sudah tahu definisi makanan bukan? Makanan adalah sesuatu yang kita makan.  Merujuk dari kaidah KBBI, dijelaskan bahwa makanan adalah. Sudah jelas bukan? Bahwa makanan itu sangat penting. Makanan (dan juga minuman) yang kita konsumsi setiap hari dibutuhkan oleh tubuh untuk menyokong zat gizi yang diperlukan. Kita semua pasti makan bukan? Setiap hari kita mengonsumsi makanan untuk dapat ber-aktivitas, tumbuh dan berkembang. Kita perlu makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan zat gizi kita setiap harinya agar segala proses metabolisme yang terjadi pada tubuh kita berjalan dengan baik dan optimal. Setiap makanan yang kita makan pasti memiliki kandungan zat gizi, makanan juga dibagi menjadi beberapa jenis dan memiliki kandungan zat gizi spesifik yang tinggi dibandingkan jenis makanan lainnya.

Ayo Makan

Bagaimana? Sudah tahu bukan betapa pentingnya makanan bagi tubuh kita? Makanan yang kita makan berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik. Ayo makan makanan dan minuman secara cukup setiap hari agar kita menjadi lebih sehat dan dapat melakukan aktivitas secara baik dan optimal.

Zat Gizi dan Macam – Macam Jenisnya

macam - macam zat gizi


Gizi, pangan, dan Ilmu Gizi sudah kita pelajari kemarin. Selanjutnya yang akan dibahas pada artikel sekarang akan lebih spesifik, yaitu mengenai Zat Gizi. Apa pengertian zat gizi? Terdapat Berapa Macam Jenis Zat Gizi? Semuanya akan dibahas pada artikel kali ini. So Let’s Start.

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Zat gizi atau yang juga sering disebut dengan nutrient (Bahasa inggrisnya adalah Nutrient) dapat dikatakan sebagai zat organic yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Sederhananya seseorang membutuhkan makanan untuk bisa mencukupi zat-zat gizi yang diperlukan tubuh agar tubuh dapat bekerja, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Zat gizi atau nutrient diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya, sehingga dapat menjaga status gizi serta kesehatan orang tersebut. Zat gizi dapat terpenuhi jika kita mengonsumsi makanan dan minuman secara bervariasi dan juga cukup, tidak lebih maupun kurang. Kekurangan asupan makanan akan menimbulkan kekurangan asupan energi dan zat – zat gizi yang diperlukan dan akan menimbulkan masalah pada status gizi dan kesehatannya, begitu juga dengan kelebihan asupan zat gizi juga tidak baik.

Zat Gizi Terbagi Kedalam Dua Kelompok Besar

“Zat Gizi Dibagi Menjadi Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro”

Secara garis besar zat gizi dibagi menjadi 2(dua) kelompok yaitu zat gizi makro (macronutrient) dan zat gizi mikro(micronutrient). Kelompok zat gizi makro terdiri dari Karbohidrat, Protein, Lemak dan Cairan sedangkan kelompok zat gizi mikro terdiri dari vitamin, mineral dan vitamin-like compound (senyawa organic seperti vitamin). Secara sederhana makro artinya besar dan mikro artinya kecil yang dapat diartikan dimana zat gizi makro adalah kelompok zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang besar, lebih besar dibandingkan zat gizi mikro. Sebaliknya zat gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah yang relatif sedikit, lebih sedikit ketimbang zat – zat gizi makro. Walaupun zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, bukan berarti zat gizi makro memiliki peranan yang lebih penting untuk tubuh. Semua zat gizi baik zat gizi makro maupun mikro memiliki peranan spesifik masing – masing yang semuanya penting untuk proses pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan, dan metabolism tubuh seseorang jadi semuanya tanpa terkecuali harus dipenuhi dengan konsumsi berbagai macam makanan yang bervariasi setiap hari.

Fungsi kedua kelompok zat gizi yaitu makro dan mikro juga berbeda. Kelompok Zat gizi makro memiliki peranan penting yang utamanya dalam metabolisme energi, jadi kita perlu mencukupi kebutuhan zat gizi makro agar dapat memberikan energi yang optimal untuk kita dapat beraktivitas. Karena hal ini pula zat gizi makro juga sering disebut dengan zat gizi penghasil energi/sumber energi tubuh karena zat – zat gizi tersebut memberikan energi untuk tubuh kita. Fungsi lain Zat gizi makro adalah untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan seseorang, contohnya seperti protein dan lemak sebagai pembentuk jaringan tubuh, protein juga memiliki peranan yang luas dalam hal regulasi tubuh. Karena diperlukan untuk energi, dan proses – proses tadi jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, oleh karena itu zat – zat gizi tersebut diperlukan dalam jumlah yang banyak (makanya dikelompokkan kedalam zat gizi makro.

Berbeda dengan zat gizi makro, zat gizi mikro  memiliki peranan yang membantu dalam berbagai proses metabolism tubuh. Zat gizi mikro tidak memberikan energi bagi tubuh kita, namun mereka memfasilitasi dan ikut berpartisipasi dalam berbagai macam aktivitas metabolism di seluruh tubuh. Fungsi lain zat gizi mikro utamanya golongan mineral, memiliki fungsi dalam pembentukan struktur tulang dan gigi. Terdapat zat gizi mikro yang juga mempunyai peranan meregulasikan beberapa aktivitas metabolisme tubuh seperti regulasi ion dan keseimbangan cairan tubuh.

Zat- Zat Gizi Baik Makro maupun Mikro Harus Terpenuhi Semuanya

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai zat gizi, dapat dipastikan bahwa kita semakin tahu mengenai gizi itu sendiri. Untuk dapat memenuhi kebutuhan zat gizi seseorang, maka pemenuhan zat – zat gizi baik zat gizi makro dan mikro haruslah tercukupi dan terpenuhi agar tubuh dapat bekerja secara optimal. Zat gizi makro dan mikro masing – masing memiliki fungsinya sendiri – sendiri yang memainkan peranan penting pada tubuh kita. Karenanya, mari kita konsumsi makanan dan minuman secara cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian kita untuk bisa tumbuh, berkembang, dan sehat setiap hari.


Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
Share:

Kamis, 07 Desember 2017

Ilmu Gizi dan Sejarahnya

ilmu gizi dan sejarahnya

Ilmu Gizi dan Sejarahnya


Jika sebelumnya kita sudah mengenal mengenai Gizi, maka artikel kali ini akan membahas tentang Ilmu Gizi. Apa itu Ilmu Gizi? Bagaimana Sejarah Ilmu Gizi sendiri? Apa yang Membedakannya dengan Ilmu medis ataupun ilmu – ilmu kesehatan lainnya. Artikel kali ini akan mengulas tentang Ilmu Gizi.

Pengertian Ilmu Gizi

Ilmu Gizi atau Nutrition Science adalah ilmu yang mempelajari tentang pangan, zat gizi dan substansi organic lainnya yang terkandung di dalam pangan, serta prosesnya yang terjadi didalam tubuh yang terdiri dari ingesti, digesti, absorpsi, transportasi, metabolism dan eksresi. Dari pengertian KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sendiri, Ilmu Gizi adalah ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara memanfaatkan makanan untuk kepentingan kesehatan tubuh manusia pada umumnya.

Ilmu Gizi terus Berkembang

Ilmu Gizi diakui sebagai cabang ilmu baru yaitu pada tahun 1926, dimana Mary Swartz Rose dikukuhkan sebagai professor ilmu gizi pertama di dunia di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat. Ilmu gizi berbasiskan ilmu – ilmu lain seperti kedokteran, biologi, biokimia dan fisiologi, mikrobiologi, ilmu pangan, peternakan, sosiologi, antropologi dan ekonomi. Jika dibandingkan dengan sejawatnya dalam dunia kesehatan yaitu ilmu kedokteran tentunya Ilmu gizi masihlah jauh lebih muda dibandingkannya, namun seiring perkembangan zaman, ilmu gizi terus berkembang dan semakin maju. 

“Ilmu Gizi merupakan Ilmu yang masih terbilang muda dan terus berkembang”

Terdapat banyak teori – teori baru, penelitian dan penemuan yang membuat Ilmu gizi semakin berkembang, bahkan ilmu gizi sudah masuk ke cabang genomic manusia yang disebut dengan nutrigenomik atau nutritional genomics dimana merupakan cabang ilmu gizi yang mempelajari tentang bagaimana gizi memberikan dampak pada aktivitas gen dan sebaliknya bagaimana gen memberikan dampak pada interaksi antara diet(makanan) dan penyakit. Selama kurun waktu yang dapat dikatakan masih baru, sudah banyak hal baru dan berkembang pada cabang ilmu gizi.

Kuliah di Jurusan Ilmu Gizi

Banyak hal sebenarnya yang bisa diceritakan ketika saya masuk pada jurusan ilmu gizi dan masuk ke dalam dunia gizi. (Untuk sub kali ini, ini berdasarkan pengalaman subjektif saya selama berkuliah di jurusan ilmu gizi.) Jika ada dari kalian yang mengatakan jurusan ilmu gizi itu kerjanya hanya belajar tentang makanan saja, maka KALIAN SALAH BESAR. Kami tidak hanya belajar tentang makanan saja, kami juga belajar mengenai anatomi dan  fisiologi tubuh, sedikit histologi, gentik, biokimia, patofisiologi penyakit, teknologi pangan, dan interaksi obat dan makanan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kami juga belajar mengenai banyak hal tentang hubungan gizi, makanan, dan kesehatan serta penyakit. Kurikulum jurusan gizi (khususnya jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro) berbasiskan tiga hal yaitu gizi klinis, gizi institusi/pangan, dan gizi masyarakat. 

Oh ia selain itu, dikarenakan jurusan saya berada dibawah bendera fakultas kedokteran, jadi materi – materi gizi klinisnya cukup menonjol (ini bukan berarti bidang lainnya yaitu gizi pangan dan gizi masyarakat tidak menonjol). Dosen – dosen kami cukup banyak yang berasal dari kalangan dokter jadi unsur – unsur klinis dan kedokteran tatkala sering juga diberikan kepada kami, ya walaupun kadang hanya sekilas karena memang pada akhirnya fokus kami adalah antara pemberian makanan dan proses penyembuhan penyakit. Kami juga belajar banyak tentang teknologi pangan, kami diajarkan mengenai berbagai macam materi dan teori penting tentang teknologi pangan. 

Selama 4(empat) tahun saya berkuliah, ternyata memang masih banyak hal yang terus diteliti dan ilmu gizi masih terus berkembang, jadi kesempatan kita untuk meneliti atau menemukan hal baru masih cukup besar dibandingkan ilmu – ilmu lainnya yang terbilang lebih tua dari ilmu gizi

Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
Share:

Change Language